Trik Jitu Menjadi Presenter Andal

0 54
Trik Jitu Menjadi Presenter Andal-Prawacana 

Presentasi merupakan salah satu proses penyampaian pesan kepada publik. Presentasi lebih menekankan pada bagaimana pesan itu tidak sekedar disampaikan akan tetapi perlu mengandung makna ‘mengajak’ dan ‘memengaruhi’ publik untuk mengikuti apa yang disampaikan oleh presenter. Memengaruhi publik melalui presentasi memerlukan strategi tepat agar pesan tersampaikan dengan baik. Strategi-strategi itu sarat dengan kebutuhan publik dan ketertarikan publik dalam menerima pesan dari presenter. Ketertarikan publik untuk menerima pesan-pesan itu harus didukung oleh perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) yang dikombinasikan dalam satu performa yang disebut ‘presentasi’. Trik Jitu Menjadi Presenter Andal

Ada banyak strategi yang dapat membangun keterampilan dalam presentasi seseorang. Diantara tahapan-tahapan atau strategi itu adalah membuat dan merangkai cerita, menciptakan pengalaman, dan practice makes perfect.

Membuat dan Merangkai Cerita 

Presentasi merupakan salah satu cara menyampaikan cerita dengan cara-cara yang menarik. Cerita yang disampaikan harus dipertimbangkan sesuai kebutuhan atau sebagai trending topic bagi publik yang akan kita hadapi. Cerita yang dibuat dan disampaikan kepada publik harus mempertimbangkan bahasa yang menarik, intonasi beragam, gaya muka yang mengesankan. Variabel-variabel pendukung ini akan dapat menciptakan satu cerita menarik bagi audiens. Audiens akan mendapatkan satu ketertarikan jika apa yang disampaikan oleh presenter dengan cara-cara yang beragam. Hindari penggunaan cerita monoton, tema umum yang sudah diketahui, cerita menarik tapi pernah disampaikan di momen sebelumnya, dan menggunakan istilah-istilah yang terus diulang-ulang merupakan bagian-bagian yang harus dihindari. Ketidakcermatan seorang presenter dalam membuat, menentukan, dan merangkai cerita akan menimbulkan satu kekakuan dalam penyampaiannya.

Pada dasarnya, cerita apapun dapat menarik untuk didengar dan disaksikan. Namun, unsur terpenting adalah bagaimana cerita itu dapat dikemas dengan bahasa audiens. Bahasa audiens adalah satu istilah inti bahwa sang presenter harus mengetahui dari A sampai Z tentang latar belakang pendidikan audiens, pengalaman audiens, dan jabatan audiens di tempat pekerjaan mereka. Fokus kepada audiens merupakan keseluruhan konsep yang disandarkan pada kebutuhan audiens. Presentasi kita adalah untuk audiens bukan untuk diri sang presenter saja. Sang presenter harus mampu membaca audiens, memasuki dunia audiens, dan mengajak audiens untuk memasuki ide presenter yang menjadi tujuan utama presentasi.

Menciptakan Pengalaman

Pengalaman merupakan bumbu dalam presentasi. Presentasi yang menarik akan didukung oleh satu pengalaman sebagai analogi untuk menjelaskan topik utama. Pengalaman yang dibangun dalam sebuah cerita akan menjadi inspirasi hebat. Semua hal yang menajdi menarik dalam penyampaian sang presenter adalah analogi-analogi melalui cerita dengan polesan bahasa menarik. Polesan bahasa itu bisa bermakna diksi (pilihan kata) yang sesuai tema, intonasi yang bergelombang dan luapan emosi yang menjiwai dalam penyampaiannya.

Pengalaman-pengalaman tokoh yang menjadi contoh konkrit kehidupan sehar-hari akan memberi inspirasi besar bagi audiens untuk melakukan apa yang sang presenter sampaikan. Pada hakikatnya, setiap pengalaman hidup manusia adalah menarik, namun menjadi menarik atau tidak akan tergantung dari siapa yang mampu menyampaikan dengan kemasan bahasa yang menarik. Sang presenter akan mampu membius audiens apabila pengalaman yang disampaikan kepada publik dapat didemonstrasikan dengan gaya bahasa yang disukai oleh audiens. Gaya bahasa itulah yang akan turut mendukung kesuksesan dalam presentasi.

Cerita tentang pengalaman tokoh terkenal atau seseorang yang memiliki perjalanan hidup berliku akan jauh lebih menarik ketimbang mereka yang hari ini sukses tapi tidak memiliki nilai juang atau sejarah kesengsaraannya. Perjuangan untuk meraih kesuksesan merupakan bumbu presentasi berikutnya agar audiens semakin terkesima dengan apa yang disampaikan oleh sang presenter. Berceritalah dengan penuh penjiwaan dan bawalah audiens ke dalam cerita haru biru kita sehingga audiens betul-betul merasakan ada di dalam ceritu itu sebagai pelaku.

Practice Makes Perfect

Tidak ada sebuah kesuksesan yang dicapai tanpa sebuah latihan. Permulaan yang berani untuk dilakukan adalah jalan awal seseorang meraih kesuksesan dalam mimpi-mimpi kehidupannya. Praktek membuat anda semakin sempurna, itulah peribahasa yang umum kita temui. Sebanyak apapun teori tentang keterampilan presentasi tidak akan berarti apa-apa jika anda belum mempraktekkannya. Kendala terbesar untuk menjadi sang presenter adalah tidak beraninya untuk praktek.

Berikut beberapa tips yang membuat anda menjadi sempurna melalui praktek menjadi sang presenter handal.

Pertama, kuasai panggung. Penguasaan panggung adalah kunci pertama ketika seseorang akan memulai praktek. Demam panggung adalah sebutan umum terhadap sebuah keadaan dimana seseorang tertekan, terdiam, kaku, bahkan menghabiskan waktu di depan audiens tanpa melakukan hal yang berarti. Penguasaan panggung adalah kesiapan mental secara utuh untuk bisa menstabilkan emosi diri, memegang mic tanpa gemetar, berbicara tanpa bercucuran keringat, menatap audiens tanpa kaku dan ketakutan, kontrol bahasa selalu stabil dan runut dalam penyampaian tema.

Kedua, gaya yang memesona. Dalam penyampaian gagasan di depan audiens, sang presenter harus memberikan pesona. Tebar pesona kepada audiens adalah memberikan satu tema yang dirasakan penting menurut audiens untuk diketahui. Memunculkan rasa kepenasaran dan rasa ingin segera mendapatkan informasi sampai tuntas merupakan gaya bicara yang harus dimiliki oleh sang presenter.

Ketiga, tampil alamiah. Sang presenter harus berpenampilan nyentik dan menarik. Namun, penampilan yang berlebihan mewah dan terlalu keren tanpa mempertimbangkan tema yang akan disampaikan maka akan mengakibatkan gagal dalam presentasi. Berpenampilanlah secara alamiah namun tetap mengedepankan kerapihan, kepaduan warna, keserasian pakaian atasan bawahan dan sepatu, dan tidak lupa pula rambut atu penutup rambut yang sesuai dengan karakter tema yang akan disampaikan. Ingat, tidak semua pakaian yang mewah itu dapat dipakai di setiap momen. Setiap pakaian memiliki karakter yang cocok untuk setiap momen. Perhatikanlah tema presentasi anda dan tentukanlah pakaian yang anda kenakan.

Keempat, latihan adalah segalanya. Latihan merupakan kunci dari segalanya. Semua variabel dalam practice makes perfect merupakan langkah yang harus diambil dan dimulai. Tanpa ini, semua harapan anda untuk menjadi sang presenter akan tidak tercapai. Lakukanlah hal-hal sederhana terlebih dahulu untuk memulai. Kuasai tema sederhana tapi menarik dengan durasi sebentar. Dengan cara inilah anda akan mempunyai jembatan ke arah yang lebih baik.

***Nanan Abdul Manan, M.Pd.

Dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan

Komentar
Memuat...