Inspirasi Tanpa Batas

Tuhan Mengabulkan Do’a Sesuai Dengan Bobot Do’a Yang Dipanjatkan

0 102

Konten Sponsor

Tuhan Mengabulkan Do’a – Telah kita ketahui bersama bahwa dalam berdo’a kita harus sabar, tidak berlebihan dan tidak memaksa Tuhan untuk mengabulkan permintaan sehingga kita cenderung menggampangkan atau menyepelekan persoalan, karena menganggap bahwa itu semua bisa diatasi dengan berdo’a.

Memang Allah pasti mengetahui persoalan dan kesulitan yang dihadapi oleh hamba-hamba-Nya, Allah juga pasti mendengar setiap permintaan dan akan mengabulkannya. Walalupun demikian, kita tetap tidak boleh berlebihan dan tergesa-gesa, karena ini berarti kita memaksa Allah untuk menuruti kehendak kita dan ini merupakan sikap yang tidak dibenarkan karena Allah tidak bisa dipaksa oleh siapapun.

Nabi Muhammad SAW  berkata,  pasti Allah kasih  jawaban do’a  seseorang dianatara kalian selama dia tidak tergesa-gesa. Para sahabat bertanya, bagaimana ciri orang yang tergesa-gesa? Lalu Nabi menjawab, seorang hamba berkata, saya sudah berdo’a tapi Allah belum mengabulkan, lalu hamba itu meninggalkan do’a. Sementara do’a itu mempunyai batas sesuai dengan kadar bobot permintaannya. (SERTAKAN RAWI)

Misal, anda akan pergi bekerja seperti biasa, lalu berdo’a, “Ya Allah mudahkanlah pekerjan saya hari ini”. Ini merupakan do’a yang ringan. Allah mudahkan pekerjaan anda, selesai, dan langsung diijabah pada saat itu juga.

Lalu ada do’a yang bobotnya lebih berat. Misal sepasang suami istri sudah bertahun-tahun menikah tapi belum dikaruniai anak karena istrinya tidak subur. Kemudian mereka berdo’a “Ya Allah berikanlah kami anak”. Mungkin dalam kondisi istrinya tidak subur, Allah meletakkan pasangan suami istri ini kalau mau dikasih anak mereka harus berdo’a selama satu tahun.

Ada orang yang baru dua minggu berdo’a lalu dia berhenti. Maka dia dapat pahala tapi tidak mendapatkan targetnya. Padahal kalau dia sabar berdo’a sampai pada waktu yang telah ditetapkan Allah, maka dia akan mendapatkan targetnya.

Contoh Kisah Bobot Do’a

Contoh nyata, Nabi Zakaria berdo’a selama tujuh puluh tahun, baru Allah kabulkan. Bobot do’a nya memang berat. Beliau meminta agar istrinya yang mandul punya anak, dan itu secara fitrah manusia tidak akan bisa. Sementara beliau sendiri sudah sangat tua dan tulangnya sudah lemah. Tetapi Allah tetap mengabulkan asal Nabi Zakaria sabar.

Beliau tunggu sampai tanggal Allah mengijabah, hingga akhirnya beliau dikaruniai anak bernama Yahya yang diberi banyak kemuliaan. Allah sendiri yang memberi nama kepada anak itu dan Allah jadikan anak itu anak yang sangat berbakti kepada orang tua, dimana belum ada anak yang sesoleh dan seberbakti itu sebelumnya.

Allah juga menjadikan Yahya seorang  Nabi yang dikaruniai kitab Taurat, memiliki keluasan ilmu, dan memiliki banyak mukjizat serta dicintai oleh semua makhluk. Ia dicintai oleh manusia, burung-burung, binatang buas, bahkan gurun dan gunung.

Makna dari Kisah

Kisah tersebut merupakan contoh buah hasil dari bersabar dalam berdo’a. Dikabulkan dengan segera atau ditunda, kita harus tetap bersyukur kepada Allah. Jangan kecewa apalagi sampai putus asa tidak mau berdo’a lagi, sebab Allah lebih mengetahui hikmah daripada kita. Allah lebih mengetahui apa yang akan terjadi kepada diri kita apabila do’a tersebut dikabulkan atau ditunda.

Jika ditunda terlebi dahulu, barangkali itu merupakan cobaan terhadap iman kita. Lalu apabila dikabulkan dengan segera , mungkin akan mengakibatkan sesuatu yang kurang baik bagi diri kita atau bagi orang lain.

Maka dari itu, berdo’alah dengan sabar dan sungguh-sungguh, jangan berhenti di tengah jalan karena semua do’a akan dikabulkan pada waktu yang sudah Allah tentukan. Dan berdo’a serta beribadah lah dengan tetap berhusnudzan kepada Allah.(VAU)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar