Tinjauan Tentang Lingkungan Pendidikan

0 302

Secara umum, lingkungan dapat diartikan sebagai satu kesatuan ruang dengan segala daya, benda, keadaan, dan mahluk hidup. Termasuk didalamnya adalah manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Setidaknya, lingkungan dapat dibedakan menjadi empat macam, antara lain: lingkungan alam hayati, lingkungan alam non hayati, lingkungan buatan dan lingkungan sosial. Sebagai contoh misalnya, saat berada di sekolah, maka lingkungan biotiknya adalah berupa teman- teman sekolah. Di dalamnya termasuk para pendidik serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah. Juga didalamnya berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan- hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar sekolah.

Pendidikan dapat dimaknai sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Dalam pengertian lain, pendidikan juga dapat dimaknais sebagai sebuah proses pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya. Proses dimaksud pada akhirnya akan mampu menciptakan peserta didik yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Sedangkan lingkungan pendidikan, diartikan sebagai berbagi faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan. Lingkungan pendidikan sebagai berbagai lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan. Lingkungan dimaksud merupakan bagian dari lingkungan sosial.

Pada dasarnya, manusia memiliki sejumlah kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman dimaksud akan terjadi karena interaksi manusia dengan lingkungannya. Lingkungan tersebut dapat berupa baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial manusia secara efisien dan efektif. Maka, dalam pandangan penulis, itulah yang hari ini kita sebut sebagai pendidikan. Latar tempat berlangsungnya proses pendidikan itulah yang kemudian disebut lingkungan pendidikan. Hal dimaksud khususnya berkaitan pada tiga lingkungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah dan masyarakat (Umar Tirtaraharja et. al., 1990).

Lingkungan pendidikan pertama dan utama adalah keluarga. Namun, sebagaimana diketahui, semakin bertambah usia seseorang, maka peranan lingkungan pendidikan lainnya (yakni sekolah dan masyarakat) akan semakin penting meskipun pengaruh lingkungan keluarga masih dan akan tetap berlanjut.

Sartain (ahli psikologi Amerika), menyatakan bahwa yang dimaksud dengan lingkungan meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan cara- cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan atau life processes. Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan peserta didik, namun ia merupakan faktor yang sangat menentukan. Pengaruhnya sangat besar terhadap perkembangan peserta didik. Mengapa? sebab bagaimanapun anak tinggal dalam suatu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial.

Fungsi Lingkungan Pendidikan Terhadap Proses Pendidikan Manusia

Secara umum, lingkungan pendidikan berfungsi dalam membantu peserta didik berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya. Interaksi dimaksud utamanaya berkaitan dengan berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai sasaran dan tujuan pendidikan yang optimal. Penataan lingkungan pendidikan, dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang secara efektif dan efisien. Proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sebagai akibat interaksi dengan lingkungannya akan berlangsung secara alamiah dengan konsekuensi bahwa tumbuh kembang itu mungkin akan berlangsung lambat dan menyimpang dari tujuan pendidikan.

Oleh karena itu, diperlukan berbagai usaha secara sadar dalam proses mengatur dan mengendalikan lingkungan sedemikian rupa, agar dapat diperoleh peluang pencapaian tujuan pendidikan secara optimal. Hal ini juga dilakukan tentu dalam waktu serta dengan daya dan dana yang seminimal mungkin. Dengan demikian, diharapkan mutu sumber daya manusia semakin lama akan semakin meningkat. Hal itu hanya dapat diwujudkan jika setiap lingkungan pendidikan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya. ***Makmur

Bahan Bacaan:

Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan. Jakarta. PT. Kencana Prenada Media Group..

Guy R. Lefrancois. 1995. Theories of Human Learning. Kro: Kros Report

Masrukhi. 2000.  Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Rajawali Pers

Muslich, Masnur. 2007. Lingkungan Pendidikan Menuju Profesionalisme Pendidik. Jakarta: Bumi Aksara

Komentar
Memuat...