Inspirasi Tanpa Batas

Tips Sederhana Puasanya Mahasiswa Perantau Yang Jauh Dari Keluarga

0 2

Konten Sponsor

Memasuki bulan Ramadhan, siklus dalam menjalani rutinitas juga ikut berbeda. Perbedaan tersebut tentu dirasakan juga oeh mereka para mahasiswa yang harus masuk kuliah dan mengerjakan tugas kuiahnya. Apalagi, jika kamu merupakan mahasiswa perantauan yang jauh dari keluarga.

Saat menjaani bulan Puasa di perantauan memang terasa berat lebih-lebih jika memiliki rutinitas yang padat. Selain harus menyiapkan sendiri menu berbuka, yang paling terasa menyedihkan adalah saat tiba waktu shaur.

Bagi mereka yang biasa masak sendiri saat shaur tiba, memang harus ekstra semangat walaupun berat, kalaupun lagi malas masak, terbatasnya warung makan yang buka saat waktu shaur, sering menambah kepiluan mereka mahasiswa perantau.

Nah untuk itu, agar tetap semangat menjalani perkuliahan dan puasanya tetap lancer berikut tips khususnya:

1. Aktifitas memang bakal lebih padat, namun harus pintar Menyiasati waktu

Pada dasarnya Istirahat cukup dan bangun pagi merupakan kunci bagi agar kuliah selalu prima dan tidak mengantuk, dan mengatur waktu istrahat adalah piihan bijaknya.

2. Sediakan makanan siap saji untuk sahur

Sebagai mahasiswa rantau yang jauh dari keluarga dan orang tua, point ini cukup penting. Selain menjaga apabila bangun telat dan memberi ketenangan dalam menghadapi sahur.

3. Komunikasi dengan tetangga atau orang terdekat untuk minta dingatkan

Ini penting karena, rangkaian aktivitas biasanya membuat tidur si anak kost kadang teambat, jika kita sudah berkomunikasi dengan tetangga atau orang terdekat untuk minta dingatkan sahur, tentu ini sangat membatu.

4. Agar tetap hemat, memilih membeli makanan jadi bias jadi solusi

Ketika masuk waktu sahur, sebagai anak kos yang terkenal dengan asas hemat demi kehidupan di hari berikutnya. Karena itu,memilih membeli makanan jadi bisa jadi sousi terbaik.

5. Hindari bergadang yang tidak penting

Dalam menjaga kebugaran badan, sebaiknya hindari bergadang yang menurut kalian tidak penting. Hal ini diakukan agar puasa dan aktivitas tetap lancer.

Sebenarnya, setiap mahasiswa yang kuliahnya jauh dari orang tua atau dikenal dengan Mahasiswa Perantau, sudah terbiasa mandiri dan mengerti apa yang harus ia lakukan dalam perantauan. Kiat di atas merupakan pilihan menjaga puasa dan aktivitas perkuliahan tetap ancar. [aL]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar