Ternyata Manusia Pertama Berasal dari Sunda Wiwitan| Catatan atas Syurga dari Timur Part – 1

0 116

Eden In The East [Syurga dari Timur]. Tema dimaksud diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan Judul Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara. Itulah buku yang dikirim Saudara saya yang tinggal di Korea Selatan. Namanya Adyana Rasyd. Dia adalah sosok muda profesional yang sempat menjadi General Manager di suatu Perusahaan milik Korea.

Adyana di mata saya adalah sosok anomali, kalau bukan kronikal sejarah. Ia menjadi GM dengan karier yang sangat landai. Dimulai ketika dia menjadi office boy PT dimaksud, lalu merangkak menjadi staf, staf junior dan kepala staf. Terakhir, saya mendengar dia menjadi GM. Saat menjadi GM itulah, dia sering bolak balik Indonesia. Kepulangannya pada Desember 2010, dia memberi kado berupa buku misteri karena berisi tentang sejumlah misteri alam dalam besutan tulisan yang sangat rinci.

Buku ini ditulis Stephen Oppenheimer. Terbit pertama kali di Oxford University Amerika Serikat. Buku ini, diterjemahkan pada tahun 2010. Pada akhir tahun itu pula, buku dimaksud, masuk dalam Galeri Perpustakaan Pribadi Penulis dalam rak khusus buku Babon. Buku yang boleh dibaca siapa saja, tetapi tidak diperkanankan untuk dibawa siapapun, keluar dari tempatnya.

Buku Penuh Sanjungan

Buku ini disanjung banyak kalangan. Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, Jimly Ash Shidiqie, menyebut bangga atas terbitnya buku ini. Ia juga begitu bangga atas kemauan Penerbit Ufuk menerjemahkan dan menerbitkannya. Ia menyebut buku tersebut dapat membangkitkan kesadaran sejarah bangsa Indonesia. Sejarah yang mengupas bahwa bangsa ini memiliki akar sejarah yang bukan saja panjang, tetapi, juga membanggakan. Buku ini, menurutnya dapat menggugah bangsa Indonesia akan kesadaran sejarah dan hasyratnya untuk membangun masa depan. Sebuah banggsa yang memiliki perspektif kesejarahan terpanjang di dunia.

Buku ini, menurut Stephen Oppenheimer, mendampingi setidaknya 2000 judul buku lain yang sejenis di perpustakaan Oxford. Menurutnya, di kalangan ilmuan Barat, banyak di antaranya yang justru menyimpulkan bahwa peradaba, ilmu pengetahuan dan capaian teknologi itu, berakar secara kuat dari bangsa Timur. Mengapa demikian? Karena dalam analisanya, ada kemungkinan kalau manusia pertama itu justru lahir, bertumbuh dan berkembang dari Timur juga.

Dalam banyak kasus, definisi Timur itu sendiri, dalam perspektifnya yang lebih kecil dan sempit, bahkan ada kemungkinan justru berasal dari satu kalimat “Sunda Wiwitan”. Dari rumusan ini, tidak salah jika kemudian disebut bahwa manusia pertama berasal justru dari Sunda Wiwitan. Prof. Cecep Sumarna –bersambung

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.