Tinjauan Tentang Minat Baca Peserta Didik

0 29

Berbicara tentang minat, Hurlock (1999) mendefinisikannya sebagai sumber motivasi yang mampu mendorong setiap orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Kondisi ini akan terlihat ketika mereka melihat sesuatu yang akan menguntungkan, maka mereka merasa berminat. Dan tentu hal ini akan mendatangkan kepuasan. Memperhatikan pendapat Hurlok tadi, dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu sikap batin seseorang, berupa perhatian khusus terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan dan perasaan senang. Minat dapat pula disebut sebagai dorongan yang kuat bagi seseorang dalam melakukan segala hal dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya. Membaca, adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang diajarkan di sekolah. Kegiatan membaca adalah kegiatan reseptif, yakni suatu bentuk penyerapan yang aktif. Dalam hal kegiatan membaca, pikiran dan mental harus dilibatkan secara aktif, tidak hanya aktifitas fisik semata.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), mendefinisikan membaca sebagai sebuah proses melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan dan dipergunakan oleh pembaca dalam rangka memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis. Dengan kata lain, membaca adalah memetik serta memahami arti ataupun makna yang terkandung dalam sebuah tulisan.

Definisi Membaca

Klein, dkk. dalam Farida Rahim (2005) mengemukakan definisi membaca mencangkup hal- hal sebagai berikut:

  • Membaca merupakan suatu proses; Maksudnya adalah informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh setiap pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk dan merangkai
  • Membaca adalah strategis; Pembaca yang efektif akan menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks maupun konteks dalam rangka membangun makna ketika membaca.
  • Membaca merupakan interaktif; Orang yang senang membaca, akan menemui berbagai tujuan yang ingin dicapainya. Teks yang dibaca harus mudah dipahami sehingga terjadi proses interaksi antara pembaca dan teks yang dibaca.

Memperhatikan berbagai pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa membaca merupakan suatu proses aktivitas komunikasi yang kompleks. Membaca memiliki tujuan untuk melihat, memahami baik isi ataupun makna dan memperoleh pesan yang disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulisan. Melalui kegiatan membaca, informasi dan pengetahuan yang berguna bagi kehidupan akan dapat diperoleh. Setiap aktivitas tentunya selalu mempunyai tujuan yang hendak dicapai, demikian pula dalam kegiatan membaca. Orang yang membaca dengan suatu tujuan, cenderung akan lebih memahami dibandingkan dengan mereka yang tidak mempunyai tujuan. Tujuan utama dalam kegiatan membaca adalah mencari serta memperoleh informasi, mencangkup isi, dan memahami makna bacaan.

Beberapa Hal Penting Dalam Membaca

Anderson dalam Tarigan (1979) mengemukakan beberapa hal yang penting dalam kegiatan membaca, sebagai berikut:

  • Kegiatan membaca dilakukan untuk memperoleh perincian- perincian ataupun fakta-fakta (reading for details or fact). Maksudnya adalah menemukan atau mengetahui berbagai penemuan yang telah dilakukan oleh para tokoh dan apa yang terjadi pada setiap
  • Membaca dilakukan untuk memperoleh ide- ide utama (reading for main ideas). Yakni mengetahui tentang topik dan masalah yang terdapat dalam sebuah cerita, yang dipelajari atau yang dialami oleh
  • Membaca dilakukan untuk mengetahui susunan atau organisasi cerita (reading for sequence or organization). Maksudnya adalah kegiatan membaca menjadi sebuah proses menemukan atau mengetahui apa yang terjadi dalam setiap bagian cerita. Tentu dalam makna rangkaian cerita dari awal hingga akhir.
  • Membaca dilakukan untuk menyimpulkan (reading for inference). Maksudnya adalah agarb pembaca mengetahui mengapa para tokoh merasakan seperti apa yang mereka rasakan dan apa yang hendak diperlihatkan oleh sang pengarang kepada para pembaca.
  • Membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan (reading to classify).Yakni menemukan dan mengetahui segala sesuatu yang tidak biasa. Sesuatu yang tidak wajar mengenai sosok seorang tokoh, apa yang lucu dalam sebuah cerita, atau pada tahap meyakini apakah cerita dimaksud benar atau tidak.
  • Membaca mengevaluasi (reading to evaluate). Yakni untuk menemukan apakah sang tokoh berhasil atau hidup dengan takaran atau ukuran-ukuran tertentu. Apakah kita ingin atau akan berbuat seperti yang diperbuat oleh sang tokoh. Atau kita akan bekerja seperti cara sang tokoh bekerja dalam cerita dimaksud.
  • Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast). Maksudnya adalah menemukan bagaimana cara sang tokoh berubah. Bagaimana kemudian hidupnya berbeda dari yang kita kenal. Bagaimana dua cerita mampu mempunyai persamaan dan bagaimana sang tokoh mampu menyerupai karakter maupun ekspektasi
Tujuan Utama Membaca

Dari uraian yang dikemukakan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan utama kegiatan membaca adalah untuk memperoleh makna yang tepat dari sebuah tulisan yang dibaca. Oleh karenanya, ia akan menjadikan seseorang untuk terus berpikir dan memahami makna yang terkandung dalam sebuah tulisan. Semakin banyak seseorang membaca, maka akan semakin tertantang pula seseorang untuk terus berpikir terhadap apa yang mereka baca.

Farida Rahim (2005) menyebutkan bahwa minat baca ialah keinginan yang kuat disertai dengan usaha- usaha dari seseorang untuk membaca. Orang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan mewujudkannya dalam bentuk kesediaan untuk mendapat bahan bacaan. Ia kemudian akan membacanya atas dasar kesadaran sendiri ataupun dorongan dari luar.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Baca

Dawson dan Bamman dalam Rahman (1985) menyebut prinsip- prinsip yang mempengaruhi minat baca adalah sebagai berikut:

  • Seseorang dapat menemukan kebutuhan dasarnya lewat bahan bacaan jika topik, isi, pokok persoalan, tingkat kesulitan, dan cara penyajiannya sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Isi dari bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan individu, merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap minat mem
  • Kegiatan dan kebiasaan membaca akan dianggap berhasil atau bermanfaat jika peserta didik mampu memperoleh kepuasan dan ia dapat memenuhi segala kebutuhan kebutuhan dasarnya. Kebutuhan dasar dimaksud yaitu rasa aman, status, kedudukan tertentu, kepuasan efektif dan kebebasan yang sesuai dengan kenyataan serta tingkat perkembangannya.
  • Tersedianya sarana buku- buku bacaan dalam keluarga merupakan salah satu faktor pendorong terhadap pilihan bahan bacaan dan minat baca. Ragam bacaan yang beraneka ragam sekaligus memadai dalam keluarga akan sangat membantu dalam meningkatkan minat baca.
  • Tersedianya perpustakaan sekolah yang relatif lengkap dan sempurna serta kemudahan proses peminjamannya akan menjadi faktor yang cukup besar dalam mendorong minat baca peserta didik.
  • Adanya berbagai program khusus kurikuler yang akan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk membaca secara periodik akan sangat mendorong perkembangan dan peningkatan minat baca peserta didik.
  • Berbagai saran dari teman sekelas merupakan faktor eksternal yang dapat mendorong timbulnya minat baca peserta didik. Pergaulan dan cara berteman dalam lingkungan pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan minat baca peserta didik.
  • Guru juga berpengaruh terhadap kemampuan mengelola kegiatan dan interaksi belajar mengajar. Guru yang baik harus selalu mengetahui karakteristik dan minat peserta didik. Guru bisa menyajikan berbagai bahan bacaan yang menarik dan bervariasi agar peserta didik tidak merasa bosan.
  • Jenis kelamin juga berfungsi sebagai pendorong pemilihan buku bacaan dan minat baca peserta didik. Siswa perempuan biasanya lebih suka membaca novel, cerita drama maupun cerita persahabatan. Sedangkan mereka yang anak laki- laki biasanya lebih suka cerita bertema kepahlawanan.
Faktor Lainnya

Harris dan Sipay dalam Mujiati (2001) mengemukakan bahwa minat baca peserta didik sesungguhnya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor personal dan factor institusional. Faktor personal ialah faktor yang berasal dari dalam diri setiap peserta didik yang meliputi: (1) usia, (2) jenis kelamin, (3) intelegensi, (4) kemampuan membaca, (5) sikap, (6) kebutuhan psikologis. Faktor institusional merupakan faktor yang berasal dari luar individu peserta didik yang meliputi: (1) tersedianya buku- buku bacaan, (2) status sosial ekonomi keluarga, (3) pengaruh dari orang tua, teman sebaya dan guru.

Dengan demikian minat membaca sesungguhnya tidak begitu saja dimiliki oleh setiap peserta didik melainkan harus dibentuk. Perlu berbagai macam upaya, terutama dari kalangan pendidik–di samping dari lingkungan keluarganya sebagai lingkungan terdekat– untuk melatih, memupuk, membina, dan meningkatkan minat baca peserta didik. Mengapa? karena minat memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan langkah yang akan dikerjakan. Sekalipun motivasinya sangat kuat, jika ia tidak memiliki minat, tentu segala sesuatunya tidak akan tercapai secara optimal. Sehingga, kedudukan minat dalam kegiatan membaca menduduki tingkat paling atas, karena tanpa minat peserta didik akan sulit untuk melakukan kegiatan membaca. *** Muzni Subkhan

Bahan Bacaan:

Baharuddin. 2000. Pendidikan dan Psikologi Perkembangan. Jogjakarta: Ar Ruzz Media.

Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan. Jakarta. PT. Kencana Prenada Media Group.

Danim, Sudarwan. 2010. Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta.

Hamalik, Oemar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Kartini Kartono. 1998. Ilmu Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta

Masrukhi. 2000. Interaksi Dan Kualitas Belajar Mengajar. Jakarta. Rajawali Pers

Muhibbin Syah. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung.  Remaja Rosdakarya

Muslich, Masnur. 2007. Minat Baca Peserta Didik Menuju Profesionalisme Pendidik. Jakarta: Bumi Aksara.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.