Teori Kepribadian dalam Pendidikan

0 806

TEORI Kepribadian. Secara etimologi istilah kepribadian atau personality memiliki akar kata latin sonare kemudian berkembang menjadi personal yang berarti “topeng”. Untuk memudahkan pemahaman, kita bisa mengambil ilustrasi tentang pemain tunil (sandiwara) yang memerankan karakter-karakter tertentu yang telah ditentukan (bukan memerankan sifat aslinya).

Karena ia berpendapat bahwa manusia di dalam kehidupannya sehari-hari tidak selalu membawakan dirinya sebagaimana adanya, melainkan selalu menggunakan tutup muka, maksudnya adalah untuk menutupi kelemahannya, agar dapat diterima oleh masyarakat.

Term “kepribadian” dalam beberapa bahasa disebut dengan personality (Inggris); persoonlijkheid (Belanda); personnalita (Prancis); personlichkeit (Jerman); personalita (Itali); dan personalidad (Spanyol). Akar kata masing-masing sebutan itu berasal dari kata Latin “persona” yang berarti “topeng” , yaitu topeng yang dipakai oleh aktor drama atau sandiwara. Atau juga dari kata Latin “personare” yang berarti to sound through (suara tembus). Berdasarkan pemahaman ini maka maksud personality bukanlah suatu atribut yang pasti dan spesifik, melainkan suatu kualitas prilaku total seseorang.

Tahapan Teori Kepribadian

Ketiga tahapan pemunculan istilah personality di atas kiranya belum mengkaver dialektika psikologi kepribadian dewasa ini, sebab masih terdapat tiga tahapan lagi yang muncul kemudian. Sebagian psikolog melihat bahwa kepribadian bukanlah sesuatu yang ditimbulkan oleh konstitusi, melainkan lebih dominan ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan sehari-hari. Faktor kebiasaan inilah yang kemudian membentuk kepribadian seseorang.

Psikolog lain memandang bahwa kepribadian tidak sekedar ditentukan oleh konstitusi dan kebiasaan-kebiasaan individu, melainkan ditentukan oleh kondisi lingkungan yang mempengaruhinya. Konsep kepribadian lebih komprehenship daripada konsep kepribadian sebelumnya, sebab bagaimanapun juga kepribadian tidak dapat terlepas dari semua faktor tersebut.

Istilah Kepribadian

Istilah “kepribadian” sering dijumpai dalam beberapa literatur dengan berbagai ragam makna dan pendekatan. Sebagian psikolog ada yang menyebutnya dengan (1) personality (kepribadian) sendiri, sedang ilmu yang membahasnya disebut dengan “The Psychology of Personality”, atau “Theory of Personality”; (2) character (watak atau perangai), sedang ilmu yang membicarakannya disebut dengan The Psychology of Character, atau Characterologi; (3) type (tipe), sedang ilmu yang membahasnya disebut dengan “Typologi”. Ketiga istilah tersebut yang dipakai adalah istilah kepribadian. Selain ruang lingkupnya jelas, istilah kepribadian juga mencerminkan konsep keunikan diri seseorang.

Allport yang disitir oleh Sumadi Suryabrata menyatakan bahwa karakter itu sama dengan kepribadian, tetapi dipandang dari sudut yang berlainan. Istilah karakter dipandang dari sudut “penilaian” baik-buruk, senang-benci, menerima-menolak suatu tingkah laku berdasarkan norma-norma yang dianut.  Sedangkan istilah kepribadian dipandang dari sudut “penggambaran” manusia apa adanya tanpa disertai penilaian.

Karakter dapat dikatakan sebagai kepribadian yang “dievaluasi”, sedangkan kepribadian adalah karakter yang “didevaluasi”. Melalui perbedaan sudut pandang ini nampak jelas bahwa Psikologi Kepribadian yang berkembang dewasa ini berbeda dengan “Ilmu Akhlak” dalam wacana keilmuan Islam, sebab Ilmu Akhlak membicarakan baik-buruknya tingkah laku seseorang, sedangkan Psikologi Kepribadian tidak demikian.

Psikologi Kepribadian membicarakan tingkah laku manusia menurut apa adanya dan bukan bagaimana seharusnya. Tujuan penggambaran tingkah laku ini adalah untuk mengetahui, menentukan, dan mengkatagorikan sifat-sifat dan tipologi-tipologi khas individu dan aspek-aspek kejiwaan tertentu yang menentukan sifat dan tipologinya.

Personality berasal dari kata person yang secara bahasa memiliki arti: (1) an individual human being (sosok manusia individu); (2) a common individual (individu secara umum); (3) a living human body (orang yang hidup); (4) self (pribadi); (5) personal existence or identity (keberadaan dan identitas pribadi); dan (6) distinctive personal character (watak individu tertentu).

Definisi Kepribadian Menurut Para Psikolog

Pertama. Definisi yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Kepribadian adalah “integrasi dari id, ego, dan super ego”.

Kedua. Definisi yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung. Kepribadian adalah “integrasi dari ego, ketidaksadaran pribadi, ketidaksadaran kolektif, kompleks-kompleks, arkhetip-arkhetip, personal, dan anima.”

Ketiga. Definisi yang dikemukakan oleh Alfred Adler. Kepribadian adalah “gaya hidup individu, atau cara yang karakteristik mereaksinya seseorang terhadap masalah-masalah hidup, termasuk tujuan hidup.”

Keempat. Definisi yang dikemukakan oleh Henry A. Murray. Sebenarnya Murray mengemukakan banyak definisi dalam kesempatan yang berbeda-beda. Menurut C.P. Chaplin definisi kepribadian yang populer menurutnya adalah “Kesinambungan bentuk-bentuk dan kekuatan-kekuatan fungsional yang dinyatakan lewat urutan-urutan dari proses-proses yang berkuasa dan terorganisir, serta tingkah laku lahiriah dari lahir sampai meninggal dunia”.

Kelima. Definisi yang dikemukakan oleh Raymond Bernard Cattell. Kepribadian adalah “sesuatu yang memungkinkan prediksi tentang apa yang akan dikerjakan seseorang dalam situasi tertentu. Kepribadian mencakup semua tingkah laku individu, baik yang terbuka (lahiriah) maupun yang tersembunyi (bathiniah).”

Keenam. Definisi yang dikemukakan oleh Gordon Allport. Ia merupakan psikolog yang paling memperhatikan definisi kepribadian. Setelah menemukan sekitar 50 definisi beserta kategori-kategorinya, ia mencoba menggabungkan unsur-unsur terbaik dari beberapa definisi dan menghindari kekurangannya yang pokok.

Allport mendefinisikan kepribadian dengan “what a man really is” (manusia sebagaimana adanya). Definisi ini dirasa terlalu singkat, kemudian ia menjabarkannya dengan definisi “personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system, that determines his unique adjusment to his environment” (Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang terdiri atas sistem psikopisik yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya).

Sedangkan definisi kedua memiliki lima prinsip pokok kepribadian, yaitu:

  1. Organisasi-dinamis; artinya kepribadian selalu berkembang dan berubah, meskipun terdapat organisasi atau sistem-sitem psikofisik yang mengikat dan menghubungkan berbagai komponen dari kepribadian.
  2. Psikofisik; artinya kepribadian bukanlah semata-mata kerja mental belaka tanpa melibatkan neural. Istilah organisasi mengisyaratkan beroperasinya badan dan jiwa, berpadu secara tak terputuskan menjadi kesatuan pribadi.
  3. Menentukan; artinya kepribadian terdiri atas kecenderungan-kecenderungan menentukan, yang memainkan peran aktif dalam tingkah laku individu. Kepribadian adalah sesuatu yang berbuat sesuatu. Kepribadian adalah apa yang terletak di balik perbuatan-perbuatan khusus dan di dalam individu.
  4. Khas; artinya individualitas individu, sebab tidak ada dua orang yang benar-benar memiliki kepribadian yang sama, walaupun dari anak kembar.
  5. Menyesuaikan diri terhadap lingkungan; artinya kepribadian menjadi jembatan individu dengan lingkungan fisik dan lingkungan psikologisnya. Kepribadian di sini merupakan sesuatu yang mempunyai fungsi atau arti adaptasi dan menentukan.

Ketujuh. Definisi yang dikemukakan oleh A.E. Traxler. Kepribadian adalah “jumlah keseluruhan tingkah laku individu dalam berbagai situasi. Pengertian tingkah laku di sini meliputi perbuatan-perbuatan yang tampak dari luar dan getaran perasaan yang timbul di dalam diri yang dihasilkan oleh situasi, sebagaimana hal itu dapat diinterpretasi oleh individu melalui introspeksi.”

Beberapa definisi di atas selain terdapat beberapa perbedaan, juga terdapat persamaan-persamaan. Menurut Yusuf Murad bahwa terjadinya perbedaan definisi kepribadian disebabkan oleh dua sudut pandang, yaitu; Pertama, sebagian psikolog menentukan hakekat kepribadian pada “gambaran pribadi seseorang menurut gambarannya sendiri.”; Kedua, psikolog yang lain menentukannya dengan “gambaran pribadi seseorang menurut gambaran orang lain.” Definisi kelompok pertama dapat dirumuskan dengan pertanyaan: “Siapa dirimu?, saya adalah…”. Sedangkan definisi kedua dirumuskan dengan pertanyaan; “Siapa saya?, kamu adalah…”. Jawaban kedua pertanyaan inilah yang dimaksud dengan kepribadian.**


Penulis         : Dr. H. Wawan A. Ridwan, MA
Penyunting  : Acep M Lutvi
Diterbitkan  : www.lyceum.id

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.