Thawaf Ifadah dalam Segenap Kenangan | Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 23

42 97

Thawaf Ifadah dalam Segenap Kenangan. Selesai sudah, Shofi dan keluarga beserta seluruh jama’ah, melakukan mabit di Mina. Karena mengikut nafar ula, maka, menginap di Mina hanya dilangsungkan selama tiga malam. Selepas menginap di Mina, rombongan berangkat menuju Ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadahah.

Perjalanan menuju Ka’bah dilakukan dengan mengendarai bus yang sudah sangat kumel dengan debu-debu yang sangat kuat menempel. Perjalanan dari Mina menuju Ka’bah kali ini, dilakukan guna melaksanakan Thawaf Ifadah. Inilah satu rangkaian haji yang harus diikuti. Thawaf ifadhah termasuk rukun Haji. Haji seseorang tidak syah tanpa melakukan thawaf. Pelaksanaan rukun haji ini, dimulai tanggal 10 dzulhijjah sampai dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Al Qur’an surat al Hajj []: 29 menyatakan: “… dan hendaklah mereka melakukan thawaf dalam bentuk mengelilingi rumah tua [Ka’bah] … “.

Inilah kegiatan yang segera dilakukan Shofi bersama keluarganya. Namun, sebelum ke luar dari tenda di Mina,  Shofi menarik tangan Crhonos dan berkata:

“Hai anakku … Bersihkanlah dirimu dan pakaianmu dari hadats besar dan hadats kecil. Hal ini dicontohkan Nabi melalui suatu Hadits yang bersumber dari Aisyah dengan periwayatan Bukhari-Muslim. Aisyah mengatakan: “Sesungguhnya, hal pertama yang dilakukan Rasulullah ketika berada di Mekkah adalah berwudhu kemudian thawaf di baitullah. Dalam periwayatan Ibnu Abbas, masih menurut Shofi, melalui hadits riwayat Tirmidzi dan Daruqutni, Rasul bersabda: “Thawaf adalah seperti shalat. Hanya saja Allah memperbolehkan berbicara di dalamnya. Tetapi, upayakan agar kamu tidak berbicara kecuali dengan pembicaraan yang baik.

Jangan lupa untuk menutup aurat kita. Hal ini sesuai dengan hadits rasul yang bersumber dari Abu Hurairah dalam periwayatan Bukhari Muslim: “Rasul pernah mengutusnya pada waktu haji yang telah diperintahkan sebelum haji wada’. Pada hari Nahar (tanggal 10 Dzhul Hijjah) bersama sejumlah sahabat untuk menyampaikan kepada masyarakat luas larangan dari beliau. Agar tidak boleh ada orang musyrik yang menunaikan ibadah haji dan tidak boleh (pula) melakukan thawaf dengan telanjang bulat.

Crhonos hanya menggelengkan kepala. Ia tidak tahu apakah yang disampaikan Shofi tadi, benar atau tidak. Berdasarkan hadits yang shahih atau tidak. Ia kembali membayangkan, bagaimana sosok laki-laki yang sudah demikian lemah, tetapi, ia masih tetap memiliki pikiran yang sangat kuat dalam mengingat berbagai rangkaian hadits dan ayat al Qur’an tentang pelaksanaan haji.

Suasana Ka’bah Saat Thawaf Ifadhah

Oke pak … mari kita mulai. Jama’ah lain sudah siap untuk berangkat. Khawatir, mereka menunggu kedatangan kita. Konon mobil yang dipersiapkan untuk mengangkut sudah menunggu di jalan. Jangan khawatir, kayaknya, tidak akan terlalu lama menunggu bus. Kejadian yang teralami saat akan berangkat ke sini, tidak diulang mereka. Dengan sangat lemah … Shofi bangun dan berjalan ke luar dari tenda.

Dan seperti biasanya, perjalanan menuju Ka’bah dengan naik kendaraan yang sebenarnya hanya berjarak beberapa kilo meter itu, dilalui dengan sangat lambat. Hampir empat jam perjalanan dari Mina menuju Ka’bah. Jubelan jama’ah yang berjalan kaki atau naik kendaraan, begitu kuat menekan laju kendaraan. Deru kendaraan dengan suara klakson yang seperti tidak berhenti, mengalahkan suara dzikir jama’ah di dalam bis.

Begitu sampai di Ka’bah, Crhonos, Vetra dan Siti, tentu berdiam diri dulu. Ia membiarkan jama’ah lain, melakukan thawaf lebih dulu. Mereka malah mencari suasana yang pas, sambal menunggu penyewaan kursi roda untuk Shofi. Crhonos, akhirnya  kembali bertemu dengan laki-laki bertubuh tinggi besar dengan warna kulit yang sangat hitam. Ia melakukan tawar menawar harga, jatuhlah pada angka 400 riyal dengan dirinya pula yang mendorong Shofi. Ia memintanya bukan hanya sekedar melakukan thawaf, tetapi juga sa’i.

Namun sebelum Crhonos, Vetra dan Siti turun ke Altar Ka’bah, Shofi menarik tangan anaknya dan berkata. Anakku mari kita berdo’a dulu. Idzinkan aku yang memimpin do’a di sini.  Mereka diam dan mempersilahkan Shofi untuk memimpin do’a. Do’a itu dilangsungkan dalam jubelan jutaan jama’ah di sekitar mereka. Do’a itu persis dilakukan di titik di mana mereka akan mulai melakukan thawaf. Lurus dengan hajar aswad. Inilah do’a Shofi:

“Wahai Ka’bah? Adakah yang mengalahkan keagungan dan kemulianmu. Shofi menjawab sendiri, tidak ada! Kami beriman atas berbagai hal terkait dengan keagunganmu. Jika kami melecehkanmu, maka, kami pasti mati di sini. Namun, kemulianmu, tidak sebanding dengan keharusanku untuk menghormati manusia lain di seluruh muka bumi. Karena itu, dengan melihat keagungan dan kemulianmu di sini, idzinkan dan kabulkanlah do’a kami, agar kami menjadi lebih manusiawi dalam menjalani hidup ini. Berilah kami kekuatan ya Allah, sebagaimana Kau telah memberi kekuatan kepada Adam, Ibrahim, Ismail dan Muhammad dalam membangun jiwa kemanusiaannya di sini. Jadikanlah keluarga kami, keluarga nubuwah yang dapat menghidupkan agama tauhid sebagaimana Kau telah memberikannya kepada Nabi-nabi pilihan-Mu.

Dengan tetesan air mata yang mengalir deras, Shofi membalutkan tangan ke mukanya dan mengucapkan amiin. Ia lantas menyuruh anak, istri dan menantunya untuk berjalan dan mempersilahkannya melakukan thawaf. Ia menitipkan agar keluarganya tidak lupa melakukan thawaf ini, dengan cara tetap menempatkan Ka’bah berada di sebelah kiri mereka.

Shofi juga menyarankan agar tidak melewati di atas Syadhrawan (pondasi ka’bah) dan Hijir lsma’il. Syadhrawan dan Hijir lsma’il, menurut Shofi adalah bagian dari ka’bah. Hal ini, didasarkan atas pernyataan Jabir yang menyebutkan bahwa:  Tatkala Rasulullah saw. tiba di Mekkah, masuk ke masjid lalu beliau mendatangi Hajar Aswad. Ia menyalaminya. Kemudian ia berjalan di sebelah kanannya. Setelah itu, ia lari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran.” Crhonos tolong jangan lupa dan bombing keluargamu. Hadits itu shahih diriwayatkan Bukhari dan Muslim

Crhonos Thawaf dari Hajar Aswad

Crhonos mengawali thawaf dengan melihat lampu hijau sebagai tanda sekaligus titik akhir pelaksanaan thawaf. Inilah hajar aswad. Ia adalah area sempit yang menjadi permulaan sekaligus akhir melakukan thawaf. Ia dan keluarganya hanya mampu memberi salam kepada hajar aswad. Mereka tidak menciumnya saat akan memulai thawaf. Tempat ini diperebutkan jutaan orang dari berbagai penjuru dunia.  Di sinilah ia mengawali thawaf. Ia langsung memimpin ibu [Siti] dan istrinya [Vetra] untuk mengatakan: Labbaik allahumma labaik. Labaika lasyarika laka labbaik. Inna al hamda, wannikmata, laka wa al mulka, la syarika laka labbaik ….

Setelah itu, Crhonos meminta keluarganya untuk membaca rabbana ya rabbana, dhalamna anfunsana, wainlam taghfirlana, watarhamna, lana ku nananna min al khasirin. [Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah lama berbuat dhalim terhadap diri kami. Jika Engkau tidak memberi maaf atas apa yang kami lakukan, tentulah kami akan menjadi manusia yang rugi.]

Ia berbisik kepada istrinya Vetra: Hai istriku … thawaf ini adalah kegiatan Adam. Yang kutahu, do’a Adam yang diabadikan dalam al Qur’an adalah itu. Maka, meski mungkin tidak lazim, kita pilih do’a ini saja. Vetra dan Siti mengangguk, lalu mereka mengikuti apa yang dilafalkan Crhonos.

Namun pada saat mereka bertemu dengan rukun yamani, crhonos meminta untuk berdo’a: “Rabbana atina fi al dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina adabbannar [Ya Tuhan kami, berilah kami kabaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka]

Tak Kuasa Mencium Hajar Aswad

Saat putaran terakhir melakukan thawaf, Crhonos diminta Vetra untuk mencium hajar aswad. Karena mereka berjalan dengan cara menyamping, maka, pada putaran ketujuh, posisi hajar aswad itu persis berada di sisi batu sejarah kemanusiaan. Dalam posisi yang seolah tercekik, Crhonos kemudian mengeluarkan pernyataan Umar bin Khatab dalam kalimat berikut ini:

“Vetra, kita mesti ingat apa yang disampaikan Umar bin Khattab ra di saat dia mencium Hajar Aswad. Ini iktibar seorang sahabat yang diriwayatkan Bukhari-Muslim. Ia berkata: “Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan bahaya dan memberi manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasullah saw menciummu, nistaya aku tidak akan memciummu”

Posisinya sangat tidak mungkin. Terlebih kita membawa ibu kita yang sudah tua. Biarlah suatu hari nanti, semoga kita dapat menciumnya dengan leluasa. Vetra diam dan menganggukan kepala tanda setuju atas gagasan suaminya. Tetapi, begitu mereka berada di maqam Ibrahiem, maqam yang membuat Crhonos sempat menangis, ia meminta ibu dan istrinya melaksanakan shalat Sunnah.

Ia mengatakan, shalat Sunnah di maqam Ibrahim disunnahkan sehabis melaksanakan thawaf. Mereka bertiga kemudian melakukan shalat dalam suasana yang padat. Crhonos mengatakan sebuah hadits yang bersumber dari Jabir  bahwa kami keluar bersama Rasulallah saw, tidak bertujuan kecuali haji, sampai beliau datang ke Mekkah, lalu thawaf di Baitullah tujuh kali putaran kemudian shalat di belakang maqam Ibrahim ”. By. Charly Siera –bersambung

  1. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    pada part 23 ini, chronos tawaf dari Hajar Aswad, bersama dengan keluaganya, sambil mengucapkan lafadz “Labbaik Allahumma labaik. Labaika lasyarika laka labbaik. inna al hamda, wanikmata, laka wa al al mulka, la syarika laka labbaik….” Chronos berbisik kepada vetra bahwasannya tawaf merupakan upaya nabi adam dalam memohon ampun kepad Allah SWT.

  2. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Apapun yang terjadi kita harus mengutamakan orang tua karena orang tua lah yang paling utama. Sebisa mungkin kita sebagai anak berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi dan menuruti semua kemauan orang tua kita sebagai bentuk bakti kita kepada orang tua.

  3. Rif'atul Ula berkata

    Dari Part ini dapat diketahui bahwasanya Kita perlu memahami kembali esensi dari ibadah haji itu sendiri. Memang sangat dianjurkan untuk mencium hajar aswad. Selama Kita mempunyai keinginan kuat untuk melakukan dan ada kesempatan. Dalam upaya menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW.

  4. fajar maulana berkata

    ‌Dalam part 23 ini shofi yang sudah begitu lelahnya tetapi masih memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan ibadah haji, dengan sesampainya di makkah shofi pun mmimpin do’a sebelum keluarganya thawaf. Setelah itu barulah shofi dan keluarga thowaf bersama dengan titik bula dan akhirnya adalah hajar aswad dan mengingat kembali apa yanh di katakan oleh sahabat nabi umar bin khatab “Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan bahaya dan memberi manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasullah saw menciummu, nistaya aku tidak akan memciummu”. Setelah itu chronos dan keluarganya menunaikan sholat sunnah di di maqam nabi Ibrahim karena itu adalah sunnah yang di ajar kan oleh nabi Muhammad.

  5. dezidni MPI3 berkata

    dalam part ke 23 inu mengajarkan kita untuk tidak menyerah akan keadaan.
    cerita di atas mengajar bagaimana seorang ayah lemah tak berdaya masih bisa membibimbing anak anak nya menuju hal ma’ruf.
    patut nya kita meniru beliau akan hal tersebut.

  6. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah part 23,
    Alhmdulilllah, beberapa rangkaian kegiatan ibadah haji yang dilakukan keluarga shofi hampir selesai dilaksanakan dengan kekhusyu’annya. saat thawaf Crhonos ingin mencium hajar aswad tetapi belum bisa karena tempat itu diperebutkan oleh jutaan jamaah dan tidak mudah untuk menciumnya. Pelajaran yang dapat kita ambil yaitu kutipan sahabar Rosul “Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan bahaya dan memberi manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasullah saw menciummu, nistaya aku tidak akan memciummu”, dari situ kita dapat ambil kesimpulan bahwa tidak harus kita mencium batu aswad itu.

  7. Elok Firdausiana berkata

    Pada part 23 ini, akhirnya chornos dan keluarga telah melaksanakan rangkaian demi rangkaian dari rukun haji dengan baik, walaupun chornos dan keluarga tidak sempat mencium hajar aswad, tetapi mereka telah menggantinya dengan sholat sunnah di makam Nabi Ibrahin yang memang disunnahkan juga setelah melaksanakan thowaf

  8. Elok Firdausiana berkata

    Akhirnya Chronos dan keluarga telah melaksanakan rangkaian demi rangkaian dari rukun haji dengan baik, walaupun Chronos dan keluarga tidak sempat mencium hajar aswad, tetapi mereka telah menggantinya dengan sholat sunnah di makam nabi ibrahim yang memang disunnahkan juga setelah melaksanakan thawaf. Tidak lupa dengan Shofi, beliau yang kondisinya semakin lemah, tetapi beliau masih mampu membimbing keluarganya dalam melaksanakan ibadah haji, dan juga ingatan dalam pengetahuan Al-Qura’an dan Haditsnya masih melekat dalam jiwanya untuk disampaikan kepada keluarganya

  9. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirahmanirahim
    Dalam part 23 ini, meski kondisi Shofi semakin melemah, tetapi Shofi tetap membimbing keluarga dalam pelaksanaan ibadah haji. Meski fisiknya lemah, namun ingatan Shofi terhadap ayat Al-quran dan Hadits masih melekat. Hal tersebut secara tidak langsung mengajarkan kepada kita sebagai generasi muda seharusnya kita memperbanyak hafalan-hafalan kita tentang ayat-ayat Al-Quran dan Hadits karena dua sumber hukum Islam tersebut adalah warisan yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW untuk umatnya.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  10. M. DIDI WAHYUDI berkata

    Selesai sudah, Shofi dan keluarga beserta seluruh jama’ah, melakukan mabit di Mina. Karena mengikut nafar ula, maka, menginap di Mina hanya dilangsungkan selama tiga malam. Selepas menginap di Mina, rombongan berangkat menuju Ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadahah.

  11. Farrin nurul aina berkata

    Di balik tubuhnya yang lemah shofi tetap saja memberi tahu tentang semua tata cara ibadah haji terhadap crhonos, dia masih tetap hafal semua rangkaian hadits maupun Al-Quran. Benar-benar sosok ayah yang bisa d jadikan panutan

  12. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahorahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Lara jamaah melakukan tawaf ifadahah yang menjadi rukun wajib haji, haji seseorang tidak sah apabila dia tanpa melaksanakan tawaf.
    Dalam keadaan Shofi yang semakin parah beliau selalu mengingatkan anaknya tentang sesuatu yang berkaitan dengan ibadah haji nya, beliau memang guru terbaik, ilmuNya banyak sekali sampau Chronos heran, Bapaknya selau tau tentang mekah dan seisi nya. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk para calon guru agar memiliki ilmu yang banyak dimanapun kita berada.
    Terimakasih
    Wasalamjalaikum wr wb

  13. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Terlihat jelas dimana chronos sangat bersabar dalam menjaga dan membimbing shifi juga ibu dan istrinya untuk terus melaksanakan kewajiban ibadah haji. dari Thawaf hingga melaksanakan sholat sunnah di makam ibrahem meski dalam keadaan yg berdesakan.

  14. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 23 saya kagum terhadap sosok sofi walaupun sakit ia masih tetap memiliki pikiran yang sangat kuat dalam mengingat berbagai rangkaian hadits dan ayat al Qur’an tentang pelaksanaan haji.
    Charnos sosok orang yang sabar membimbing sofi dalam berhaji dia mendorong nya pakai kursi roda .

  15. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    pada part ini semua jamaah mengikuti kegiatan haji termasuk keluarga shofi, Tawaf ifadhah dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.
    dan shofi tetap kuat melaksanakan kegiatan ibadah haji walaupun sakitnya nambah parah,.

  16. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Setelah keluarga cronos mabit di mina selama tiga hari karena mereka mengambil nafar ula, kemudian mereka melanjutkan rukun haji selanjutnya, yaitu thawaf ifadah di ka’bah. Dalam part 23 ini saya salut kepada pak shopi walaupun dalam keadaan sakit beliau bersemangat untuk berhaji dan ingatan tentang ilmu hadist masih begitu kuat dalam otaknya, sehingga mampu membing keluarganya dalam berhaji.

  17. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Rangkaian demi rangkaian kegiatan haji telah dilaksanakan oleh jamaah haji, termasuk Crhonos dan keluarganya. Jamaah haji melanjutkan perjalanan menuju ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadhah. Shofi kembali harus dibantu dengan kursi roda untuk melaksanakan thawaf ifadhah.

  18. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Dalam part 23 ini, Alhamdulillah perjalanan ibadah haji crhonos dan keluarganya berjalan dengan lancar, akan tetapi pada saat thawaf crhonos yang ingin sekali mencium hajar aswad, kala itu.. crhonos tidak mendapatkan kesempatan untuk menciumnya karena saking banyaknya jama’ah haji.

  19. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 23
    Alhamdulillah tahapan demi tahapan ibadah haji telah mereka lakukan dgn baik meskipun keadaan shofi semakin memburuk tetapi ia tak pernah patah semangat untuk melakukan ibadah haji dan tidak pernah lupa untuk selalu menasehati anaknya yaitu chronos dgn baik

  20. Dari sekian banyaknya rukun haji akhirnya chronos dan keluarga sudah melaksanakannya dengan hidmat, namun kondisi sofi sangat menurun. Chronos sebagai anak yang takdzim ia selalu menjaga sofi. Subhanallah….

  21. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah…………
    Pada part 23 ini yang dapat saya cermati adalah kekuatan fikiran Shofi tentang hadits-hadits yang berkaitan dengan haji, yang tak pernah diketahui oleh Chronos seorang anak yang taak kepada orang tua apa yang disampaikan Shofi diikuti oleh Chronos ini merupakan teladan yang baik seorang anak yang hormat kepada orang tuanya.
    Barokallah…………….

  22. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    setelah dari mina, crhonos dan jama’ah haji lainnya kembali menuju ke ka’bah untk melaksanakan thawaf ifadah. ketika putaran ke tujuh, vetra, istri dari crhonos kemudian meminta crhonos untuk mencium hajar aswad, namun crhonos menolaknya, bukan karena tidak mau, hanya saja keadaan yang tidak mungkin untuk mencium hajar aswad, terlebih crhonos harus menjaga shofi dan siti., vetra pun diam dan menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia setuju terhadap perkataan crhonos.

  23. siti halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirrahim, ,
    alhamdulillah perjalanan ibadah haji keluarga chrnos hampir selesai, namun kondisi shopi ini yang semakin hari semakin menghkawatirkan tapi mereka tetap semangat melaksanakan nya, , terutama chronos dan vetra yang ingin mencium hajar aswad ini karena dahulupun rasulullah mencium hajar aswad, namun keinginannya tidak bisa tercapai karena padatnya jamaah haji.

  24. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 23 ini yang berjudul “Thawaf Ifadhah dalam Segenap Kenangan”, ini alhamdulillah Chronos dan keluarganya telah melewati tahapan demi tahapan dalam ibdah haji, termasuk Thawaf yang merupakan rukun dari ibadah haji. Walaupun Chronos tidak mendapatkan kesempatan untuk mencium hajar aswad sebagaimana yang dilakukan sahabat Umar bin Khattab, tetapi ia menggantinya dengan sholat sunnah di maqam Ibrahim setelah selesai melaksanakan thawaf ifadhah.

  25. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 23 ini, menceritakan bagaimana rangkaian akhir dari ibadah haji yang dilakukan shofi dan chronus beserta isteri mereka. Dari semua rangkaian yang sudah shofi lakukan rangkaian thawaf ifadah merupakan tahapan akhir yang kondisi shofi sendiri sangat melemah yang membuatnya melakukan rangkaian ini dengan dibantu yang biasanya sama chronus ditambah lagi dengan dibantu menggunakan kursi roda. Keharuan demi keharuan terjadi saat melakukan thawaf. Semangat shofi dalam rangkaian demi rangkaian terus tumbuh dan semakin membawakan hasil kebahagiaan.

  26. Fera Agustina/MPI/4 berkata

    setalah selasai melakukan mabit, rombongan jamaah haji yang di dalam nya ada chronos beserta keluarganya mereka langsung menginap di mina dengan waktu 3 hari lamanya, setelah itu dilanjutkan melakukan thawaf ifadahah. setalah selesai thawaf chronos beserta keluarganya melaksanakan sholat sunnah di hijr ismail. dan dengan melihat kondisi shofi yang semakin melemah begitu pedulinya dan rasa sabar yang di miliki oleh chronos itu luar biasa sekali..

  27. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Setelah mabith di mina shofi dan rombongan selanjutnya menuju ke ka’ba, mereka akan melakukan rukun haji dengan thawaf, Subhanallah dalam suatu perjalanan menuju ka’ba shofi tak henti-hentinya menasehati chronos yang berlandaskan dengan hadist yang ia ketahui hal ini membuat shofi geleng kepala karena kagum dengan ayahnya walaupun tubuhnya sangat lemah namun cara berfikirnya masih tajam

  28. Nur Aliffah MpI/4 berkata

    alhamdulillah rangkaian kegiatan telah dilaksanakan oleh para jamaa’ah haji. Dalam part 23 ini bahwasanya chronos beserta keluarganya kembali kemekkah dan melakukan thawaf. disini dapat terlihat gimana sabarnya chronos dalam merawat shofi (ayah). kita harus mencontoh sikap chronos yang selalu sabar dalam merawat ayahya.

  29. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part ini sudah pada detik-detik akhir perjalanan dari kegiatan ibadah haji. Kondisi shofi yang sejak awal kegiatan sudah memburuk, kini semakin memburuk kembali. Pada thawaf ifadah shofi kembali didudukkan di kursi roda, dan melakukan thawaf ifadah. Dan sholat sunnah dibelakang maqam Ibrahim, semangat yang ditunjukkan shofi untuk menuntaskan syarat dan rukun haji sangat besar.

  30. dinny alfiana. s MPI4 berkata

    dalm part 23 ini, sosok Shofi patut menjadi contoh bagi khalayak muda. bagaimana tidak? sosok yang sudah lemah dan tak lagi muda, tapi masih mampu mengingat berbagai rangkaian hadits dan ayat alqur’an. subhanallah.

  31. dinny alfiana. s MPI4 berkata

    dalm part 23 ini, sosok Shofi patut menjadi contoh bagi khalayak muda. bagaimana tidak? sosok yang sudah lemah dan tak lagi muda, tapi masih mampu mengingat berbagai rangkaian hadits dan alqur’an. subhanallah.

  32. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah..
    dalam part dua puluh tiga ini kita bisa mengetahui bahwa chronos dan keluarga besar melaksanakan towaf yang kedua.
    tetap tangguh jiwa chronos melayani dan merawat ayahnya selama towaf disana.

  33. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Alhamdulillahirabbil’alamin rangkaian demi rangkaian dari rukun haji telah dilaksanakan oleh Chronos dan keluarga, do’a apapun yang mereka kutip dari al-qur’an ataupun hadist yang diketahui keshohihannya telah ia implementasikan semua. Semoga kedepan haji yang mereka lakukan akan diterima oleh Allah (mabrur) amin

  34. umar faruq mpi 4 berkata

    alhmdulilllah, beberapa rangkaian kegiatan ibadah haji yang dilakukan keluarga chronos hampir selesai dilaksanakan dengan kekhusuannya, dengan melanjutkan rangkain melaksanakan thawaf ifadhah, karena mabrurnya haji sahnya haji yaitu melakukan rukun-rukun yang diperintahkan agama, namun ada kesunahan dimana disetiap rukun yang ada khususnya dalam thawaf mencium hajar awad.

  35. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Subhanallah dengan umur nya yang semakin tua dan tubuhnya yang sudah semakin lemah, Shofi masih tetap memiliki pikiran yang sangat kuat dalam mengingat berbagai hadits dan ayat al Qur’an tentang pelaksanaan haji. Dalam part ini juga akhirnya Chronos dan keluarganya melakukan Thawaf di hajar Aswad sampai putaran ke tujuh. Namun Chronos tak mampu menahan air mata nya saat berada di maqam Ibrahim dan menyuruh ibu beserts Vetra untuk shalat sunah disana.

  36. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Di part 23 ini setelah melaksanakan balang jumroh dimina, akhirnya chronos kembali ke ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadah, kondisi shofi semakin melemah membuat choronos menjadi khawatir dengan keadaanya ayahnya yang sekarang, dan pada akhirnya untuk melaksanakan thawaf ifadah sofi menggunakan kursi roda karena kondisinya yang mulai melemah, chronos pun menjaga sang ayah dengan penuh kasih sayang sampai ia begitu telaten dalam melindungi dan menjaga sang ayah

  37. pujiatii/MPI4 berkata

    alhmdulilllah beberapa rangkaian kegiatan ibadah haji dilaksanakan dengan khusu’, shofi dan chronos bersiap untuk melaksanakan thawaf ifadhah, karena seorang dikatakan tidak sah hajinya apabila tidak melaksanakan thawaf ifadhah ini. dalam thawaf shofi dan keluarganya sebenarnya ingin sekali mencium hajar aswad namun dengan keadaaan yang sempit dan dengan keadaan berdesak-desakan akhirnya mereka hanya bisa memberikan salam kepada hajar aswad.

  38. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 23 ini Chronos dan keluarga beserta seluruh jama’ah telah selesai melakukan mabit di Mina. saat thawaf Crhonos ingin mencium hajar aswad tetapi belum bisa karena tempat itu diperebutkan oleh jutaan jamaah dan tidak mudah untuk menciumnya. Pelajaran yang dapat kita ambil yaitu kutipan sahabar Rosul “Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan bahaya dan memberi manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasullah saw menciummu, nistaya aku tidak akan memciummu”, dari situ kita dapat ambil kesimpulan bahwa tidak harus kita mencium batu aswad itu.

  39. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 22 ini Chronos dan keluarga beserta seluruh jama’ah telah selesai melakukan mabit di Mina. saat thawaf Crhonos ingin mencium hajar aswad tetapi belum bisa karena tempat itu diperebutkan oleh jutaan jamaah dan tidak mudah untuk menciumnya. Pelajaran yang dapat kita ambil yaitu kutipan sahabar Rosul “Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak mendatangkan bahaya dan memberi manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasullah saw menciummu, nistaya aku tidak akan memciummu”, dari situ kita dapat ambil kesimpulan bahwa tidak harus kita mencium batu aswad itu.

  40. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    BIsmillahirrohamanirrohim…
    Chronos tak kuasa melihat keadaan shofi semakin lemah, dan ia harus menggunakan kursi roda untuk melakukan thowaf. Subhanallah sungguh luar biasa sosok chronos yang begitu telaten menjaga, melindungi dan menyayangi shofi sehingga ia mampu membantunya melakukan thawaf. Tawaf ifadhah dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram. Hal ini diterangkan dalam hadis Aisyah, artinya : “Aku pernah meminyaki Rasulullah SAW ketika (hendak) ihram, sebelum ia berihram, dan ketika sudah Tahallul sebelum ia melakukan tawaf di Ka’bah.“ (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

  41. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Alhamdulillah para jamaah sudah selesai melaksanakan jumrah dan mulai berangkat ke makkah untuk melaksanakan towaf ifadhah. Tawaf ifadhah termasuk rukun haji yg mana jika tidah melaksanakannya tidak sah hajinya. Tawaf ifadhah dilaksanakan pada tanggal 10 dzulhijjah. Sofi keadaannya makin melemah sehingga chronos menyewa kursi roda untuknya. Setelah thawaf chronos, vetra, dan ibunya melaksanakan dhalat sunnah di hijr ismail.

  42. Ririn Nur'aeni (MPI/4) berkata

    bismillah di part 23 ini..
    cronos beserta keluarganya kembali ke ka’bah untuk melakukan thawaf yang ke 2 setelah melakukan balang jumrah di mina. keadaan shofi yang semakin melemah membuatnya harus menggunakan kursi roda dalam melakukan thawaf berbeda dengan sebelumnya kali ini kkursi roda di dorong oleh cronos. subhanallah sabar sekali conos dalam merawat ayahnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.