Inspirasi Tanpa Batas

Tips Sederhana Mengobati Rasa Kekecewaan

Tips Sederhana ini Akan Mengobati Rasa Kekecewaan Kamu
0 1.674

Ketika kita mengharapkan sesuatu, tetapi ternyata sesuatu yang kita harapkan itu tidak terwujud, tentu hati kita akan kecewa. Kita bertemu seseorang, ia menjanjikan akan memberi pekerjaan, ternyata setelah ditunggu beberpa lama, orang itu  tidak ada kabar lagi. Entah kemana? Padahal kita sangaat butuh pekerjaan.

Dialah harapan yang kita mnanti-natikan kehadirannya dengan membawa kabar baik yang pernah dijanjikannya itu. Kita tentu sangat kecewa mendapati kenyataan seperti itu.

Kekecewaan bisa terjadi dengan berbagai macam sebab. Pemicunya pun sangat banyak. Diantaranya bisa karena janji yang tidak ditepati, gagal dalam suatu karir, dihianati oleh teman atau pasangan sendiri, kebaikan kita ternyata justru dibalas dengan keburukan, dan masih banyak lagi.

Kekecewaan memang bukan suatu larangan bagi manusia, justrou itu hal yang normal. Namun alangkah baiknya jika kekecewaan ini bisa kita ubah menjadi sesuatu yang lebih positif, sehingga kita tidak terus-terusan larut dalam kekecewaan yang membuat hati kita sakit, gelisah dendam bahkan ingin bunuh diri.

Jangan sampai kekecewaan yang sedang dialami dilampiaskan pada hal-hal yang salah dan membahayakan.  Maka dampak negatif seperti itu perlu kita sikapi untuk dicari solusinya.

Drs. Taufik Rohman Dhohuri, M.Si dkk (2007) menyatakan bahwa seseorang yang mengalami kekecewaan apabila tidak dapat mengalihkannya ke hal-hal positif, makan ia akan berusaha untuk memuaskan rasa kecewanya pada hal-hal negatif sebagai pelarian. Misalnya bunuh diri, dendam, aksi kriminal, membunuh, menganiaya dan lain sebagainya.

Pelampiasan rasa kecewa dengan mencari pelarian yang sifatnya negatif pasti dampaknya negatif juga. Apabila rasa kecewa itu disikapi dengan sikap positif, maka hasilnya pun akan positif dan tidak ada yang dirugikan.

Misalnya saja, ketika kita dikecewakan oleh seseorang. Dia menjanjikan kita sesuatu, tapi ternyata tidak menepatinya. Apabila kita berpikirnya positif, maka kita akan berpikir, oh… mungkin dia lupa dengan janjinya. Bukankah lupa itu sifat manusia yang wajar? Lalu kenapa harus kecewa jika dia benar-benar lupa. Atau kalau tidak, mungkin dia sedang punya masalah dan sedang sibuk yang menyebabkan janjinya tidak segera ditepati.

Menyikapi secara positif seperti ini lah yang harus kita lakukan agar kita tidak kecewa dan tidak berburuk sangka. Bisa juga pengalaman kecewa ini kita jadikan sebagai pelajaran berharga dalam hidup supaya tidak melakukan hal serupa pada orang lain, karena kita pernah merasakan sendiri bahwa dikecewakan itu rasanya sangat tidak enak dan menyakitkan.

Orang yang dikecewakan, tentu hatinya akan sakit. Apabila kita saja merasa sakit hati jika dikecewakan oleh orang lain, maka jangan sampai kita juga mengecewakan orang lain. Bukan lantas kekecewaan itu kita lampiaskan kepada orang lain karena akan menimbulkan perasaan dendam.

Padahal dendam membutuhkan pelampiasan. Hasilnya, aksi balas dendam ini tidak akan membuat kecewa kita hilang, tapi justru kita akan gelisah memikirkan bagaimna cara untuk membalas rasa kecewa tersebut.

Hal ini akan menjadi rantai kekecewaan yang tidak akan putus-putus. Orang yang kita kecewakan akan mencari korban baru untuk dikecewakan dan bahkan kita sendiri akan dikecewakan lagi oleh orang lain.

Oleh karena itu,berpikirlah positif agar kekecewaan kita bisa terobati. Dengan berpikir positif, kita akan berprasangka baik kepada orag lain dan hati serta pikiran kita pun tidak akan cape akibat memikirkan yang tidak-tidak. Memang tidak mudah untuk melakukan hal ini, tetapi tidak ada hal lain yang lebih baik yang harus kita lakukan supaya hati dan pikiran kita tetap tenang ketika sedang dikecewakan.

Komentar
Memuat...