Ternyata Cinta Tidak Berhenti Pada “Aku dan Kamu Menjadi Kita”

0 31

Ternyata cinta tidak berhenti pada aku dan kamu menjadi kita. Tidak ada patokan khusus untuk mendefinisikan cinta. Setiap orang, bahkan hukum memiliki definisinya masing-masing tentang Cinta dengan berbagai sudut pandang dan keadaan. Bahkan ketika cinta harus dimiliki atau tidak menjadi perdebatan sengit, baik dengan perasaan sendiri atau dengan hal-hal lain. Jika cinta datang dan pergi, jika cinta harus memaksa dan jika-jika lain tentang cinta, menjadi bahan perbincangan hangat yang tidak ada ujungnya.

Terkadang cinta dirumuskan seperti matematika, ya.. sangat mungkin. Matematika menjadi seni indah yang ada didunia, bersifat arbitase penuh kesepakatan dan keabstrakan, tidak selamanya berhubungan dengan kehidupan yang sebenarnya. Harus di ingat Pencarian kebenaran dengan cara deduktif membuat lebih sistematis, setiap pembuktian-pembuktian yang besifat umum diarahkan menjadi khusus. Sehingga setiap pemikiran harus berdasarkan pada postulat-postulat yang telah disepakati. Lalu, haruskah pencarian dan perumusan makna cinta dilakukan dengan hal tersebut?

Terkadang cinta diibaratkan seperti hal yang lain, yang tanpa perlu bahasa, tanpa perlu isyarat, tanpa perlu penjabaran, ia hanya perlu dirasakan. Semakin kecil partikel cinta dibahas maka semakin kompleks penjabaran yang didapat. Memang cinta menjadi satu-satunya sifat Tuhan yang terjewantahkan. Penuh dengan misteri, penuh dengan makna.

Cinta makhluk tidak sama dengan cinta Tuhan. Cintanya makhluk memiliki batas dan karakteristik sendiri, sedangkan cintanya Tuhan dengan keagungan dan kemuliaanya sangatlah berbeda. Cinta Tuhan terwakili dengan nama-nama-Nya.

Cinta tidak berhenti pada aku dan kamu menjadi kita, cinta makhluk berbatas dan melibatkan semesta. Jika cinta dirumuskan seperti matematika, maka cinta menuntun pembuktian dan perlu dibangun dengan indah. Pernah kah anda mendengar pernyataan “Cinta itu datang dan pergi?“. memang benar Cinta itu datang dan pergikarena itu bentuk cinta makhluk kepada makhluk-Nya.

Cinta Itu Harus Memiliki?

Kadar cintalah yang menuntut untuk memiliki karena memang cinta dianggap pencapaian yang indah. Sehingga, ketika tidak memiliki yang dicintai akhirnya cinta menjadi tidak indah. Meski pada kenyataanya, cinta tetaplah cinta dimiliki atau tidak, dengan kepemilikan cinta yang ada. Jika mungkin hanya mampu memiliki perasaanya saja tanpa raganya, tanpa balasannya, dan rasa sakitnya itu tetap cinta.

Saat cinta perlu pembuktian, semesta terlibat membuktikan. Saat cinta harus dimiliki, semesta ikut memberikan restu. Saat cinta tidak terbalas, semesta menjadi wakil Tuhan menghakimi. Jika cinta selalu diiringi rindu, sama halnya rindu belumlah tentu terobati dengan bertemu. Rindu bukan rasa sakit yang harus diobati. Rindu adalah sensasi, luapan emosi, respon yang akan tetap ada dalam perjalanan cinta.

Sekali lagi cinta tidak berhenti pada aku dan kamu menjadi kita. Cinta makhluk melibatkan waktu dan tempat, cinta kita berbatas perasaan lain, tapi tetap itu cinta. Cinta yang Tuhan anugerahkan, cinta yang kita tidak dapat memilih kepada siapa akan jatuh cinta.

Oleh : Intan Nurazizah Islami

Komentar
Memuat...