Trik Memanage dan Mengenali Indikasi Perselingkuhan

0 32

Perselingkuhan itu adalah bumbu kehidupan dalam pola pergaulan manusia. Sedap tidaknya bumbu itu tergantung sang super chef mampu meramunya menjadi hidangan yang lezat dalam kehidupan. Begitu pula dalam pergaulan seseorang di sebuah pekerjaan; di kantor, di perusahaan atau di tempat yang menuntut kerja tim antara pria dan wanita, rentan dan berpeluang untuk terjadi perselingkuhan. Namun, tidak boleh dipahami juga bahwa selingkuh memang harus ada bahkan mendefinisikan kalau selingkuh itu indah. Itu akan menjadi gawat.

Perselingkuhan adalah isu yang usang tetapi menarik sepanjang zaman dan selalu update cara dan cerita setiap orang dalam melakukannya. Jika hal ini disebut sebagai satu keniscayaan hidup, maka setidaknya kita mesti mewaspadai pola selingkuh yang tidak sehat. Perselingkuhan itu juga banyak macamnya; selingkuh hati, selingkuh kebijakan, selingkuh kerja, selingkuh ide dan masih banyak selingkuh-selingkuh lainnya.

Dalam tulisan ini, penulis ingin mengutarakan hanya sebatas selingkuh hati. Selingkuh hati merupakan tipe yang paling trend dalam pembahasan di semua media sosial maupun media cetak. Nampaknya merupakan salah satu isu global yang mudah dihembuskan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Terlebih dalam pergulatan politik dan birokrasi, perselingkuhan memiliki nilai penting untuk dimainkan guna menyerang ke lawan politik dari pihak tertentu.

Kesan Selingkuh

Selingkuh memiliki nilai negatif secara global. Secara sederhana dapat kita analogikan ketika seorang pria memulai komunikasi intens terhadap wanita lain apakah itu dalam konteks pekerjaan atau tugas-tugas di kantor, memiliki kemungkinan untuk memulai perselingkuhan itu. Selingkuh hadir tidak atas undangan seseorang dan tanpa harus mendapatkan izin dari pihak manapun. Selingkuh hadir dari rasa simpati, empati, cocok secara chemistry kerja dan hal-hal lain yang menjadi pembenaran seseorang untuk mengemukakan alasan yang akan memperkuat bahwa seseorang yang ia sukai adalah memiliki kecocokan dalam hal tertentu.

Indikasi seseorang yang sedang mengalami proses menuju selingkuh dapat dilihat dalam beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, percaya untuk membantu pekerjaan.

Secara umum, hal ini dianggap biasa-biasa saja jika memang seorang pria dan wanita memahami bahwa pekerjaan dapat dikerjakan bersama hanya sebagai satu proses menyelesaikan kewajiban kantor, tidak lebih dari itu. dikerjakan sesuai jam kantor, konsultasi dalam jam kantor, dan mengkomunikasikan dengan prosedur struktural yang formal. Namun, jika percaya untuk bisa saling membantu berbuntut pada pengagendaan waktu khusus dalam pembahasan kerja di waktu tertentu dan tempat tertentu, maka hal ini akan menjadi modus dan selingkuh akan segera menghampiri keduanya.

Kedua, percaya untuk bisa membantu urusan-urusan lain.

Indikasi kedua ini akan semakin menguatkan tingkat kepercayaan bahwa pekerjaan lainpun dapat ia lakukan. Sehingga, seorang pria atau wanita akan memberikan kepercayaannya untuk urusan lain, dalam momentum lain, dan pembahasan ingin lebih fokus dan lama, inilah alasan berikutnya. Maka perjalanan ke luar kota, makan siang di tempat spesial dan mendisiplinkan waktu untuk saling menghubungi via phone, sms, WA, BBM, Instagram, Line, dan lain sebagainya akan menjadi cerita berikutnya. Indikasi ini semakin menguat jika sudah mulai saling berbagi gambar dalam pose tertentu sesuai kesepakan diantara kedua belah pihak.

Ketiga, membuat kebijakan berbasis seseorang.

Jika seorang pria yang terkena virus selingkuh memiliki posisi strategis di sebuah perusahaan atau di tempat kerjanya, maka ia akan mengambil satu kebijakan yang bisa ‘akal-akalan’ yang penting seseorang yang ia jadikan target bisa memiliki alasan untuk berpeluang lebih mudah didekati. Terkesan biasa berdasarkan kebijakan namun lagi-lagi ada modus di balik semua itu. indikasi ketiga ini sudah memiliki kekuatan melebihi indikasi pertama dan kedua. Indikasi ketiga akan lebih dahsyat lagi karena seorang pria atau wanitanya memiliki satu kebijakan yang bisa digadaikan demi ‘menyimpan simpati yang lebih dari itu’.

Keempat, memutuskan untuk berani publikasi.

Tahap ini merupakan tahap akhir dari sebuah perselingkuhan. Seorang pria atau wanita sudah merasa nyaman dan aman dalam hubungan di belakang layarnya. Merasa kuat dan penuh alasan untuk mempertahankannya. Biasanya, bagi yang sudah berumahtangga dan yang sudah punya pacar, mereka akan mencari alasan yang rasional untuk merumuskan kekurangan, keburukan, kelemahan pasangan mereka masing-masing.

Sehingga akan menjadi satu landasan utama mengapa mereka melakukan perselingkuhan. Mereka lupa ada kekuatan yang maha dahsyat dari suami, istri, tunangan atau pacar yang telah mereka bina hubungannya selama ini. Hanya karena beberapa hal merasakan ada kesamaan chemistry dengan mudah melakukan simpulan dini. Akibat berikutnya dapat dilihat di beberapa media sosial dan ocehan publik yang mengetahui petualngan cinta mereka, hmmmm.

Trik Memanage Perselingkuhan

Sebelum kita memahami bagaimana memanage perselingkuhan, mengantisipasi dan mengatasinya, terlebih dahulu kita harus memanage perasaan hati kita. Mengelola perasaan merupakan satu hal yang sangat urgen dalam konteks ini. Secara teknis ada beberapa hal yang harus menjadi bahasan dalam pengelolaan perasaan, diantaranya :

Pertama, ungkapkan secara jujur penilaian kita dengan bahasa verbal. Trik ini akan menjadi salah satu alternatif bagaimana seseorang melepas beban perasaan. Bagi seorang pria yang melihat wanita lain yang cantik maka cukup mengatakan “penampilanmu ok hari ini”, “aduh cantiknya kamu berpakaian ini, he, he,”, “spesial sekali hari ini, karena pakaianmu matching super lah, hmmm”. Atau bagi wanita yang simpati terhadap penampilan pria lain cukup mengatakan “waw, keren pa hari ini”, “oke lah buat bapa hari ini”, dan lain sebagainya. Pria akan lebih berani mengungkapkan bahasanya dibandingkan dengan wanita.

Yang terpenting adalah melepas beban perasaan untuk tidak mengganggu waktu-waktu berikutnya untuk mengingat penampilannya, mencari nomor kontak, WA, BBM dan alamat medsos lainnya, atau mengatur waktu untuk menemuinya di lain waktu. Dengan sebatas mengungkapkan maka perasaan akan stabil kembali bahwa yang di rumah, pasangan kita bisa lebih dari semua itu kok.

Kedua, pecahkan fokus kita. Jika kita merasa tertarik terhadap seseorang dipastikan kita akan mencari informasi lanjutan tentang seseorang tersebut. Hal yang paling mudah kita lakukan adalah mencari melalui FB dan medsos lainnya. Jika kita sudah terjebak untuk mencari-cari info di medsos, menghabiskan waktu untuk mencari dan membahasnya maka jebakan perasaan akan menghantam aktivitas kita dan mengganggunya secara sistemik.

Stretegi khusus untuk mengatasi gundah gulana perasaan itu dengan cara memecah fokus; bagi seorang pria, harus mencari pembanding lain bahwa masing banyak wanita lain yang memiliki kelebihan ini, begitu juga bagi wanita harus mencari pembanding bahwa banyak pula pria yang memiliki penampilan lebih dari ini dan semuanya harus disimpulkan sebagai perkara biasa. Memecah fokus akan membawa perasaan kita lebih aman bahwa semua apa yang ditangkap oleh mata kepala kita adalah hal yang biasa saja, tidak perlu diseriusi dan ditindaklanjut sebagai sesuatu yang wah. Ini akan menjadi solusi jitu.

Ketiga, hindari mendiskusikannya kepada orang lain. Tahap ini harus dihindari ketika seseorang tergoda dengan simpati. Karena kebanyakan korban selingkuh itu berawal dari simpati, empati,loyalitas yang diberikan kepada lawan jenisnya.  Semakin menceritakan tentang seseorang yang dirasa menarik perhatiannya kepada orang lain, maka akan semakin menguatkan bahwa dirinya (bagi pria atau wanita) akan mencari penguatan atau pembenaran tentang perasaan yang sedang melandanya. Pada kasus umumnya, seseorang akan menceritakan tentang perasaannya itu kepada orang yang ia persepsikan akan mendukung perasaanya, apakah itu teman baiknya atau bawahannya yang tidak punya keberanian untuk menyalahkan dan memberi saran. Inilah kekhawatiran mengapa hal ketiga ini harus dihindari.

Keempat, bandingkanlah kelebihan pasangan. Tindakan ini harus dilakukan oleh seorang pria maupun wanita yang terjebak dalam jelang perselingkuhan. Bandingkanlah kebaikan-kebaikan pasangannya yang sudah ada hari ini. Mengingat kebaikannya pasti seorang pria maupun wanita yang akan selingkuh pasti akan mempertimbangkan kembali. Lakukanlah perenungan mendalam bahwa apa yang dilakukannya berdasarkan perasaan semata akan mengakibatkan satu keputusan yang merugikan. Perasaan memang kekuatan yang memiliki daya magis tinggi. Jika tidak segera dibarengi dengan kekuatan rasional, perasaan akan menjadi tuan bagi seorang yang berbuat selingkuh.

Berpikirlah atas dasar apa intuisi kita mengatakan dan perasaan sebagai pertimbangan. Namun, semua itu belum cukup untuk bertindak tepat bila nilai rasionalisasi belum mendampingi keduanya; intuisi dan perasaan. Selingkuh itu ada dan sesekali menyapa kita. Kendalikanlah ia dan hindari untuk mencobanya, karena ia menyukai keputusan-keputusan berbasis perasaan.

 By. Nanan Abdul Manan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Komentar
Memuat...