Inspirasi Tanpa Batas

Tipe Orang yang Sehat Jiwa dalam Kematangan Beragama

0 121

Konten Sponsor

Zaman kini marak sekali aliran-aliran agama yang tersebar di Dunia, sehingga masyarakat bingung harus aliran manakah yang mereka pilih untuk penuntun hidupnya. Kebanyakan sekarang masyarakat yang tidak tahu agama secara mendasar dan menjadi fanatic dan menganggap yang mereka pilih adalah paling benar. Padahal agama itu luwes tidak saklek terhadap sesuatu.

Harusya kehati-hatian yang lebih terhadap sesuatu yang dari dasarnya tidak tahu maksud dan tujuannya apa. Karena kerap sekali sekarang agama disangkut pautkan dalam segala hal, seperti politik, trand, style, dan lain sebagainya. Semata-mata itu hanya untuk menaikkan popularitas suatu kaum tertentu. Karenanya kita harus memahami ciri dan sifat agama pada orang yang sehat jiwa.

Ciri dan sifat agama pada orang yang sehat jiwa. Menurut W. Starbuck yang dikemukakan oleh W.Housston Clark dalam Religion psychology :

  1. Optimis dan Gembira

Orang yang sehat jiwa menghayati segala bentuk ajaran agama dengan perasaan optimis.Pahala menurut pandangannya adalah sebagai hasil jerih parah yang diberikan tuhan.Sebaliknya, segala bentuk musibah dan penderitaan dianggap sebagai keteledoran dan kesalahan yang dibuatnya dan tidak beranggapan sebagai peringatan tuhan terhadap dosa manusia.

  1. Ekstrovet dan tak Mendalam

Sikap Optimis dan terbuka yang dimiliki orang yang sehat jiwa ini menyebabkan mereka mudah melupakan kesan – kesan buruk dan luka hati yang tergores sebagai ekses religiusitas tindakanya.

  1. Menyenangi ajaran ketauhidan secara liberal

Sebagai pengaruh kepribadian yang ekstrovet maka mereka cenderung :

  • Menyenangi teologi yang luwes dan tidak kaku
  • Menunjukan tingkah laku keagamaan yang lebih bebas
  • Menekankan ajaran cinta kasih daripada kemurkaan dan dosa.
  • Mempelopori pembelaan terhadap kepentingan agama secara social.
  • Tidak menyenangi implikasi penebusan dosa dan kehidupan kebiaraan
  • Bersifat liberal dalam menafsirkan pengertian ajaran agama.
  • Selalu berpandangan positif
  • Berkembang secara graduasi

Walaupun keberagamaan orang dewasa ditandai dengan keteguhan dalam pendirian, ketetapan dan kepercayaan, baik dalam bentuk positif, maupun negative, namun dalam kenyataan yang ditemui masih banyak juga orang dewasa yang berubah keyakinan dan kepercayaan. Lebih banyak diskusi tentang agama dengan orang yang paham akan pengetahuan agama, akan membuat kita lebih banyak tahu dan tidak salah dalam menyikapi sesuatu. Sejatinya di dunia ini memang tidak ada yang benar-benar sempurna, namun bagaimna caranya keputusan yang telah dipilih tidak akan membuat penyesalan, dan akhirnya agama tidak lagi dianggap penting dalam hidup.

,

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar