Tokoh di Balik Berkibarnya Bendera Merah Putih

0 98

Shimizu, Chaerul Basri dan Fatmawati adalah tokoh penting di balik berkibarnya bendera merah putih milik Indonesia. Saat proklamasi Indonesia benar-benar diproklamirkan Soekarno-Hatta, maka, bendera buatan Fatmawati inilah yang berkibar. Tidak berlebihan, jika disebut bahwa tanpa Shimizu, Fatmawati dan Chaerul Saleh, bendera sakral kemerdekaan Indonesia berukuran 2 x 3 Meter itu dapa berkibar menghalau angin Indonesia dengan baik.

Bendera buatan Fatmawati saat kemerdekaan ini, selalu dikibarkan bangsa Indonesia saat ulang tahun kemerdekaan. Sejak tahun 1946 sampai tahun 1968, bendera selalu berkibar. Namun sejak tahun 1969, karena dalam bendera itu terdapat sesuatu yang sobek diujung warna putih [12 X 42 CM] dan diujung warna merah [15 X 47] serta ditengahnya banyak yang bolong, akhirnya bendera itu tidak lagi dikibarkan. Sejak saat itu, bendera asli jahitan Fatmawati, istri Presiden Soekarno, disimpan di Musium Nasional Indonesia. Sampai hari ini bendera kesakralan kemerdekaan itu masih tersimpan.

Peran Shimizu dalam Penyediaan Kain Merah Putih

Bagi keluarga besar Soekarno, termasuk tentu Fatmawati, nama Shimizu bukanlah sosok yang asing. Dia adalah mediator penting Jepang saat pertama kali datang ke Indonesia. Konsep yang dibawa Jepang kala akan menjajah Indonesia, memperkenalkan diri dengan konsep tiga A. Konsep ini bahkan melembaga menjadi semacam organisasi Jepang di Indonesia. Ketiga konsep itu, sering dikenal dengan sebutan Jepang Penolong Asia, Jepang cahaya Asia dan Jepang Pemimpin Asia.

Konsep ini juga yang membuat masyarakat Indonesia menyambut kehadiran Jepang di Nusantara dengan gegap gempita pada awalnya. Namun demikian, dalam perkembangan lebih lanjut, banyak pihak menganggap bahwa penjajahan yang dilakukan Jepang selama 3,5 tahun, ternyata jauh lebih menyengsarakan rakyat Indonesia, bahkan ketika harus dibandingkan dengan Belanda yang menjajah selama 350 tahun.

Shimizu, adalah tokoh penting Jepang yang paling sering mendengarkan keluh kesah bangsa Indonesia. Sejajahat-jahat orang, ketika sering mendengar keluhan dan penderitaan yang dirasa masyarakat kecil, membuat dia akhirnya sering terenyuh. Karena itu, Shimizu pula yang didorong pemerintahan Jepang, pada tahun 1944, untuk mengkampanyekan bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan setahun kemudian. Mungkin karena faktor itu juga, mengapa Soekarno menunggu “kebaikan Jepang” saat dipaksa harus memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di tahun 1945 oleh kaum muda Indonesia.

Hubungan Shimizu dengan Bendera yang menjadi lambang Indonesia adalah, dialah sosok yang diminta Fatmwati melalui Chaerul Saleh untuk menyediakan kain 2 x 3 meter dengan warna merah dan putih. Shimizu dianggap Fatmawati berempati terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Melalui Shimizu pula, masyarakat Indonesia yang hanya memakai pakaian terbuat dari Goni itu, mendapatkan kain yang diperlukan. Akhirnya, ketika kain itu benar-benar ada, Fatmawati berhasil ,menjahit bendera merah putih. Tulisan dari berbagai sumber sejarah Indonesia. Berkibarlah terus benderaku. Prof. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.