Titik Balik Peran Kaum Ibu dalam Domain Publik

0 13

Titik Balik Peran Kaum Ibu. Gerakan gender tampaknya, akan segera usang. Banyak kaum wanita kini membalikkan sejarah kehidupannya. Mengapa? Sebab banyak kaum perempuan yang lebih baik memilih berada di rumah, ketimbang menjadi bagian dari riak-riak domain publik. Kehadiran mereka yang berada di domain domestik, bukan karena mereka tidak terdidik. Tetapi, justru karena mereka sangat terdidik.

Di kalangan kaum terdidik perempuan, sudah mulai ada kesadaran bahwa berada di domain publik tidak selamanya membawa manfaat. Dalam kasus tertentu, malah membuat dinamika kehidupan sedikit banyak mulai ganjil. Ganjil bukan dalam konteks relasi antara suami dan istri, tetapi, lebih pada pemeliharaan hubungan baik antara dia dengan anak-anak kesayangannya.

Relasi anak dan ibu yang renggang ini, banyak yang menimbulkan gejala kurang baik dalam pertumbuhan dan perkembangan kejiwaan anak. Karena rasa sayang kepada anak itulah, sekali lagi, banyak kaum ibu yang kemudian memilih berada di domain domestik.

Di Rumah Perempuan Jauh Lebih Profesional

Namun demikian, ketika mereka memilih berada di domain domestik, bukan berarti mereka tidak berkiprah dalam konteks sosial. Kiprahnya justru menjadi demikian meningkat ketika hari-harinya berada dalam domain domestik tadi. Banyak kaum ibu yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk keluarganya itu, malah, mampu mendongkak ekonomi keluarga menjadi lebih signifikan.

Di sela masa senggangnya mengurus anak, ada ibu-ibu yang terdidik itu, mulai membuka gerai pakaian di salah satu kamarnya. Ada juga membuka pabrikasi kecil-kecilan untuk keperluan home indutry atau bisnis kecil-kecilan. Namun tidak sedikit di antara mereka justru mengembara dalam samudera dunia yang tidak terbatas.

Misalnya banyak kaum ibu yang membuat web-web dan youtube-youtube strategis baik untuk keperluan bisnis online maupun dalam keperluan bisnis web atau youtube itu sendiri. Tidak sedikit melalui mekanisme ini, banyak di antara kaum ibu itu malah menjadi konsultan bisnis dan konslutan keluarga.

Bahkan tidak sedikit, mereka yang membuka praktik sesuai dengan profesinya masing-masing. Itu semua dikerjakan di rumah mereka sampai memopokin anak atau melayani suaminya. Mereka tidak memilih menjadi bawahan atau tenaga profesional lain di domain-domain publik yang tidak dimilikinya.

Perempuan yang menjadi dokter juga sama. Hari ini, lebih baik memilih membuka praktek di rumahnya dibandingkan bekerja di Puskesmas, rumah sakit  atau di apotek milik orang lain. Ia memilih membuka praktek mandiri sambil sedikit demi sedikit membuka apotek untuk keperluan penyediaan obat.

Perempuan yang terdidik sebagai psikolog, tidak sedikit yang membuka praktek konseling di rumah mereka. Mereka bukan hanya mengkonseling diri dan keluarganya, tetapi, juga mengkonseling banyak orang di sekitar diri mereka. Dari kegiatan semacam inilah, sektor ekonomi mereka menjadi lebih meningkat. Nggak percaya coba aja. By. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.