Tidur Bersama Dalam Mimpi yang Berbeda | Candu Asmara Remaja Part – 8

Tidur Bersama Dalam Mimpi yang Berbeda | Candu Asmara Part-8
0 235

TIDUR BERSAMA — Kayla berhasil menyembunyikan rahasia keperawannya saat bersama dengan Rayhan. Rahasia yang sangat dalam disimpan di sanubari, dan tak mungkin Rayhan akan mengetahuinya. Ia menyimpan cukup rapat rahasia yang dimilikinya. Hari, minggu dan bulan berganti. Tidak terasa, sudah tiga bulan mereka berada di perantauan. Meski bagi Rayhan dan Kayla, perjalanan dimaksud harus dilewatinya dengan cara yang sangat menjenuhkan, karena berada di sebuah tempat pedalaman, akhirnya situasinya berakhir.

Mereka diperkenankan pulang ke kampung halaman oleh keluarga mereka. Sementara itu, anaknya tetap ditinggal pergi di Sumatera bersama saudara dari keluarga Kayla. Di pesawat menuju Bandara Soekarno-Hatta, Kayla tertidur dengan pulas. Mungkin saking capenya. Sementara itu, Rayhan tidak mampu memejamkan matanya, ia malah bergolak terus mengapa sang bidan mengatakan bahwa ini anak ke dua Kayla. Entah apa yang membisiki Rayhan sehingga, ia mulai terus tidak yakin akan keperawanan yang dipersembahkan Kayla kepadanya saat hubungan suami istri mereka untuk yang pertama kali di sofa di balai rumah orang tua Kayla.

Dalam lamunan Rayhan yang buruk itu, di luar dugaan, Kayla justru mengigau. Ia mengatakan: “Fredy, Fredy, Fredy tegaknya kamu”. Dalam keadaan mengigau begitu, Rayhan membangunkan Kayla. Hai … Kayla kamu mengigau. Kayla malas membuka matanya. Namun Rayhan terus menggoyahkan tubuhnya sampai kemudian ia bangun. Ada apa Ray … kata Kayla. Aku ngantuk banget. Rayhan menjawab, tidur boleh … tapi kamu jangan mengigau, malu sama orang lain.

Di Pesawat Kayla Mengigau

Ketika Rayhan bilang bahwa Kayla mengigau, baru ia menggesekan mukanya, dan bertanya: “Aku mengigau”. Ya kamu mengigau. Kamu menyebut nama Fredy beberapa kali. Siapa sich Fredy, tanya Rayhan penuh penasaran. Saat itu, Kayla hampir terpancing. Ia bengong dan menatap Rayhan dengan sangat dalam … Di hatinya, ia berkata: “Fredy, sebetapapun aku membenci kamu, di dasar hatiku, hanya kamu nama yang selalu hidup. Bersama kamu Fredy, aku merasakan bukan saja segenap cinta, tetapi, juga segenap rasa dan keindahan hubungan asmara. Betapa banyak laki-laki yang telah mencicipi aku, termasuk Rayhan, tetapi, tidak sosok yang seromantis dan segairah kamu dalam memperlakukan aku”.

Tatapan mata Kayla yang demikian, telah membuat Rayhan menjadi lebih penasaran. Rayhan kemudian bertanya … ko kamu kayak kaget aku nanya nama Fredy. Aku …. Kata Rayhan, menjadi kacau. Ada apa sesungguhnya, mulai dari pernyataan bidan, sampai ngingaunya kamu.Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan Kayla.

Bukan begitu Ray kata Kayla pelan. Cuma, masa aku mengigau dengan menyebut nama orang. Terlebih nama laki-laki. Sambil penuh rasa malas, Rayhan berkata: “Ya sudah kalau begitu! Mungkin kamu lelah”. Setelah itu, pesawatpun GAI turun di Bandara. Kayla dan Rayhan turun dari pesawat dan mereka meninggalkan bandara dengan naik Taxi, lalu naik bus Patas AC Budiman ke kampung halamannya.

Mereka datang ke rumah Kayla. Tetapi, keduanya tidak disambut hangat oleh keluarga.Suasana di rumah-pun, tampak mulai berantakan. Bisnis keluarga Kayla terus menerus menuru omzetnya. Indra dan Shofia juga tampak sangat lelah. Dalam situasi seperti itulah, Kayla dan Rayhan masuk ke kamar mereka, maklum hari sudah berganti menjadi malam saat mereka tiba itu. Mereka mandi berdua di kamar mandi kamar. Suatu suasana romantik yang tidak pernah mereka dapatkan di Sumatera.

Puncak Asmara di WC Kamar Tidur

Saat masuk ke kamar tidurnya, entah apa yang membisiki otaknya, tiba-tiba ketika ia melihat wc di kamar tidur, Kayla ingat bagaimana dia dan Fredy memadu asmara di tempat yang mirip, yakni di rumah Fredy. Tiba-tiba asmaranya terpacu dan akhirnya mengajak Rayhan mandi bersama di kamar mandi kamar tidurnya. Rayhan tak kuasa menolak ajakan Kayla untuk memadu asmara di wc. Rayhan terbawa dalam asmara yang membuncah. Meski hati kecilnya bertanya, mengapa Kayla demikian agresif.

Sementara itu, Kayla memeluk dan meminta Rayhan menggerakkan tangannya ke arena sensitif miliknya. Ia ingin apa yang telah dilakukan Fredy kepadanya beberapa tahun lalu, dapat dilakukan Rayhan dengan baik. Air mandi yang dialirkan dengan gemercik itu, telah membawa mereka terbang dalam mistis asmara mereka berdua. Kayla bernafas lega, saat apa yang dilakukan Fredy dulu, mampu dilakukan Rayhan dengan baik.

Berakhirlah mandi mereka dengan badan dan rambut terbasah kuyup. Keduanya, akhirnya memakai handuk dan baju tidur, lalu mereka mempersiapkan tidur, Kayla tetap membayangi Fredy sedang Rayhan tetap berada dalam kegelisahan. Namun, apapun itu ceritanya, kedua tertidur bersama dengan lelap dalam mimpinya masing-masing. Charly Siera –Bersambung

Komentar
Memuat...