Tips Menyakinkan Orang Tua Saat Terkendala Restu Untuk Menikah Muda

0 52

Banyak anak muda zaman sekarang yang ingin menikah muda walaupun mereka belum bisa dikatakan cukup mapan untuk menikah. Alasan mereka berbeda-beda, mulai dari menghindari zinah, takut kekasihnya direbut orang lain, dan masih banyak lagi. Saat ini menikah di usia muda seolah menjadi trend, bukan hanya terjadi di kalangan masyarakat biasa, publik figur pun banyak yang memutuskan untuk menikah muda. Namun walaupun sekarang banyak anak muda yang ingin nikah muda, kenyataannya banyak juga orang tua yang tidak setuju.

Zaman dulu nikah muda sudah biasa, bahkan banyak yang baru keluar SD sudah dinikahkan yang berbanding terbalik dengan zaman sekarang. Kebanyakan orang tua saat ini menganggap bahwa nikah muda itu kurang baik. Anak dianggap siap menikah jika sudah lulus kuliah, mempunyai penghasilan dan pekerjaan tetap, memiliki tabungan, bahkan sudah memiliki tempat tinggal dan kendaraan.

Yang perlu dimengerti, bahwa ketidak setujuan orang tua serinng kali disebabkan oleh kekhawatiran mereka pada anaknya setelah menikah nanti. Itu bukalah petanda mereka marah, justru sikap orang tua seperti itu adalah tanda dan bukti kasih sayang mereka kepada anaknya. Maka itu harus kita hargai.

Mereka yang sejak kecil mendidik dan mengurus kita, maka mereka juga tahu betul dan lebih memahami diri kita. Ketika mereka belum setuju, itu artinya mereka melihat bahwa diri kita belum layak mengemban tugas dan tanggung jawab yang besar dalam berumah tangga.

Melihat pemikiran orang tua yang seperti itu, maka yang harus dilakukan adalah berusaha untuk memberi penjelasan yang logis kepada mereka. Karena bagaimanapun, mengubah pola pikir orang seperti itu yang memiliki banyak kekhawatiran tidaklah mudah. Perlu kesabaran dan keistiqamahan yang tinggi. Tentu tidak bijak rasanya jika mendadak dan terburu-buru mengungkapkan keinginan tersebut kepada mereka. Maka harus disampaikan perlahan-lahan.

Cobalah pada setiap kesempatan seperti saat sedang ngobrol-ngobrol santai, atau saat sedang menonton tv dan saat-saat santai lainnya untuk menyelipkan diskusi ringan tentang pernikahan kepada mereka. Atau dalam obrolan-obrolan ringan mengisahkan beberapa kisah insfiratif orang-orang yang sukses setelah nikah muda. Bisa juga bercerita tentang fenomena buruk anak muda zaman sekarang yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas seperti hamil diluar nikah dan kuliahnya terputus gara-gara pacaran. Lalu jelaskan bahwa banyak sekali bahaya yang mengancam iman anak muda saat ini dan kita tidak ingin terjerumus sepereti mereka. Jika kita sering diskusi ringan seperti ini dengan orang tua, diharapkan setelah itu mereka paham dan mengerti jika suatu waktu kita meminta restu untuk menikah muda.

Selain melakukan hal di atas, kita juga perlu meyakinkan mereka dengan tindakan. Karena tidak akan serta merta merestui keinginan kita jika diri kita sendiri tidak melakukan tindakan yang dapat meyakinkan mereka. Tindakan itu misalnya, bersikap dan bertindak lebih dewasa dan lebih bijak, menuruti perintah orang tua, jika perempuan mulailah belajar memasak, mengurus rumah, membantu ibu.

Jika laki-laki belajarlah membantu pekerjaan ayah, belajar mandiri, apalagi jika sudah lulus kuliah cobalah untuk segera mencari pekerjaan. Buatlah perubahan yang positif, dan buatlah orang tua bangga. Suatu saat mereka akan melihat bahwa anaknya sudah layak untuk menanggung tanggung jawab yang besar. Hingga suatu saat kita meminta izin untuk menikah muda, kita tidak akan sulit untuk mendapatkan restu mereka.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.