Tips Manajerial – Mengenal Lebih Jauh Manajer dan Manajemen

Tips Manajerial – Mengenal Lebih Jauh Manajer dan Manajemen
0 529

Dalam sebuah institusi atau perusahaan, tentunya kita sangat familiar dengan jabatan Manajer. Sebenarnya apa sih arti dari Manajer itu sendiri? Dilihat dari asal katanya, manajer berasal dari bahasa Inggris (to manage), yang artinya mengatur. Kemudian, kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi Manajer yang mengatur sebuah sistem pengaturan yang disebut Manajemen.

Menurut Robbins dalam bukunya Management (Prentice Hall, 2007), Manager is Someone who coordinates and oversees the work of other people so that organizational goals can be accomplished. Manajer adalah seseorang orang yang mengkoordinasi dan memantau pekerjaan dari orang lain sehingga tujuan dari perusahaan/organisasi bisa tercapai.

Klasifikasi Manajer

  • First-Line Manager; adalah sebuah posisi manajer pada tingkat bawah, yang memanage/mengatur pekerjaan dari karyawan non-manajerial. Artinya, posisi manajer ini bersentuhan langsung dengan pekerja dan karyawan di setiap divisi.
  • Middle Manajer; setingkat diatas First-Line Manager, Middle Manajer berada di tingkat tengah dan bertanggung jawab untuk mengatur pekerjaan dari First-Line Manager. Intinya, Middle Manajer adalah manajernya First-Line Manager.
  • Top Manager; merupakan posisi manajer pada tingkat teratas, yang bertanggung jawab untuk membuat dan menentukan arah perusahaan, dan membangun rencana dan tujuan yang dapat memberikan perubahan positif bagi perusahaan atau organisasi.
Klasifikasi dan Tingkat Manajer
Gambar: Klasifikasi dan Tingkat Manajer

Fokus dari Sebuah Manajemen

Ketika kita membuat sebuah manajemen dan menempatkan seorang manajer untuk mengatur sistem pengaturan tersebut, tentunya ada fokus dan tujuan yang ingin kita capai dari sebuah manajemen itu sendiri. Secara umum, ada dua fokus utama dari sebuah manajemen,

  • Efficiency; Efisiensi berarti “Doing things right”, melakukan hal secara benar. Ini berarti, sebuah manajemen diharapkan menjadi aturan bagi seluruh aktivitas perusahaan agar dapat melakukan sebuah hal secara benar. Tujuan dari efisiensi adalah getting the most output for the least inputs, yang artinya mendapatkan output paling banyak dengan input paling sedikit. Dengan melakukan hal secara benar, maka tidak ada waktu dan tenaga yang terbuang sia-sia. Sehingga, hasil akan lebih optimal dengan usaha seminimal mungkin.
  • Effectiveness; Efektivitas bearti “Doing the right things”, melakukan hal benar. Tidak cukup hanya melakukan hal secara benar saja, sebuah manajemen juga diharapkan dapat membuat akktivitas perusahaan untuk melakukan hal yang benar, bukan sebaliknya. Tujuannya adalah untuk attaining organizational goals, mencapai tujuan organisasi. Dengan melakukan hal benar, maka tujuan dari sebuah organisasi bisa segera tercapai.

Dari penjelasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa sebuah manajemen berjuang untuk Meminimalisir Sumber Daya yang Terbuang (Efektivitas), dan untuk Mencapai Tujuan yang Tinggi (Efisiensi).

Oleh: Ade Fadlurrohman (Penulis adalah Mahasiswa Semester Akhir Universitas Presiden)

Komentar
Memuat...