Tips Ini Mungkin Membantu Anda Menghadapi Karyawan Yang Lebih Tua

0 29

Saat Anda terjun menjadi seorang entrepreneur di usia yang masih tergolong belia, dapat dipastikan Anda akan memiliki karyawan yang memang berusia lebih tua. Meskipun karyawan yang lebih tua secara alami memiliki lebih banyak pengalaman yang dapat Anda manfaatkan menjadi aset perusahaan, yang Anda juga harus ingat bahwa harus terciptanya suatu keseimbangan agar semua pihak dapat bekerja dengan baik sebagai satu perusahaan baru yang lengkap. Tak hanya kemauan Anda ingin semua pekerja untuk selalu menyukai Anda, akan lebih baik Anda mendapatkan rasa hormat mereka meskipun usia Anda tergolong lebih muda darinya.

Sebagai seseorang yang mempunyai perusahaan dengan karyawan yang lebih tua, Anda dapat menggunakan dua trik berikut ini supaya para karyawan yang lebih tua dapat dikelola dengan lebih baik.

Berperilaku seperti bos

Berperilaku seperti bos
Berperilaku seperti bos

Setelah mendirikan perusahaan baru, seorang entrepreneur akan merekrut seorang karyawan dengan usia yang jauh lebih tua karena pengalaman mereka yang tentunya lebih banyak, juga jam terbang yang lebih banyak serta prestasi dan kompetensi yang sudah teruji.

Jika Anda menempatkan diri Anda sebagai seseorang yang lebih muda dalam konektifitas pekerjaan, Anda akan menempatkan diri sendiri dalam kesulitan. Mengapa? Karena Anda akan diremehkan secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan. Dan apa yang Anda anggap sebagai sopan santun pada orang yang lebih tua dan senior akan menjadi bumerang bagi Anda dalam jangka panjang.

Caranya? Cobalah berusaha untuk bersikap wajar, tanpa harus mengingat usia karyawan Anda. Perlakukan ia dengan selayaknya, setara seperti karyawan lain. Anda tetap harus menegur saat ia melakukan kesalahan. Anda juga tak boleh enggan mengingatkannya terhadap komitmen yang ia lupakan. Jadi berperilaku seperti bos.

Kesampingkan ego Anda

Bahaya lainnya yang diakibatkan karena terlalu mempedulikan kesenjangan usia ialah kecenderungan untuk terlalu menunjukkan dominasi Anda sebagai si majikan. Ini adalah kebalikan dari yang sebelumnya. Anda terlalu percaya diri, bahkan mendekati perilaku sombong, saat menghadapi para pekerja yang berusia di bawah Anda.

Pahami pentingnya bersikap rendah hati saat memimpin. Tak hanya sikap rendah hati akan menyelamatkan nama baik Anda dari para karyawan yang lebih senior, Anda juga akan berpeluang lebih tinggi saat berhadapan dengan sang venture capitalist. VC yang berusia lebih tua bisa saja kehilangan minat untuk bekerja sama saat melihat Anda terlalu pongah. Meskipun Anda tak bermaksud untuk terkesan sombong, kepercayaan diri yang berlebihan juga bisa berbalik menyerang Anda.

Pelajaran yang bisa kita petik ialah tak peduli seberapa cerdas dan cemerlangnya Anda sebagai seorang entrepreneur, jagalah sikap percaya diri Anda. Jika ekstrim, Anda dapat berakhir menyesali karena terlalu rendah diri atau di sisi lain , karena merasa terlalu sombong. Dengan sikap percaya diri yang sewajarnya, Anda akan lebih banyak mendapatkan relasi dan masukan yang positif dan ide-ide brilian. Karena tanpa adanya orang lain, usaha Anda akan sia-sia. (dhirga)

Komentar
Memuat...