Trump dan Cita-cita Kembalinya Amerika Menjadi Polisi Dunia

0 30

Donald J. Trump, masuk dalam daftar sepuluh resiko tertinggi dalam kajian the Economist Intellegence Unit (EIU) –suatu divisi research dan analis– sebuah majalah ekonomi ternama, yakni The Economist. Tampilnya Trump dalam kursi Presiden Amerika Serikat, akan langsung berdampak pada  keamanan dan politik dunia, tulis Majalah dimaksud. Trump sendiri berada dalam posisi ke enam dari 10 resiko dalam pemeringkatan Majalah dimaksud sebagai tantangan baru dalam konteks kemanan dan ekonomi global.

Trump dan Resiko Ekonomi dan Politik Dunia

Dalam analis Majalah tersebut, Ke sepuluh resiko dimaksud adalah sebagai berikut: 1). Cina mengalami krisis ekonomi; 2). Intervensi Rusia di Ukraina dan Suriah memulai terjadinya ‘perang dingin’ yang baru, 3). Volatilitas mata uang yang berpuncak pada pasar suatu krisis utang korporat di pasar yang berkembang pesat, terguncang akibat tekanan internal dan eksternal, 4). Uni Eropa mulai retak; 5). Hengkangnya Yunani dari Uni Eropa disusul dengan terpecahnya zona mata uang euro; 6). Donald Trump memenangi pemilihan presiden AS; 7). Peningkatan ancaman terorisme jihadi yang menggoyang stabilitas ekonomi dunia; 8). Hengkangnya Inggris dari Uni Eropa; 9). Bentrokan di Laut Cina Selatan akibat ekspansionisme Cina, dan 10). Kenaikan harga minyak bumi akibat ambruknya investasi di sektor perminyakan.

Dalam Analisa Majalah dimaksud, posisi Trump saat bahkan telah mengalahkan bahaya yang mungkin timbul akibat gerakan terorisme yang saat ini menjadi momok seluruh bangsa di dunia. Tampilnya, gerakan terorisme bahkan turun posisi menjadi posisi ketujuh, kalah dengan tingginya resiko yang mungkin ditimbulkan oleh kemenangan Donald John Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Sosok ini dikenal sangat ambigius untuk mengembalikan Amerika ke dalam posisinya sebagai Polisi Dunia.

Tiga Alasan Trump Ditakuti Dunia

Mengapa Trump demikian ditakuti dunia. Setidaknya terdapat tiga alasan, yaitu: 1). Trump adalah sosok dan tokoh yang anti atau bahkan mungkin bermusuhan dengan konsep dan pelaku perdagangan bebas, terutama di kawasan Amerika Utara; 2). Dia berulang kali menyatakan dan men-cap China sebagai “manipulator mata uang”, dan; 3). Seruan Trump agar membuat tembok pembatas tebal antara Amerika Serikat dengan Meksiko yang didanai Meksiko sendiri. Menurut Trump, melalui Meksiko inilah arus imigran dan narkotika masuk ke Amerika Serikat. Pernyataannya terhadap China dan Meksiko ini, akan menyulut suatu perang baru dalam apa yang disebut dengan perang dunia jilid 3, yakni perang perdagangan.

Tidak kalah seru dan menakutkannya, ketika Trump menyatakan bahwa bukan saja teroris yang harus dibunuh, tetapi bahkan sampai ke anak turunannya. Ia juga merekomendasikan memerangi Suriah dengan alasan ISIS, meski tetap membungkus suatu cita-citanya untuk menguasai ladang minyak di negara itu.

Namun demikian, ia bukan hanya membiarkan Rusia bergerak. Dalam kasus tertentu, ia terkesan akan bergandengan tangan dengan Rusia. Karena itu, tidak salah jika ternyata Presiden Rusia-lah, yakni Vladmir Puttin yang mengucapkan selamat kepada Trump atas terpilihnya menjadi Presiden sebagai kepala negara pertama. Meskipun Puttin menyangkal kalau ia memuji Trump. Kedekatan hubungan Trump dengan Puttin ini pula yang menyebabkan Hillary begitu khawatir jika Trump terpilih, karena dianggap bakal menjadi kaki tangan dan sekaligus Boneka Cantik bagi Puttin di Amerika Serikat. Resume dari sumber bacaan dari Reuters, Rabu, 09 Nopember 2016. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.