Inspirasi Tanpa Batas

Tuhan Kemanusiaan | Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 29

34 64

Konten Sponsor

Tangisan Kebahagiaan. Bandara Internasional King of Abdul Aziz, terasa sesak. Jutaan manusia antri saat itu. Hal ini telah membuat banyak jama’ah mengalami kelelahan akut. Perjalanan dari Mekkah ke Bandara, memang relatif sebentar. Tetapi, begitu masuk Bandara, penantian itu terasa menjadi beban yang jauh lebih rumit dibandingkan dengan situasi perjalanan. Semua jama’ah dari berbagai negara di seluruh dunia, tumplek seperti mau pada pulang saat itu juga.

Jangankan mereka yang sakit, tentu seperti Shofi didalamnya. Yang sehatpun, rasa sakit itu akan terasa. Terlebih berbagai tas baik yang baggage atau yang hand carry masih dibawa masing-masing jama’ah. Jama’ah, minimal membawa tiga sampai empat tas. Isi tasnya, tentu bukan hanya pakaian gaya Arab. Tetapi, yang terasa berat itu, karena rata-rata membawa air zam-zam didalam tas mereka.

Air zam-zam yang disediakan dan diperkenankan dibawa pulang, jumlahnya sangat terbatas. Karena itu, dengan cara mencuri-curi peluang, jama’ah mengikat dengan kuat air zam-zam itu dan dimasukkan ke dalam tas besar. Jika diketahui bahwa jama’ah membawa air ke dalam tas mereka, pastilah petugas bandara akan melarangnya dengan keras. Bahkan mungkin akan meninggalkan tas yang dibawa jama’ah itu.

Setelah perjalanan dari Mekkah ke Jeddah yang ditempuh selama delapan jam, jama’ah harus juga bertahan kurang lebih 11 jam di Bandara. Mereka yang kebanyakan orang-orang pedesaan, mulai menunjukkan karakter keluguan ala masyarakat desa yang sesungguhnya. Kegelisahan dengan harap-harap cemas, hampir ditampilkan seluruh jama’ah. Makanan juga mulai sangat dibutuhkan. Tubuh mereka mulai pada lemas karena asupan makanan mulai berkurang.

Karena itu, banyak Jama’ hanya memakan kurma dan kacang-kacangan yang dibawa mereka untuk membantali perutnya yang mulai pada lapar. Mereka tidak sanggup untuk membeli makanan yang tersedia di sekitar Bandara. Tidak sedikit yang akhirnya justru ketiduran di emper-emper Bandara. Persis seperti para musaffir jalanan dengan pakaian mulai pada kusut dan lusuh.

Setelah sekian jam dalam proses penantian, akhirnya pesawat yang akan membawa penumpang di mana Shofi dan keluarganya berada, diberitakan datang juga. Betapa bahagianya mereka saat antrian demi antrian mulai merayap. Tampaknya, tidak kurang dari hampir 2000 meter, panjangnya antrian itu mengular. Ini bagian dari beban lain yang dirasa jama’ah saat berada di Bandara. Sekalipun kelelahan dan kelemahan itu terasa, akhirnya sampai juga mereka ke ruang tunggu, yang relatif bersih dan nyaman. Tentu tanpa debu didalamnya.

Deru Pesawat Membawa Jama’ah Sampai di Jakarta

Kursi pesawat dua lantai itu, satu persatu dipenuhi jama’ah. Gesekan jama’ah dengan keluguannya masing-masing, mencari kursi tempat di mana mereka duduk, sering terdengar agak kencang.  Terlebih tentu gang kecil pesawat banyak dipenuhi tas-tas besar yang terpaksa dibawa naik ke dalam. Petugas pesawat baik pramugara maupun pramugari, begitu cekatan membereskan jama’ah.

Pesawat-pun akhirnya mulai menderukan mesinnya. Pelan-pelan mulai berjalan. Sabuk pengaman sudah terikat di masing-masing kursi. Setelah beberapa saat, pesawat menancap gasnya, lalu mengambil posisi terbang. Akhirnya pesawat Boeing 737 mengudara menuju Bandara Soekarno Hatta.

Seperti biasa, Shofi tetap duduk di samping jendela pesawat. Remang cahaya jelang malam, menambah nuansa romantik. Terlebih saat pesawat benar-benar terbang. Shofi melihat dengan jelas bagaimana awan dengan warna yang beraneka ragam terlihat dari atas. Perlahan namun pasti, bergantilah warna-warna cahaya itu, dengan kerlap-kerlip bintang malam, memantulkan cahaya yang sangat indah.

Delapan jam hampir tidak terasa telah berlalu. Dalam lelap tidur jama’ah di dalam peswat, terbangunkan oleh panggilan pramugari yang meminta jama’ah untuk segera memasang sabuk pengaman. Pesawat akan mendarat dalam hitungan menit ke depan. Shofi segera bangun dan melihat ke bawah, dilihatnya alam mulai remang. Hari sudah pagi. Alampun kembali berubah menjadi alam tropik ala Indonesia. Shofi bergumam:

Terima kasih ya Allah …. akhirnya Kau kabulkan do’aku. Kini aku dapat kembali menghirup udara segara ala Nusantara. Terima kasih juga ya Allah … Kau kabulkan do’a kami. Insyaallah kami dapat kembali bertemu dengan keluarga kami. Kami sadar, tanpa-Mu, tak mungkin rasanya sampai kembali lagi ke sini. Kuatkanlah kami agar tetap menjaga ruh kemanusiaan kami, sebagaimana Kau berikan saat kami berada di Mekkah

Shofi bergegas dan menggesekkan matanya dengan tajam. Ia melihat Siti juga sudah bangun. Vetra dan Crhonos juga sama. Mereka sudah bangun. Pesawat memutar-mutar tubuhnya, lalu mendatar dan tiba-tiba prek sampai juga di bandara. Semua jama’ah mengatakan al hamdulillahi rabb  al alamien …

Dinanti dalam Derai Tangisan

Sesampainya di Bandara, jama’ah tetap mengantri. Mengantri untuk menggambil barang-barang di baggage dan menunggu jemputan dari bus yang disediakan KBIH. Tidak kurang dari enam jam jama’ah asal Indonesia, bulak balik di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tetapi, sekalipun tampak sangat lelah, mereka bahagia. Mereka umumnya merasa bahwa sesungguhnya cuplikan syurga itu ada di Indonesia. Bukan di tempat yang secara natur berbeda dengan tubuh mereka. Termasuk tentu negeri seperti Arab Saudi.

Setelah sekian jam berada di Bandara, akhirnya mereka naik bus menuju tempat asal mereka berangkat. Berbagai kebahagiaan tersirat di wajah seluruh jama’ah. Bus melaju dengan kencang. Sampailah mereka di KBIH pada hari menjelang sore. Dilihatnya, keluarga jama’ah yang mendekati angka ratusa orang sudah berkumpul. Termasuk tentu keluarga Shofi. Mereka yang menanti keluarganya itu, tentu semuanya, ya hampir semuanya berlinangkan air mata.

Shofi dan keluarganya turun dari bus dan dipekuk seluruh anak dan menantunya yang tidak ikut berangkat. Mereka menangis dan mengira kalau Shofi tidak akan bisa kembali lagi ke Indonesia. Mereka memuji Tuhan karena hanya karena Dia-lah, Shofi dianggapnya dapat kembali. Mereka tahu dan sadar, betapa berat beban yang harus ditanggung Shofi saat menjalani ibadah haji.

Mobil pribadi dan keluarga Shofi akhirnya membawa mereka pulang. Dilihat dirumahnya tamu sangat banyak dan membuat rumah kecil itu menjadi padat. Tamu-tamu dan keluarga Shofi menanti kepulangan mereka dalam waktu yang relatif lama. Mereka juga rutin membacakan surat Yasin dan berbagai surat lain dalam al Qur’an atas kesehatan dan kesempurnaan ibadah haji Shofi sekeluarga. Hampir setiap malam, mereka membaca ayat-ayat suci al Qur’an.

Sampai di rumah, Shofi kembali anfal. Ia didera penyakit asma akut yang membuat dia sangat sulit untuk bernafas. Crhonos memanggil dokter keluarga. Ia kembali dirawat di rumah milik Crhonos. Hampir dua hari, ia dirawat intensif sehingga pada akhirnya, ia memilih pulang ke kampung halamannya bernama TURTLE.

Pesan Shofi kepada Keluarga dan Sahabat Dekatnya

Setiap tamu atau keluarganya yang datang, Shofi hanya bisa berkata dan berdo’a. semoga anda semua dapat menunaikan ibadah haji. Syukur kalau hal itu dapat dilakukan sewaktu tubuh masih sangat sehat. Jika tidak, maka, anda semua harus yakin, bahwa di bumi ini, hajji sesungguhnya dapat anda lakukan melalui segenap kebaikan dalam hidup.

Temukanlah Tuhan anda semua di sini. Di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan, sesungguhnya tidak akan pernah menemukan Tuhanmu, jika jiwa kemanusiaan tidak mampu anda tunaikan. Tuhan yang sesungguhnya Tuhan, kata Shofi, ternyata melekat dalam jiwa kita yang ramah terhadap sesama manusia.

Shofi melarang Siti, termasuk tentu anak dan menantunya untuk bercerita sesuatu yang aneh. Dia mengatakan: “Biarkanlah pengalaman personal haji, hanya menjadi milik kita pribadi masing-masing. Namun dengan keberangkatan hajjiku, aku justru meyakinkan diri bahwa Tuhan yang sesungguhnya Tuhan, ternyata melekat dengan diri dan jiwa kita. By. Charly Siera –bersambung

  1. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    shofi berpesan kepada anak dan istrinya bahwasannya jangan menceritakan pengalaman yang aneh kepada orang lain, mengenai proses ibadah haji mereka. ia tetap yakin bahwasannya Allah SWT selalu melekat dalam diri dirinya

  2. Rif'atul Ula berkata

    Kebahagiaan telah melaksanakan, menyeru, dan memenuhi panggilan Allah SWT tdk dapat digambarkan dan Di deskripsikan. Rasa haru dan bahagia berkumpul disana. Hakikat dari mkna haji sebenarnya dapat Kita rasakan dalam kehidupan Kita, Selama jiwa kemanusiaan Kita masih hidup. Berhaji ke baitullah adalah sebagai penyempurna nya. Semoga Allah memudahkan Kita menuju ke Baitillah. Aamiin.

  3. Siti Hayyun berkata

    pesan shofi yang di sampaikan kepada keluarga dan temenya ini menuntun kita agar selalu berbuat baik terhadap sesama mahluk ciptaanya. kegiatan ibadah bukan hanya tentang manusia dan Allah, akan tetapi perlu juga adanya manusia dengan manusia. jika kita ikhlas menolong, saling mendo’akan dan interaksi sosial lainya maka sesungguhnya Tuhan itu telah tumbuh dalam diri kita sendiri

  4. fajar maulana berkata

    Alhamdulillah pada part 29 ini keluarga dan shofi mampu kembali dengan keadaan baik. Namun kita lihat di mana pada saat pulang ada beberapa hal yang harus kita cermati seperti, persiapan paspord, antri dengan benar di bandara, patuh dan mengikuti aturan bandara dan jangan meninggalkan keburukan setelah kita meninggalkan kota suci mekkah tercinta.

  5. akhmad afifudin berkata

    Dari part 29 ini pesan yang kita dapat ambil dari part ini yaitu hajji sesungguhnya dapat anda lakukan melalui segenap kebaikan dalam kehidupan.

  6. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Dalam part ini jama’ah haji beserta Shofi beserta keluarganya melakukan keberangkatan untuk kembali ke Indonesia.Namun sesampainya di kampung halamannya Shofi mengalami anfal. Penyakit asma akut yang membuat dia sangat sulit untuk bernafas kembali menderanya. Tak menghiraukan rasa sakitnya Shofi tetap memberikan amanah kepada para tamu atau keluarganya yang datang, shofi berpesan semoga yang datang kerumahnya atau semuanya dapat menunaikan ibadah haji dan dapat menemukan Tuhan di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan.

  7. Elok Firdausiana berkata

    Yang saya tanggap pada part ini yaitu, bahwasannya jika kita belum mendapatkan kesempatan untuk berhaji ke tanah suci, maka kita dapat melaksanakannya dengan selalu menanamkan kebaikan-kebaikan disekitar kita

  8. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 29
    Akhirnya selesai sudah ibadah hajibyang mereka lakukan,banyak suka duka yang terjadi,namun karena ketabahan dan keimanan mereka yang kuat mereka bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik,alhamdulillah mereka datang ke jakarta dengan selamat.
    Wassalamualaikum wr.wb

  9. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Pada part ini, akhirnya seluruh jamaah dapat pulang ke syurga nusantara dengan selamat. Tak terkecuali Shofi dan keluarga. Mereka pulang dalam keadaan yang sehat, Shofi dan keluarga menghaturkan puji syukur kepada Allah Swt yang telah mengabulkan doa nya untuk selamat sampai tujuan. Ini menjadi bukti dari Allah Swt walaupun Shofi sampai sakit parah saat di mekah tetapi Allah Swt memberikannya kesempatan untuk kembali ke tanah kelahirannya. Sunggung Allah Swt maha baik dan pemurah. Pelajaran yang dapat diambil adalah kita harus selalu bersyukur atas nikmat Allah yang selalu mengabulkan permohonan kita. Dan jika belum terkabul maka terualah berdoa.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  10. Farrin nurul aina berkata

    Akhirnya semua kegiatan haji sudah di jalankan waktu pulang ke Indonesia pun tiba. Setelah sampai kerumah mereka benar benar merasa bersyukur karena bisa sampai ke indonesia dengan selamat. Saat shof8 sampai di rumah banyak sanak saudara dan kerabat yang lainnya. Shofi berdoa untuk mereka agar mereka juga bisa menunaikan ibadah haji juga. Dan menurut shofi semua ibadah yang di lakukannya di Makkah tidak perlu di ceritakan karena hanya Allah saja yang tau.

  11. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 29 semua jamaah haji ssegera tiba di jakarta . Merekan menunggu antrian yang panjangnya 200 . Akhirnya sofi,chornos,verta dan siti pun pulang dari tanah suci dengan selamat dan dalam keadaan sehat walafiat.
    saya setuju dengan pernyataan shofi yang mengatakan bahwa sesunggguhnya kamu tidak akan pernah menemukan Tuhanmu apabila jiwa kemanusiaanmu tidak kamu tunaikan, karena pada dasarnya Tuhan hidup dalam jiwa kita Dia Allah begitu melekat dalam darah, nadi, detak jantung serta pemikiran kita tidak pernah terlepas akanNYA, melaksanakan ibadah haji pun sesungguhnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita terhadap sesama manusia, untuk saling menebar kebaikan.

    Terimakasih

  12. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Tibalah hari di mana shofi dan keluarganya untuk kembali ke jakarta. mereka sidah dinanti oleh anggota keluarga yang tak ikut ke tanah sucu, dalam serai waktu shofi berisik pada chronos bahwa kejadian personal biarlah menjadi kenangan di sana tanpa perlu di ceritakan kepada siapapun. sunggu nikmatnya beribadah haji.

  13. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Alhamdulillah semua jamaah telah datang dengan selamat di Indonesia, dan tak lupa shofi bersyukur kepada Allah karena telah mengabulkan doanya. dan pesan yang kita dapat ambil dari part ini yaitu hajji sesungguhnya dapat anda lakukan melalui segenap kebaikan dalam hidup.Temukanlah Tuhan anda semua di sini. Di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan, sesungguhnya tidak akan pernah menemukan Tuhanmu, jika jiwa kemanusiaan tidak mampu anda tunaikan. Tuhan yang sesungguhnya Tuhan.

  14. M. DIDI WAHYUDI berkata

    setelah berdesakan di dalam bus karena banyak jamaah yang membawa air zam zam, akhirnya keluarga shofi pulang dan sampai di jakarta

  15. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Alhmdulillahirobbil’alamiin akhirnya para jamaah haji dapat pulang ke tanah air masing-masing. Rasa bahagia, terharu, lega, dan lelab bercampur menjadi satu. Apalagi keluarga pak sjopi semuanya berlinangan air mata karena tak menyangka pak shopi bisa kembali ke tanah air dengan selamat.
    Barakallah pokok nya ?

  16. Fera Agustina -MPI/4 berkata

    Pada part 29 ini shofi telah mengatakan bahawasanya Temukanlah Tuhan anda semua di sini. Di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan, sesungguhnya tidak akan pernah menemukan Tuhanmu, jika jiwa kemanusiaan tidak mampu anda tunaikan. Tuhan yang sesungguhnya Tuhan, kata Shofi, ternyata melekat dalam jiwa kita yang ramah terhadap sesama manusia.

  17. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Di dalam part 29 ini, ribuan umat muslim yang sudah selesai melaksanakan ibadah haji mereka pulang ke kampong halamannya masing-masing, begitu pula rombongan dari Indonesia. Singkat cerita shofi dan keluarganya tiba di Indonesia. Banyak masyarakat sekitar yang menyambut kedatangan jama’ah haji. Tangisan kebahagiaan pun datang seketika, karena mengingat dari awal mula pemberangkatan yang penuh pengorbanan untuk melaksanakan ibadah haji kini mereka keluarga shofi dan kita sebagai para pembaca novel “Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah” pasti banyak hikmah yang bisa didapat salah satunya yaitu amanat yang disampaikan shofi kepada keluargannya untuk tidak menceritakan kejadian-kejadian selepas ibadah haji, karena sesungguhnya berhaji merupakan salah satu kewajiban yang di bebankan kepada setiap muslim supaya bisa menyempurnakan rukun islam yang ke-5 dan didalam hati kita harus senantiasa terhindar dari prilaku sombong dan ingin terpuji akan ibadah kita supaya ibadah yang selama ini kila lakukan diterima dan berada dalam ridhanya Allah SWT. Hikmah lainnya yaitu shofi dan keluarganya menyadari bahwa berhaji itu hanyalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, yakinlah bahwa Tuhan yang sebenarnya ada dan melekat pada jiwa kita.
    Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa ber-syukur.

  18. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah………
    Pada part 29 ini adalah kebahagian yang terpancar pada diri Shofi, Crnos, Vetra dan siti karena mereka semua kembali ketanah air dengan selamat tanpa kekurangan apapun, tapi ada hal yang membuat diri saya terkesan yaitu nasihat-nasihat dan do’a-do’a yang di sampaikan oleh Shofi kepada kerabat dan tamu yang datang, “semoga kalian semua bisa menunaikan ibadah haji, dan jikalau tidak mampu maka berbuatlah kebajikan dengan sesama manusia, kemudian nasihat yang lain jangan menceritakan hal-hal yang aneh ketika berhaji dan ini adalah menunjukan sikap yang sangat bijak yang di tunjukan oleh Shofi, selain itu bahwasanya tuhan selalu melekat dalam diri dan jiwa kita” perkataan tersebut memiliki makna filosofi yang sangant hebat
    Barokallah……..

  19. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 29
    Alhamdulillah selesai sudah mereka melakukan ibadah haji, dan telah kembali pulang ke Tanah air yg kita cintai. Kedatangan keluarga shofi disambut dengan begitu hangat oleh masyarakat sekitar. Dan seperti biasanya shofi menyampaikan sebuah pesan kepada chronos untuk melarang anak, istri serta menantunya untuk mempublish peristiwa apapun selama berhaji kepada masyarakat. Karena haji adalah ibadah biasa dan tidak perlu didramatisir, justru keberangkatan ibadah hajinya itu meyakinkannya bahwa Tuhan yang sebenarnya ada dan melekat pada diri dan jiwa kita.

  20. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    akhirnya rombongan jamaah haji akan kembali ke tanah air. perjalanan yang sangat melelahkan namun penuh dengan rasa syukur. setelah ber jam-jam di dalam pesawat, akhirnya sampailah di tanah air, jamaah haji tentunya sangat senang, tak terkecuali shofi dan keluarganya. sesampainya di rumah shofi, banyak sanak keluarganya yang menyambut dengan penuh suka cita. namun setelah dua hari dari kepulangannya dari tanah suci, shofi kembali mengalami sakit, dan sakitnya pun mulai parah. shofi pun memberi nasihat kepada setiap orang yang berkunjung ke rumahnya untuk menjenguknya.

  21. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Alhamdulillah akhirnya tiba bagi para jamaah untuk mulai pulang ke tanah air walaupun mereka sempat menunggu lama di pesawat yg akhirnya pesawat menuju jakarta tiba. Para jamaah mulai memenuhi pesawat dan pesawat mulai lepas landas. Para jamaah tiba di indonesia di pagi hari dan di sambut oleh keluarga mereka masing-masing begitu pula keluarga chronos. Setelah sampai di indonesia chronos penyakitnya mulai kambuh dan berwasiat untuk tidak menceritakan pengalaman haji mereka biarkan hal itu mrnjadi prngalaman personal.

  22. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 29 ini yang berjudul “Tuhan Kemanusiaan”, Shofi dan keluarganya tiba di Indonesia, dengan sambutan hangat dari masyarakat disekitar rumahnya. Shofi berpesan untuk melarang anak, istri serta menantunya untuk mempublish peristiwa apapun selama berhaji kepada masyarakat. Karena haji adalah ibadah biasa dan tidak perlu didramatisir, justru keberangkatan ibadah hajinya itu meyakinkannya bahwa Tuhan yang sebenarnya ada dan melekat pada diri dan jiwa kita.

  23. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    Bismillah..
    dalam part dua puluh sembilan ini..
    di bandara king abdul aziz terisi penuh sesak oleh para jamaah yang akan bersiap-siap pulang ke halamannya masing-masing. suasana begitu penuh ramai banyak para jamaah yang terlihat sibuk.
    yang menari dalam part ini sengaja saya kutip “Temukanlah Tuhan anda semua di sini. Di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan, sesungguhnya tidak akan pernah menemukan Tuhanmu, jika jiwa kemanusiaan tidak mampu anda tunaikan. Tuhan yang sesungguhnya Tuhan, kata Shofi, ternyata melekat dalam jiwa kita yang ramah terhadap sesama manusia”.

  24. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 29 ini, menceritakan bagaimana kepulangan shofi dan keluarga setelah melaksanakan ibadah haji yang memiliki benyak cerita. Kebahagiaan sesungguhnya sudah dirasakan oleh shofi sesudah melaksanakan ibadah haji. Terlebih lagi yang dirasakan chronus yang telah berbakti kepada orangtua dengan menepati janji memberangkatkan haji kedua orangtuanya dan menjaganya selama melaksanakan ibadah haji.
    Dalam pelaksanaan ibadah haji banyak sekalin pengalaman yang dirasakan shofi dan chronus terlebih lagi dengan kondisi shofi yang berada pada kondisi tidak baik. Rasa bahagia dan haru bergabung menjadi satu. Tetapi, shofi tidak ingin menceritaan keharuan yang ada dalam menjalankan ibadah haji karena menurutnya pengalaman personal haji, hanya menjadi milik kita pribadi masing-masing dan justru meyakinkan diri bahwa Tuhan yang sesungguhnya Tuhan, ternyata melekat dengan diri dan jiwa kita. Sungguh sangat mulia apa yang shofi lakukan.

  25. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Tangisan Kebahagiaan. Bandara Internasional King of Abdul Aziz, terasa sesak. Jutaan manusia antri saat itu Mengular kira-kira 2000 meter, Alhamdulilah mereka dengan sangat bahagia akan segera pulang kekampung halamanya masing-masing, kata-kata yang dapat kita jadikan motivasi dalam diri kita bahwasannya Temukanlah Tuhan anda semua di sini. Di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan, sesungguhnya tidak akan pernah menemukan Tuhanmu, jika jiwa kemanusiaan tidak mampu anda tunaikan. Tuhan yang sesungguhnya Tuhan,ternyata melekat dengan diri dan jiwa kita. subhanallah

  26. Nur Aliffah MpI/4 berkata

    dalam part ini para jamaa’ah haji sudah kemabali ke kampung halamanya, suasana haru menyelimuti keluarga chronos.. dalam part ini terdapat kata-kata motivasi bahwasanya “temukan tuhan anda semua disini. Di tempat dimana ka’bah menjadi saksi bisu kebesaran tuhan, sesungguhnya tidak akan pernah menemukan tuhanmu, jika jiwa manusia tidak mampuj anda tunaikan.

  27. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part ini banyak sekali pesan yang terkandung. Ketika kita belum mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci, Implementasi ibadah haji dapat dilaksanakan dengan mengamalkan kegiatan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Dan juga Allah lebih dekat dengan manusia itu sendiri.

  28. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Dalam part ini jama’ah haji beserta Chronos, Shofi, Vetra dan Siti melakukan keberangkatan untuk kembali ke nusantara tercinta yaitu kampong halaman mereka masing-masing. Banyak diantara para jama’ah membawa banyak barang bawa’an untuk di bawa pulang dan tak lupa mereka membawa air zam-zam dan oleh-oleh lainnya dari Mekah.
    Namun sesampainya di kampung halamannya Shofi mengalami anfal. Penyakit asma akut yang membuat dia sangat sulit untuk bernafas kembali menderanya. Crhonos langsung memanggil dokter untuk membantu kesehatan Shofi.
    Tak menghiraukan rasa sakitnya Shofi tetap memberikan amanah kepada para tamu atau keluarganya yang datang, Shofi yang hanya bisa berkata dan berdo’a, ia berpesan semoga yang datang kerumahnya atau semuanya dapat menunaikan ibadah haji dan dapat menemukan Tuhan di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan. namun Tuhan yang sesungguhnya menurut Shofi yaitu Tuhan yang melekat dengan jiwa dan diri kita.

  29. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Temukanlah Tuhan anda semua di sini. Di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan, sesungguhnya tidak akan pernah menemukan Tuhanmu, jika jiwa kemanusiaan tidak mampu anda tunaikan. Tuhan yang sesungguhnya Tuhan ternyata melekat dalam jiwa kita yang ramah terhadap sesama manusia.
    SubhanAllah quotes yang luar biasa, quotes yang membawa kita pada kecerdasan spiritual kita. Keimanan dan ketakwaan Shofi dan keluarga bertambah besar lantaran sudah menunaikan ibadah haji dan menjalani kejadian-kejadian spiritualitas yang menakjubkan saat haji disana (Makkah dan Madinah)

  30. umar faruq mpi 4 berkata

    sesunggguhnya kamu tidak akan pernah menemukan Tuhanmu apabila jiwa kemanusiaanmu tidak kamu tunaikan, karena pada dasarnya Tuhan hidup dalam jiwa kita Dia Allah begitu melekat dalam darah, nadi, detak jantung serta pemikiran kita tidak pernah terlepas akanNYA, melaksanakan ibadah haji pun sesungguhnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita terhadap sesama manusia, untuk saling menebar kebaikan,saya yakin justru meyakinkan diri bahwa Tuhan yang sesungguhnya Tuhan, ternyata melekat dengan diri dan jiwa kita.
    kalimat inspirasi dari part 29.
    ucapan selamat buat keluarga chronos datang dengan selamat.

  31. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    Bismillahirrohmanirrohim…
    syukur alahamdulillah para jamaah bisa kembali ke kampung halamannya, terutama bagi keluarga shofi begitu bahagianya mereka bisa berkumpul kembali dengan keluarga besarnya. deraian air mata haru pun tumpah begitu saja. dengan penuh pengorbanan dan perjuangan demi menunaikan ibadah haji tidak sia-sia mereka melaksanakan kewajiban tersebut yang melihat berbagai fenomena sejarah penuh yang tidak banyak diketahui. Dalam part ini shofi mengatakan bahwa haji itu tidak harus menunaikan langsung ke tanah suci tetapi menanan kebaikan juga merupakan ibadah haji.

  32. Dinny alfiana s. MPI4 berkata

    dalam part 29 ini, pelajaran yang saya dapatkan adalah bahwa haji tidak melulu harus berangkat menuju baitullah, akan tetapi bagi meraka yang mungkin belum juga diberikan kesempatan menunaikan haji, maka yakinlah haji sesungguhnya dapat dilakukan melalui segenap kebaikan dalam hidup. dan untuk mengenai penemuan Tuhan, terkadang manusia tidak sadar bahwa Tuhan yang sesungguhnya Tuhan itu, ternyata melekat dalam jiwa kita yang ramah terhadap manusia. Subhanallah.

  33. pujiati/MPI/4 berkata

    saya setuju dengan pernyataan shofi yang mengatakan bahwa sesunggguhnya kamu tidak akan pernah menemukan Tuhanmu apabila jiwa kemanusiaanmu tidak kamu tunaikan, karena pada dasarnya Tuhan hidup dalam jiwa kita Dia Allah begitu melekat dalam darah, nadi, detak jantung serta pemikiran kita tidak pernah terlepas akanNYA, melaksanakan ibadah haji pun sesungguhnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita terhadap sesama manusia, untuk saling menebar kebaikan.

  34. Ririn Nur'aeni (MPI/4) berkata

    bismillah di part 29 ini..
    alhamdulillahirabbil ‘alamiin shofi dan keluarga kembali ke tanah air tentunya di rumahnya dengan selamat dan dalam keadaan shofi yang sehat. semoga kita dapat menunaikan ibadah haji seperti keluarga shofi kelak amiin.
    kata-kata yang dapat kita jadikan motivasi dalam diri kita bahwasannya Temukanlah Tuhan anda semua di sini. Di tempat di mana Ka’bah menjadi saksi bisu akan kebesaran Tuhan, sesungguhnya tidak akan pernah menemukan Tuhanmu, jika jiwa kemanusiaan tidak mampu anda tunaikan. Tuhan yang sesungguhnya Tuhan,ternyata melekat dengan diri dan jiwa kita. subhanallah

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar