Take a fresh look at your lifestyle.

Thawaf Wada’ Menyempurnakan Kemanusiaan| Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 28

37 115

Thawaf Wada’ Menyempurnakan Kemanusiaan. Malam terakhir tinggal di Kota Mekkah, membuat jama’ah tampak sangat bergairah. Wajah-wajah mereka yang sebelumnya kusut karena rindu kampung halaman, saat itu, justru seperti rindu ingin tetap berada di Ka’bah. Karena itu, tidak sedikit di antara jama’ah yang justru mengakhiri jam-jam terakhirnya di Kota Mekkah dengan melaksanakan sunnah umrah. Tidak sedikit pula yang melaksanakan i’tikaf di Ka’bah dengan cara membaca ayat-ayat suci al Qur’an.

Mereka yang melakukan kegiatan dimaksud, umumnya berpikir bahwa kalau umrah atau beribadah di Ka’bah disengajakan berangkat dari Indonesia, biayanya dianggap cukup mahal. Padahal ibadah di tempat-tempat mustajabah, sangat banyak tersedia di Kota suci ini. Karena itu, mumpung masih berada di Mekkah, mereka seperti ingin melumatkan waktunya di sisi syi’ar-syi’ar Tuhan yang diagungkan.

Waktu-waktu terakhir, jama’ah di mana Crhonos berada dalam rombongan tersebut, akan melaksanakan thawaf wada’.  Ini adalah penghormatan terakhir jama’ah haji kepada Masjid al Haram dalam pelaksanaan ibadah haji. Thawaf wada’  sekaligus menjadi wajib haji yang harus dilaksanakan setiap jama’ah. Penghormatan ini, dilakukan sebelum meninggalkan Kota Mekkah.

seperti diketahui, setelah thawaf wada‘, jama’ah tidak diperkenankan melakukan amalan lain. Thawaf wada mengakhiri seluruh prosesi haji’. Hal ini didasarkan atas hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari sanad Ibnu Abbas yang menyatakan: “Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya di Baitullah yakni [thawaf wada’] kecuali bagi wanita yang sedang haidh.” Inilah landasan utama, mengapa jama’ah diharuskan melaksanakan thawaf wada’. Hadits ini pula yang menyebabkan salah satunya, mengapa thawaf wada’ masuk ke dalam wajib haji. Jika tidak, maka, jama’ah diharuskan untuk menggantinya dengan dzam dalam bentuk penyembelihan satu kambing.

Shofi tentu saja tidak mengikuti amalan tambahan. Ia justru banyak menghabiskan waktunya di kasur. Ia terbujur dengan nafas yang kadang sulit dikendalikan. Selain itu, ia beranggapan bahwa kalau dirinya mengikuti kegiatan jama’ah lain, maka, ia khawatir tidak dapat melaksanakan thawaf wada.

Thawaf  Wada’ Mengakhiri Semuanya

Apakah semua jama’ah menghabiskan waktu-waktu terakhirnya dengan ibadah? Tentu saja tidak! Rombongan di mana Shofi berada didalamnya, tentu tidak sedikit yang tidak mengikuti kegiatan di atas. Sekalipun Tan’im yang menjadi salah satu miqat [titik awal keberangkatan] kegiatan ihram, sangat dekat dengan tempat di mana mereka tinggal, tetapi tetap saja, ada di antara mereka yang tidak memanfaatkan momen itu.

Kelompok kedua ini, sekali lagi tidak berupaya untuk banyak menghabiskan waktunya di Ka’bah. Mereka umumnya menggunakan kesempatan untuk melaksan belanja. Pemandangan menariknya adalah, betapa jama’ah dalam terminologi yang kedua ini, begitu sibuknya di malam hari terakhir, untuk mengantongi bawaannya.

Sampailah akhirnya, waktu melaksanakan thawaf wada’ datang. Shofi dan istrinya, Siti, serta Crhonos dan istrinya Vetra, bersama seluruh jama’ah rombongannya, bergerak menuju Ka’bah. Wajah-wajah polos tanpa dosa, bergerak mengikuti irama kaki ketuhanan. Peraduan suara kaki manusia dengan altar-altar Ka’bah terasa begitu merdu. Ia menghipnotis nuansa ketuhanan yang tiada tara.

Mekkah kembali mengambil posisinya sebagai Bakkah. Tempat di mana jutaan manusia terpaksa atau dipaksa harus mencucurkan air mata kesyahduan di tempat tersuci dalam perpesktif masyarakat Muslim. Syahdu karena alam primordial manusia kedua akan ditinggalkan. Mereka akan segera kembali ke alam primordial pertama [kampung halamannya] dan berharap dapat kembali ke alam primordial ketiga [akhirat] dengan segenap kesucian.

Saat thawaf, seperti biasa, Shofi kembali naik kursi roda. Si tubuh gempal yang tinggi dengan jenggot melingkari seluruh tubuhnya, selalu setia menanti Crhonos untuk memutarkan Shofi mengelilingi Ka’bah. Tanpa basa-basi, baik Crhonos maupun Shofi langsung saja melakukan titah yang sama seperti pelaksanaan umrah pertama dan thawaf ifadhah.

Pelaksanaan thawaf terakhir dalam pelaksanaan haji, dirasa Shofi sangat berbeda suasananya. Ia seperti menemukan sebuah pencerahan keagamaan. Pencerahan itu, meski bias dan tidak jelas, tetapi, Crhonos mearasa sedang berada dalam titik balik perjuangan. Ia ingin menghabiskan seluruh waktu terakhirya di Ka’bah dengan cara memperbanyak berdo’a di tempat di mana tempat itu, diyakini mustajabah.

Do’a Perpisahan di Thawaf Wada’

Selesai  melaksanakan thawaf, Shofi seperti biasa sudah menunggu kedatangan anak, menantu dan istrinya. Mereka kembali berkumpul, persis di depan maqam Ibrahim …. Shofi dengan pelan meminta anaknya untuk berdo’a dan membiarkan dirinya bersama menantu dan istrinya untuk mengaminkan apa yang dibaca Crhonos. Akhirnya, dengan penuh kesyahduan, anak Shofi itu mengangkat tangan lalu berdo’a. Do’anya adalah sebagai berikut:

“Ya Allah ya rabbi ya kariem … Engkaulah Dzat yang menerima segenap kebajikan. Terimalah ibadah kami dalam segenap ketulusan-Mu sebagai Tuhan Kami. Kami akhirnya tahu dan sadar bahwa Ka’bah ini adalah “rumah”-Mu. Kami, ini adalah hamba-Mu dan anak dari hamba-Mu yang berharap mendapat segenap kebaikan dari-Mu.

Ya Allah … Engkau telah membawa kami dalam hal yang Engkau sendiri memudahkan untuk kami atas segalanya. Engkaulah yang memberangkatkan kami ke negeri-Mu. Engkau juga telah menyampaikan kami dengan nikmat-Mu ke sini. Engkaulah yang menolong kami untuk menunaikan ibadah haji. Jika Engkau rela dan berkenan kepada kami, maka, tambahkanlah keridhaan itu pada kami semua untuk dapat terus menghambakan diri pada-Mu.  Jika tidak, maka tuntaskan sekarang sebelum aku jauh dari rumah-Mu.

Ya Allah aku sangat rindu akan rumah ini. Namun, saat ini sudah waktunya kami pulang. Jika Engkau izinkan aku dengan tidak menukar sesuatu dengan Engkau (Dzat-Mu) ataupun rumah-Mu, dan tidak membuatmu benci kepada kami dan juga benci atas rumah-Mu, berilalah kembali kami segenap kemudahan dalam menjalani hidup.

Ya Allah, berkahilah kami dengan kesehatan dalam segenap jiwa raga kami. Jagalah selalu agama kami. Saat kami kembali ke kampung halaman, kami berharap Kau tetap memberi ketaatan dan kesetiaan kepada-Mu selamanya. Biarkanlah kami tetap hidup di dunia untuk mengumpulkan segenap kebajikan bagi perbekalan kami baik di dunia maupun di akhirat.

Ya Allah … Tak ada Dzat yang Maha Kuasa selain Engkau. Kami tidak berharap saat ini menjadi waktu terakhir kami berada di sini. Janganlah Engkau jadikan waktu ini, sebagai masa terakhir berada di rumah-Mu. Namun jika pada akhirnya, Engkau menjadikan ini sebagai masa terakhir kami, maka, gantikanlah dengan Syurga untuk kami. Kumpulkanlah dan pertemukanlah kami di hawd Muhammad di Alamahsyar, jadikanlah Syurga bagi kami sebagai tempat berkumpul.

Ya Allah dengan rahmat-Mu, yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Jadikanlah kami kekasih-Mu. Amin …

Kami Saling Memeluk

Shofi tersenyum saat anaknya mengakhiri do’anya. Mereka berempat saling memeluk …. tetesan air mata mengalir deras. Tak terkecuali air mata Crhonos yang bandel. Dalam pelukan penuh keharuan, Shofi menambahkan do’anya dengan pelan:

Ya Allah kini kami berada di Maqam Ibrahim. Jadikanlah aku sebagai makhluk-Mu yang dilaburi kasih sayang sebagaimana Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Mu. Jadikanlah istriku sebagai Hajar yang mengabdi kepada-Mu dengan tulus dan kepadaku dengan tulus juga. Jadikan juga anakku sebagai Isma’il dan Vetra sebagai istrinya yang selalu setia mendampinginya.

Demi Tuhan …. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikanlah kami sekumpulan manusia yang selalu berhasyrat untuk betaslim dan bertahsin atas seluruh titah-Mu. Dalam segenap jiwa dan ragaku yang terbatas … berilah kami kekuatan …. Kami selesaikan panggilan-Mu untuk datang ke sini. Terimalah amal ibadah kami …Ya Allah … detik ini, kusempurnakan pakaianku dengan pakaian ketakwaanku. Inilah yang bisa kupersembahkan.

Shofi kembali memeluk anaknya. Ia mengatakan … luluslah kau sebagai anakku. Semoga kau dapat menjadikan anak-anakmu seshalih Isma’il. Kau harus berjanji kepadaku .. untuk tetap datang ke kampung halamanku, saat aku masih ada atau saat aku sudah pergi meninggalkanmu.

Jagalah istrimu dan keluargamu dari api neraka. Jaga tali persaudaraan dan mengabdilah untuk kemanusiaan. Pengabdian kemanusiaan akan mendorong kamu, tetap berada dalam posisi sebagai hujjaj yang tiada akhirnya. By. Charly Siera … Bersambung

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    shofi berpesan kepada anaknya chronos bahwa setelah ia selesai menunaikan ibadah haji, ia harus tetap menjaga tali silaturahmi bersama keluarga di kampung halaman nya.

  2. Rif'atul Ula berkata

    Perpisahan Memang selalu terasa menyedihkan dan menyakitkan. Seperti Perpisahan dengan temapt yang amat dimuliakan dan diagungkan oleh Allah, Perpisahan dengan keluarga, dan n segala perpisahan lainnya. Perpisahan membuat Kita sadar akan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya unruk emanmbah bekal Di akhirat dan mengisinya dengan kebaikan. Seperti dalam Part ini mengisinya dengan doa penuh pengampunan dan pengharapan ridho dari Allah.

  3. Siti Hayyun berkata

    hari hari terakhir berada dikota makkah seluruh jamaah asal indonesia tidak mau menyianyiakan waktu untuk melepas rindu kepada Baitullah. meraka habiskan untuk beribadah kepada Allah, meskipun banyak yang hanya memenuhi tas mereka dengan pergi berbelanja. shofi dan keluarga melaksanakan thawaf wada dimana kegiatan ibadah yang dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan pada masjidil Harom sebelum pulang ke negaranya masing masing. setelah melaksanakan thawaf wada chronos memimpin do’a di depan makom ibrahim

  4. fajar maulana berkata

    Pada part 28 ini tibalah yang di nanti nanti yaitu thawaf wada. Yang terakhir bukan berarti kita malah berleha leha maupun bermalas malasan. Tapi jadi kanlah sesuatu yang terakhir menjadi sesuatu yang sangat serius untuk kita jalani. Thawaf wada merupakan bentuk perjuangan terakhir umat muslim dunia dalam menunaikan ibadah haji.

  5. akhmad afifudin berkata

    Thawaf wada adalah thawaf yang mengakhiri seluruh prosesi haji’. Hal ini didasarkan atas hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari sanad Ibnu Abbas yang menyatakan: “Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya di Baitullah yakni [thawaf wada’] kecuali bagi wanita yang sedang haidh.” Inilah landasan utama, mengapa jama’ah diharuskan melaksanakan thawaf wada’. Hadits ini pula yang menyebabkan salah satunya, mengapa thawaf wada’ masuk ke dalam wajib haji. Jika tidak, maka, jama’ah diharuskan untuk menggantinya dengan dzam dalam bentuk penyembelihan satu kambing.

    Shofi tentu saja tidak mengikuti amalan tambahan. Ia justru banyak menghabiskan waktunya di kasur. Ia terbujur dengan nafas yang kadang sulit dikendalikan

  6. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    bismillahirrohmaniroohim…
    thawaf wadha menjadi penyempurna dari setiap rangkain rangkaian haji. Tak banyak dari mereka untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah tetapi mereka sibuk dengan bawaan yang harus dibawa pulang. Namun keluarga kecil chronos berada di tanah suci mereka berdoa dengan penuh kekhusyuan. shofi yang dalam keadaan kurang baik tetap semangat. Di sela-sela keramaian shofi pun memberikan pesan untuk anaknya agar tetap menjaga tali persaudaraan antar sesama manusia.

  7. Elok Firdausiana berkata

    Thawaf wada’ nerupakan thawaf perpisahan sekaligus menjadi thawaf terakhir bagi para ja’ah haji. Suasana haru menyelimuti para jama’ah haji, begitupun dengan keluarga Shofi, karena aktifitas haji mereka akan segera berakhir dan akan meninggalkan tempat-tempat suci di makkah. Tidak hentinya Shofi dalam memeberikan pesan kepada Chronos agar tetap menjaga keluarga dengan baik, dan juga agar tetap menjaga tali persaudaraan kepada keluarganya

  8. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 28
    Keluarga Crhonos akhirnya sudah di ujung dalam melaksanakan kegiatan haji,yaitu melaksanakan tawaf wada,yaitu tawaf perpisahan,tak tertahan Shofi dan crhonos berlinangan air mata karena terharu bahwasanya cita2 mereka telah tercapai.
    Wassalamualaikum

  9. Isah Siti Khodijah berkata

    Semua jamaah haji melakukan tawaf wada adalah penghormatan terakhir jamaah haji kepada masjidil haram dalam pelaksanaan haji. Tawaf wada sekaligus menjadi wajib haji yang harus dilaksanakan setiap jamaah. Tawaf wada mengakhiri seluruh prosesi haji, tetapi banyak sekali di antara para jamaah yang menghabiskan waktunya di kabah, merwka umumnya melakukab belanja. Pada part ini pun mereka melakukan doa perpisahan yang di pimpin oleh Chronos yang diamini oleh Shofi, Siti, dan Vetra.
    Kita sudah melakukan segala peribadahan di kota yang sangat suci tersebut. Maka, serahkan semuanya kepada Allah Swt.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  10. Farrin nurul aina berkata

    Setelah semua rangkaian ibadah haji dilaksanakan menyisakan satu lagi yaitu thawaf wa’da yaitu bentuk penghormatan terahir untuk Kabah. Ditempat ini shofi dan crhonos berdoa agar semua ibadah yang dilakukan selama haji dapat dterima dan memohon ampun atas segala dosa yang d perbuat. Pada saat mereka ber empat saling berpelukan dan sama-sama menangis terlihat mereka memang keluarga baik dan kelurga yang senantiasa melibatkan Allah dalam hal apapun.

  11. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 28 menceritakan Malam terakhir tinggal di Kota Mekkah, membuat jama’ah tampak sangat bergairah. Waktu-waktu terakhir, jama’ah di mana Crhonos berada dalam rombongan tersebut, akan melaksanakan thawaf wada’. Ini adalah penghormatan terakhir jama’ah haji kepada Masjid al Haram dalam pelaksanaan ibadah haji. keluarga kecil chronos berada di tanah suci mereka berdoa dengan penuh kekhusyuan dan dipenuhi dengan cucuran air mata haru. shofi yang dalam keadaan kurang baik tetap semangat demi terciptanya keluarga sakinah mawadah dan warahmah. di sela-sela keramaian shofi pun memberikan pesan untuk anaknya agar tetap menjaga tali persaudaraan antar sesama manusia.

  12. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Waktu-waktu terakhir, jama’ah di mana Crhonos berada dalam rombongan tersebut, akan melaksanakan thawaf wada’. Ini adalah penghormatan terakhir jama’ah haji kepada Masjid al Haram dalam pelaksanaan ibadah haji. Thawaf wada’ sekaligus menjadi wajib haji yang harus dilaksanakan setiap jama’ah. Penghormatan ini, dilakukan sebelum meninggalkan Kota Mekkah.
    hingga akhirnya Shofi, siti, chronos, dan vetra berhasil melalui segala kewajian berhajinya. mereka berpelukan dengan haru dan lagi-lagi shofi memberika pesan nya pada chronos untuk mendidik anaknya sebaik ismail dan untuk tetap mengunjungu kampung halaman shofi selama shofi masih ada maupun tiada.

  13. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrohmaniroohima
    pada part ini semua jamaah haji melaksankan kegiatan terakhir yaitu Thawaf Wada shofi dan keluarganya memanfaat kan hari-hari terakhir di mekeh dengan memperbanyak ibadah dan berdoa.
    chornos yang memimpin doa dan shofi mrngaminkan nya, setelah selesai berdoa mereka berpelukan dan saling meminta maaf dan air mata pun mengalir ta kuasa menahan nya,.
    nilai pelajaran nya yaitu kita harus bisa meniru keluarga chornos karena mereka memiliki tali kasih sayang yang sangat kuat dan tinggi nilainya

  14. M. DIDI WAHYUDI berkata

    banyak orang yang berbelanja di hari akhir masa hajinya dibanding dengan melaksanakan ibadah

  15. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Part 28, hari terakhir di kota mekah para jamah begitu gembira karena sebentar lagi akan pulang ke tanah air. Banyak orang yg menghabiskan waktunya untuk berbelanja dan ada yang mengisi waktu untuk melakukan thawaf wada dimana thawaf ini termasuk ke dalam rukun haji yg apa bila di tinggalkan maka wajib membayar dam. Keluarga cronos melaksanakan thawaf wada dengan rasa gembira dan terharu. Mereka berharap bisa kembali lagi ke tempat suci ini..

  16. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Thawaf wada’ menjadi penutup rangkaian kegiatan haji. Thawaf wada’ menjadi wajib dilaksanakan jamaah haji. Jika tidak maka harus menggantinya dengan dzam dalam bentuk penyembelihan satu kambing. Dan sekali lagi, Shofi harus menggunakn kursi roda untuk bisa melaksanakan thawaf wada’.

  17. Fera Agustina -MPI/4 berkata

    Pada part 28 ini para jama’ah haji berlomba-lomba melaksanakan ibadah ditanah suci ini, ada yang melaksanakan umroh, dan ibadah yang lainnya. Dan adapun kebanyakan dari para haji melakukan sesuatu yang bukan seharusnya dilakukan pada saat itu, karena thawaf wadha merupakan thawaf terakhir/perpisahan para jamaah berada di tanah suci.

  18. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Dalam part 28 ini, para jamaah haji melaksanakan thawaf wada, dimana thawaf wada ini adalah penghujung ibadah terakhir yang harus di dilakukan oleh para jama’ah haji. Kala itu.. suasana haru dirasa oleh para jama’ah haji, karena hari itu nyaeta hari terakhir mereka di mekkah.
    Mudah-mudahan kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

  19. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 28
    Didalam part ini semua jama’ah haji memperbanyak ibadah dan do’a, begitupun juga keluarga chronos tidak ada henti hentinya mereka berdo’a serta mengagumi keagungan Tuhan (Allah) dari awal sampai sekarang. Karena hari ini merupakan hari terakhir para jama’ah haji berada di mekkah.

  20. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    malam terakhir di mekkah, rombongan jamaah haji memasang wajah yang sumringah karena akan kembali ke tanah air. para jamaah haji pun memanfaatkan waktunya untuk berbelanja. berbeda dengan shofi dan keluarganya, mereka menggunakan malam terakhir untuk melakukan thawaf wada, shofi dan keluarganya pun ke ka’bah dan melakukan thawaf wada, kemudian shofi menyuruh crhonos untuk berdo’a sendirian tanpa shofi, siti dan istrinya. setelah crhonos berdo’a kemudian shofi memeluk crhonos begitupun vetra dan siti. mereka berempat larut dalam tangis kebahagiaan.

  21. siti halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirrahim , ,dalam part 28 ini mengenai pelaksanaan tawaf wada diman tawaf wada ini merupakan kegiatan terakhir sekaligus kewaiban penutup bagi rukun-rukun haji sebelumnya, , meskipun demikian tidak banyak jamaah yang mengahabiskan waktunya untuk beribadah namunkeluarga chronos memerbanyak do’a atas kegiatan terakhir kalinya ini.

  22. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah……………
    Pada part 28 ini menceritakan tentang tawaf wadha yaitu serangkaian ibadah penutup dalam ibadah haji, yang terkesan dalam diri saya yaitu ketika semua berdo’a di hadapan maqam Ibrahim dan do’a tersebut dilantunkan oleh Chronos dan yang lainya mengamini ini adalah gambaran bahwa keluarga Chronos memang keluarga yang dapat kita tiru karena diantara mereka memiliki tali kasih sayang yang sangat kuat dan tinggi nilainya. Aamiin……..
    Barakallah…….

  23. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 28 ini yang berjudul “Thawaf Wada’ Menyempurnakan Kemanusiaan” adalah ritual terakhir dalam proses panjang pelaksanaan ibadah haji. Thawaf yang penuh dengan haru biru bercucuran air mata jemaah haji termasuk keluarga Shofi, karena tidak ingin meninggalkan rumah yang sangat suci dan mulia itu. Di malam terakhir itulah Shofi dan keluarganya menghabiskan untuk terus berdoa di tempat yang diyakini mustajabah, yaitu Ka’bah.

  24. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 28 ini, tibalah pada saat paling akhir dari rangkaian ibadah haji yaitu thawaf wada. Thawaf wada Ini adalah penghormatan terakhir jama’ah haji kepada Masjid al Haram dalam pelaksanaan ibadah haji. Thawaf wada’ sekaligus menjadi wajib haji yang harus dilaksanakan setiap jama’ah. Penghormatan ini, dilakukan sebelum meninggalkan Kota Mekkah. Suasana keharuan menyelimuti thawaf wada. Semua rasa lelah terbayarkan saat melaksanakan thawaf ini. Dalam hari akhir berada di mekkah juga dimanfaatkan untuk beribadah. Keharuan terjadi saat akhir part ini saat shofi menasehati chronus untuk tetap mengabdi pada kemanusiaan.

  25. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    thawaf wadha mnejadi penyempurna dari setiap rangkain rangkaina haji. towaf wada’ yaitu towaf perpisahan. seperti diketahui dari hadist di atas yang menyatakan bahwasannya setelah thawaf wada‘, jama’ah tidak diperkenankan melakukan amalan lain. Thawaf wada mengakhiri seluruh prosesi haji hofi memberi pwsan atau wejangan kepada anaknya untuk menjaga istri dan keluarganya dari api neraka dan menjaga tali persaudaraan dan mengabdilah untuk kemanusiaan.

  26. Sri Hardianti MpI/4-1415109024 berkata

    bismilah ..
    dalam part dua puluh delapan ini dalam puncak terakhir ibadah haji yang di tutup dengan towaf ifadah, para jemaah haji yang sudah melalukan rangkaian ibadah haji yang tadinya merasa kelelahan dengan ibadah haji justru belum mau pulang karena mereka tidak akan tahu kapan mereka akan bisa datang ke baitulloh lagi..
    keluarga sofi bercucuran air mata, karena mereka terharu dengan apa yang sudah mereka lewati disini..

  27. Nur Aliffah MpI/4 berkata

    pada hari terakhir ini para jama’ah haji berlomba-lomba melaksanakan ibadah ditanah suci ini, ada yang melaksanakan umroh, dan ibadah yang lainnya. chronos beserta keluarganya sangat haru karena ibadah yang dilakukan sudah selesai, semoga chronos dan keluarganya menjadi haji yang mambur. aminn

  28. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, di part 28 ini hari terakhir bagi jamaah haji berada di Makkah. Suasana haru menyelimuti, shofi tak henti memberikan wejangan kepada chronos agar tetap menjaga hubungan tali persaudaraan sesama muslim.

  29. dinny alfiana. s MPI4 berkata

    detik-detik terakhir di tanah suci membuat jamaah haji yang sudah rindu dengan tanah air merasa begitu bahagia karena tak lama lagi mereka akan pulang ke kampung halaman dan bertemu serta berkumpul kembali dengan sanak saudara. dan dengan sisa waktu yang dimiliki untuk beribadah di tanah suci, banyak diantara jamaah yang melakukan berbagai sunnah umrah, i’tikaf di masjid dan membaca ayat-ayat suci alqur’an. seakan begitu menikmati detik tiap detik yang bergulir di tanah haram itu. subhanallah.

  30. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Pada part 28 adalah malam terakhir Chronos, Shofi, Vetra dan Siti berada di Mekah. Pada malam terakhir mereka melaksanakan thawaf wada’, suatu penghormatan terakhir jama’ah haji kepada Masjid al Haram dalam pelaksanaan ibadah haji. Thawaf wada mengakhiri seluruh prosesi haji’, jama’ah tidak diperkenankan melakukan amalan lain. Sesampainya di Ka’bah Chronos, Shofi, Siti dan Vetra langsung melaksanakan thawaf wada’, selesai melaksanakan thawaf mereka langsung berdoa dan selesai berdo’a mereka berpelukan bersama-sama.

  31. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Suasana haru menyelimuti para jama’ah haji, serta tidak dapat dipungkiri keluarga Shofi pun merasakan rasa terharu tersebut, mengapa ? karena mereka semua sebentar lagi akan meninggalkan ka’bah dan pulang ke kampung halamannya masing-masing.

  32. umar faruq mpi 4 berkata

    kelulusan yang paling indah adalah kelulusan dimana kita berupaya akan susah berada didalam prosesnya.
    yaitu kelulusan akhir dari sebuah impian akhir sebuah penantian di spanjang kehidupan yang dialami chronos dan keluarganya, lulus ibadah haji.
    dengan rasa yang mewarnai diawali kegelisahan diakhiri kebahagiaan.
    mengingat suatu pepatah “berrakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

  33. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Di part 28 ini bahwasanya akhir dari pelaksanaan ibadah haji yang sebagaimana para jamaah haji yang tadinya wajahnya kusut karena kangen dengan kampung halamanya justru malah mereka beranggapan akan merindukan ibadah haji maka dari ada beberapa dari mereka yang berlomba-lomba untuk umroh, membaca al-qur,an dan belanja, shofi mengatakan kepada chronos Semoga kau dapat menjadikan anak-anakmu seshalih Isma’il. Kau harus berjanji kepadaku .. untuk tetap datang ke kampung halamanku, saat aku masih ada atau saat aku sudah pergi meninggalkanmu.

  34. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    bismillahirrohmaniroohim…
    thawaf wadha mnejadi penyempurna dari setiap rangkain rangkaina haji. namun kebanyakan dari para haji melakukan sesuatu yang bukan seharusnya dilakukan pada saat itu, karena thawaf wadha merupakan thawaf terakhir/perpisahan para jamaah berada di tanah suci. tak banyak dari mereka untuk lebih mnedekatkan diri kepada Allah melainkan mereka sibuk dengan bawaan yang harus dibawa pulang sebagia oleh-oleh sepulang ibadah haji. Namun keluarga kecil chronos berada di tanah suci mereka berdoa dengan penuh kekhusyuan dan dipenuhi dengan cucuran air mata haru. shofi yang dalam keadaan kurang baik tetap semangat demi terciptanya keluarga sakinah mawadah dan warahmah. di sela-sela keramaian shofi pun memberikan pesan untuk anaknya agar tetap menjaga tali persaudaraan antar sesama manusia.

  35. pujiatii/MPI4 berkata

    pada part 28 ini sunggguh suasana haru begitu menyelimuti keluarga shofi, dengan melaksanakan haji wada’ dan rangkaian haji yang terakhir ini, air mata shofi dan chronos tiada henti terus bercucuran, keduanya nampak sangat terharu dan terbawa suasana. shofi kembali memeluk chronos dan terus memberikan beberapa wejangangan kepada anaknya itu, untuk terus mendidik anaknya menjadi anak-anak yang sholeh seprti ismail.

  36. uyunurrahmah (1415109031) MPI 4 berkata

    alhamdulillah di malam terkhir di kota makkah para jamaah akan melaksanakan towaf wada’ yaitu towaf perpisahan. seperti diketahui dari hadist di atas yang menyatakan bahwasannya setelah thawaf wada‘, jama’ah tidak diperkenankan melakukan amalan lain. Thawaf wada mengakhiri seluruh prosesi haji’. Hal ini didasarkan atas hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari sanad Ibnu Abbas yang menyatakan: “Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya di Baitullah yakni [thawaf wada’] kecuali bagi wanita yang sedang haidh.” Inilah landasan utama, mengapa jama’ah diharuskan melaksanakan thawaf wada’ dan thawaf wada’ masuk ke dalam wajib haji. Jika tidak, yang mana jika tidak melaksanakannya diharuskan untuk menggantinya dengan dzam dalam bentuk penyembelihan satu kambing. begitu pula keluarga chronos, sofi melaksanakn towaf dengan kursi roda dan shofi memimpin doa perpisahan dan saling berpelukan.

  37. Ririn Nur'aeni (MPI/4) berkata

    bismillah di part 28 ini..
    hari terakhir di mekkah tidak membuat jama’ah memanfaatkan untuk memperbanyak ibadahnya di tanah suci melainkan mereka sibuk sendiri dengan berbelanja untuk bawaan pulang ke tanah air. lagi lagi shofi memberi pwsan atau wejangan kepada anaknya untuk menjaga istri dan keluarganya dari api neraka dan menjaga tali persaudaraan dan mengabdilah untuk kemanusiaan. karena menurut shofi pengabdian kemanusiaan akan mendorong seseorang, tetap berada dalam posisi sebagai hujjaj yang tidak ada akhirnya.