Take a fresh look at your lifestyle.

Thomas Alfa Edison “Inspirator Manusia Genius”

0 55

Thomas Alfa Edison. Inilah penemu yang berhasil membuat dunia gelap menjadi terang. Membuat malam seolah menjadi siang dan revolusi ilmu yang dilahirkannya, telah membuat manusia benar-benar menjadi manusia. Revolusi, terutama dalam pengembangan sain dan teknologi, diawali ilmuan dunia, bernama Thomas Alfa Edison.

Manusia tidak lagi dapat dibatasi geraknya karena siang berakhir menjadi temaram, lalu gelap. Kesulitan beraktivitas di malam yang gelap tanpa bintang dan rembulan sekalipun, dibikin terang oleh suatu produk teknologi seorang manusia yang di masa kanak-kanaknya, disebut idiot. Termasuk kegiatan membaca dan menulis.

Melalui sosok Thomas Alfa Edison –yang sewaktu sekolah dasar dianggap idiot itu—lampu pijar menyala. Ia berhasil menemukan dan mendapatkan teori dan praktik pembuatan lampu pijar setelah puluhan tahun waktu dihabiskannya untuk itu. Ia sosok yang tidak pernah menyerah ketika risetnya belum menunjukkan hasil yang maksimal.  Kegagalan dan kegagalan selalu menyertainya, tetapi, ia tetap terus berjalan melakukan penelitian lebih lanjut. Ia menginspirasi banyak orang bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan.

Kritis dan Mengukur Kebenaran dengan Uji Coba

Sewaktu Sekolah dasar, ia sering disebut sebagai murid idiot. Awal kecerdasannya sederhana. Edison dianggap rewel karena sering bertanya pada sesuatu yang tidak masuk akal menurut ukuran waktu dan usianya. Pertanyaan yang dianggap tidak layak itu, terlihat misalnya seperti ketika ia bertanya kepada guru-gurunya itu, mengapa ayam berbulu dan manusia tidak, padahal alam dan berbagai cuaca yang dihadapi manusia dan ayam itu sama?

Begitupun saat dia bertanya, mengapa dan bagaimana caranya bulu ayam bisa menempel dalam daging ayam secara permanen? Pertanyaan semacam ini, telah membuat guru susah menjawab dan akhirnya ia dikeluarkan dari sekolah. Namun ketika Edison meninggal dunia, jenis pertanyaan yang tidak lazim menurut ukuran usia dan jamannya itu, kemudian diasosiasi sebagai bentuk pertanyaan manusia genius. Ini pula yang mengilhami lahirnya teori dan ciri manusia genius yang diukur salah satunya dari kualitas pertanyaan yang diajukan.

Orang tua Edison merasa malu atas dikeluarkannya Edison dari sekolah. Edison akhirnya dikurung di sebuah ruangan kecil yang layak disebut Gudang. Orang tuanya, tidak ingin dengan “kenakalan” Edison ini membuatnya abai dalam mengelola perusahaan dan pekerjaan yang mereka lakukan. Mereka merasa dengan ditempatkannya Edison di Gudang itu, aman. Edison dianggap tidak dapat bergerak dengan bebas ke sana kemari.

Menariknya, Edison tidak merasa sedih apalagi harus merasa marah kepada kedua orang tuanya karena mereka telah mengurungnya di Gudang. Ia justru merasa senang, terlebih ketika dia tahu kalau di Gudang itu, banyak sekali tersedia barang-barang yang dimiliki keluarganya. Barang-barang itulah yang kemudian dijadikan Edison sebagai alat permainan yang menyenangkan dirinya.

Kebenaran Hanya Akan Diperoleh Jika Kita Sudah Mencobanya

Pada suatu waktu, seorang gadis kecil, anak dari tetangga rumah orang tuanya, melewati Edison. Ia sedang asyik bermain di gudang. Anak perempuan itu bertanya. Hai kamu sedang apa? Thomas mengatakan bahwa dirinya sedang mengerami telur ayam. Anak perempuan itu bertanya dengan penuh keheranan. Apakah telur yang kau erami akan menetas? Dengan enteng, Edison menjawab bahwa bagaimana mungkin aku atau kamu tahu, telur ayam dapat menetas atau tidak, sementara kita belum pernah mencobanya.

Jawaban semacam ini pula yang menyebabkan dalam teori modern menyebut bahwa kebenaran hanya akan diperoleh jika kita sudah mencoba. Ini pula ciri lain bahwa Alfa Edison adalah manusia yang sangat genius. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar