Berikut Ini Trik Memanage Perselingkuhan

0 5

TRIK Memanage Perselingkuhan. Sebelum kita memahami bagaimana memanage perselingkuhan, mengantisipasi dan mengatasinya, terlebih dahulu kita harus mengetahui dulu Indikasi seseorang yang sedang mengalami proses menuju perselingkuhan. Bisa anda baca di artikel sebelumnya (Indikasi Seseorang Menuju Perselingkuhan) setelah itu kita harus memanage perasaan hati kita. Mengelola perasaan merupakan satu hal yang sangat urgen dalam konteks ini. Secara teknis ada beberapa hal yang harus menjadi bahasan dalam pengelolaan perasaan, diantaranya :

Pertama, ungkapkan secara jujur penilaian kita dengan bahasa verbal.

Trik ini akan menjadi salah satu alternatif bagaimana seseorang melepas beban perasaan. Bagi seorang pria yang melihat wanita lain yang cantik maka cukup mengatakan “penampilanmu ok hari ini”, “aduh cantiknya kamu berpakaian ini, he, he,”, “spesial sekali hari ini, karena pakaianmu matching super lah, hmmm”. Atau bagi wanita yang simpati terhadap penampilan pria lain cukup mengatakan “waw, keren pa hari ini”, “oke lah buat bapa hari ini”, dan lain sebagainya. Pria akan lebih berani mengungkapkan bahasanya dibandingkan dengan wanita. Yang terpenting adalah melepas beban perasaan untuk tidak mengganggu waktu-waktu berikutnya untuk mengingat penampilannya, mencari nomor kontak, WA, BBM dan alamat medsos lainnya, atau mengatur waktu untuk menemuinya di lain waktu. Dengan sebatas mengungkapkan maka perasaan akan stabil kembali bahwa yang di rumah, pasangan kita bisa lebih dari semua itu kok.

Kedua, pecahkan fokus kita.

Jika kita merasa tertarik terhadap seseorang dipastikan kita akan mencari informasi lanjutan tentang seseorang tersebut. Hal yang paling mudah kita lakukan adalah mencari melalui FB dan medsos lainnya. Jika kita sudah terjebak untuk mencari-cari info di medsos, menghabiskan waktu untuk mencari dan membahasnya maka jebakan perasaan akan menghantam aktivitas kita dan mengganggunya secara sistemik. Stretegi khusus untuk mengatasi gundah gulana perasaan itu dengan cara memecah fokus; bagi seorang pria, harus mencari pembanding lain bahwa masing banyak wanita lain yang memiliki kelebihan ini, begitu juga bagi wanita harus mencari pembanding bahwa banyak pula pria yang memiliki penampilan lebih dari ini dan semuanya harus disimpulkan sebagai perkara biasa. Memecah fokus akan membawa perasaan kita lebih aman bahwa semua apa yang ditangkap oleh mata kepala kita adalah hal yang biasa saja, tidak perlu diseriusi dan ditindaklanjut sebagai sesuatu yang wah. Ini akan menjadi solusi jitu.

Ketiga, hindari mendiskusikannya kepada orang lain.

Tahap ini harus dihindari ketika seseorang tergoda dengan simpati. Karena kebanyakan korban selingkuh itu berawal dari simpati, empati,loyalitas yang diberikan kepada lawan jenisnya.  Semakin menceritakan tentang seseorang yang dirasa menarik perhatiannya kepada orang lain, maka akan semakin menguatkan bahwa dirinya (bagi pria atau wanita) akan mencari penguatan atau pembenaran tentang perasaan yang sedang melandanya. Pada kasus umumnya, seseorang akan menceritakan tentang perasaannya itu kepada orang yang ia persepsikan akan mendukung perasaanya, apakah itu teman baiknya atau bawahannya yang tidak punya keberanian untuk menyalahkan dan memberi saran. Inilah kekhawatiran mengapa hal ketiga ini harus dihindari.

Keempat, bandingkanlah kelebihan pasangan.

Tindakan ini harus dilakukan oleh seorang pria maupun wanita yang terjebak dalam jelang perselingkuhan. Bandingkanlah kebaikan-kebaikan pasangannya yang sudah ada hari ini. Mengingat kebaikannya pasti seorang pria maupun wanita yang akan selingkuh pasti akan mempertimbangkan kembali. Lakukanlah perenungan mendalam bahwa apa yang dilakukannya berdasarkan perasaan semata akan mengakibatkan satu keputusan yang merugikan. Perasaan memang kekuatan yang memiliki daya magis tinggi. Jika tidak segera dibarengi dengan kekuatan rasional, perasaan akan menjadi tuan bagi seorang yang berbuat selingkuh.

Berpikirlah atas dasar apa intuisi kita mengatakan dan perasaan sebagai pertimbangan. Namun, semua itu belum cukup untuk bertindak tepat bila nilai rasionalisasi belum mendampingi keduanya; intuisi dan perasaan. Selingkuh itu ada dan sesekali menyapa kita. Kendalikanlah ia dan hindari untuk mencobanya, karena ia menyukai keputusan-keputusan berbasis perasaan. By. Nanan Abdul Manan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.