Tip Hemat Anggaran Saat Mudik Lebaran

0 22

Tip Hemat Anggaran Saat Mudik Lebaran | Berapa banyak uang yang harus disediakan saat kegiatan mudik berlangsung? Berapapun banyaknya uang yang disediakan, pasti akan habis. Tidak akan tersisa sedikitpun. Bukan saja dompet menjadi kosong, tetapi, ATM-pun terkuras.

Tidak selesai sampai di situ, kegiatan mudik bahkan kadang akan menjadi beban baru begitu kembali ke tempat kerja. Pada akhirnya, sang pemudik jika gagal melakukan pengelolaan keuangan, maka, pasti tidak selesai dua bulan berikut setelah kerja kembali.

Gajih selama dua bulan ke depan akan terlunta-lunta, sementara tagihan kartu kredit atau leasing kendaraan menjadi macet. Ia sempat menidurkan kendaraannya di lembaga keuangan yang membiayai kredit kendaraannya gara-gara mudik.

Inilah yang dialami Maskun Kuncoro Jakti sebelum akhirnya ia menemukan teori jitu pengelolaan keuangan ketika mudik berlangsung. Siapakah Maskun Kuncoro Jakti? Ia adalah seorang biro kepegawaian dan keuangan di sebuah perguruan tinggi swasta di salah satu kota Metropolis di Jawa Barat.

Dua tahun terakhir, ia berhasil ke luar dari krisis mudik. Dompetnya tidak habis. ATM tidak terkuras dan mobil tidak menginap lagi di leasing. Inilah teori yang dibangunnya.

1. Disiplin Pengeluaran Keuangan

Menurut Maskun, langkah penting dalam pengelolaan keuangan saat mudik adalah disiplin dalam penggunaan keuangan. Jangan terjebak melihat ingin dipuji dengan membawa segenap barang-barang yang bakal dibagikan, atau memberikan uang sembarangan kepada orang-orang yang menjadi teman, saudara atau kolega masa lalu di kampung.

Misalnya, jika anda membawa bekal 4 juta untuk keperluan mudik selama 8 hari, maka, biaya yang harus anda keluarkan selama satu hari tidak boleh lebih dari 500 ribu. Uang sebesar itu, bisa dipakai untuk berbagi atau membeli sesuatu. Bisa juga dipakai untuk rekreasi bersama atau makan bersama. Jika uang sebesar 500 ribu sudah ke luar, maka, jangan dipaksakan untuk mengeluarkan uang untuk keperluan hari berikutnya.

2. Hindari Dana yang Bersipat Tunai

Maskun menyatakan bahwa di masa lalu, ia lebih senang menyimpan uang di dompet atau didasboard mobil. Menurutnya ternyata hal ini salah. Lebih baik uang disimpan dalam rekening bank dan kita dapat mengambilnya setiap waktu jika dibutuhkan melalui Anjungan Tunai Mandiri.

Melalui penyimpanan uang di Bank tersebut, anda memiliki kesempatan untuk menyisakan uang sebetapapun kecilnya. Minimal uang yang tersimpan itu dapat digunakan untuk keperluan balik mudik dalam pembelian bensin. Pesan ini ia sampaikan sebab ia mengalami nasib buruk.

Mobilnya terpaksa berhenti selama 6 jam di jalan, karena ia tidak memiliki kemampuan membeli bensin.Mobilnya baru kembali jalan, setelah teman di kota mengirimkan uang untuk keperluan pembelian bensin dimaksud. Acep M. Lutvi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.