Tujuan Pendidikan Pondok Pesantren

12 431

Dewasa ini pondok pesantren telah berkembang dan merupakan lembaga gabungan antara sistem pondok dan sekolah yang memberikan pendidikan agama Islam dan umum dengan sistem klasikal (schooling) yang lazim disebut madrasah. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang dikelola seutuhnya oleh kyai dan santri keberadaan pesantren pada dasarnya berbeda diberbagai tempat baik kegiatan maupun bentuknya. Meski demikian, secara umum dapat dilihat adanya pola yang sama pada pesantren. Persamaan pola tersebut dapat dibedakan dari dua segi. Pertama, segi fisik yang terdiri dari empat komponen pokok yang selalu ada pada setiap pesantren, yaitu:

(1) Kyai sebagai pemimpin, pendidik, guru dan panutan,

(2) Santri sebagai peserta didik atau siswa,

(3) Masjid sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan, pengajaran, dan peribadatan,

(4) Pondok sebagai asrama untuk mukim santri.

Sedang segi kedua adalah komponen non fisik yaitu Pengajian (pengajaran agama) yang disampaikan dengan berbagai metode yang secara umum memiliki keseragaman, yakni standarisasi tentang kerangka system nilai baik dan buruk yang menjadi dasar kehidupan dan perkembangan pondok nilai baik dan buruk yang menjadi dasar kehidupan dan perkembangan pondok pesantren.

Tujuan Pendidikan Di Pondok Pesantren

Pondok pesantren salaf pada umumnya tidak merumuskan secara eksplisit dasar dan tujuan pendidikannya. Hal ini terbawa oleh sifat kesederhanan pesantren yang sesuai dengan dorongan berdirinya dimana Kiyai mengajar dan santri belajar, semata-mata adalah untuk “ibadah” dan tidak pernah dihubungan dengan tujuan tertentu dalam lapangan penghidupan. Untuk mengetahui tujuan pendidikan yang di selenggarakan pesantren, melalui pamahaman fungsi-fungsi yang dilaksanakan dan dikembangkan oleh pesantren itu sendiri baik dalam hubungannya dengan para santri maupun dengan masyarakat di sekitarnya.

Sebagai lembaga penyebaran agama, tujuan pendidikan pesantren yang didirikan di suatu tempat bertujuan agar penduduk di sekitarnya dapat dipengaruhi sedemikian rupa. Sehingga yang sebelumnya tidak atau belum menerima agama Islam dapat berubah menjadi menerimanya bahkan akhirnya menjadi pemeluk-pemeluk Islam yang teguh. Sedangkan tempat mempelajari agama Islam adalah karena aktifitas yang pertama dan utama dari sebuah pesantren adalah sebagai tempat mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan agama Islam. Dalam hal ini pola pertumbuhan hampir setiap pesantren menunjukan kemampuan melakukan perubahan total terhadap masyarakat sekitarnya sehingga masyarakat yang belum muslim, berubah menjadi masyarakat Islam yang teguh.

Nilai Nilai Pondok Pesantren

Nilai Nilai Pondok Pesantren

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata nilai  memiliki banyak arti. Di antara arti dasar dari kata tersebut  adalah harga. Namun secara filosofi kata nilai memiliki dua arti; pertama sifat sifat atau hal hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Kedua, sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya. Dalam dunia pondok pesantren, nilai merupakan filsafat, pegangan dan pedoman kehidupan dan keberlangsungan pendidikan pondok pesantren. Nilai ini mendasari dan mewarnai seluruh kehidupan yang ada di pondok. Mulai dari kiyai, santri dan seluruh yang berhubungan dengan pondok. Ada lima nilai yang menjadi ruh dan spirit keberlangsungan pondok pesantren:

  1. Keikhlasan, yang merupakan nilai yang membentuk jiwa manusia yang tidak mengorientasikan segala gerak dan lakunya hanya diukur dengan materi. Di atas usaha manusia harus diorientasikan untuk sesuatu yang maslahah demi mencari keridlaan ilahi yang dikenal dengan ibadah. Ketika nilai keikhlasan menjiwai seluruh elemen pondok, maka yang ada adalah iklim kompetisi untuk mempersembahkan yang terbaik dalam nafas kehidupan.
  2. Kesederhanaan. Kesederhanaan bukan berarti minus dan kering dari kecukupan materi. Akan tetapi lebih dititikberatkan pada efektivitas dan efesiensi dalam menggunakan dan memanfaatkan sebuah materi. Dalam posisi ini, materi bukan segalanya, melainkan hanya berfungsi sebagai alat dan perantara. Oleh karenanya, penggunaan materi disesuaikan dengan keadan dan kebutuhan dengan prinsip menghindarkan dari sikap inefisiensi dan inefektifitas, yang dalam bahasa agamanya disebut dengan sikap tabdzîr dan isyrâf.
  3. Kemandirian. Prinsip kemandirian bagi pondok pesantren sangat penting, agar pondok mampu menentukan prinsip, jati diri dan cita cita mulianya dengan tidak mudah terpengaruh pada donatur dan siapa pun yang ingin bergabung dan berpartisipasi dengan pondok. Sehingga semua yang ada berjalan di atas prinsip ketulusan dan tanpa pamrih.
  4. Ukhuwah Islamiyyah. Didasari tiga prinsip di atas, akan memunculkan rasa seperasaan dan sepenanggungan dalam hidup di pondok. Akhirnya muncul rasa solidaritas dan persaudaraan yang kuat yang didasarkan pada nilai nilai agama yang disebut dengan Ukhuwah Islamiyyah, yang tidak saja terjadi di pondok, melainkan akan berlanjut setelah selesainya nanti di luar pondok.
  5. Kebebasan.  Bebas disini bukan berarti sikap yang tak terkendalikan. Akan tetapi muncul kearifan jiwa  yaitu rasa damai, tenang dan kepuasan. Tanpa adanya sebuah tekanan dan paksaan. Karena segala sesuatunya didasarkan pada prinsip ketulusan dan keikhlasan, kesahajaan, keharmonian dan lain laian, akhirnya merasakan suatu kenyamaan dan bebas dari perasaan tertekan. (Tujuan Pendidikan)

Baca Juga : Pesantren dan Metode Pembelajarannya

  1. Mana rul berkata

    Pesantren adalah pendidikan yang berbasis tradisional, yang dimana para siswanya tinggal bersama, dalam satu tempat yang dimana, ditempat itu dibimbing oleh guru, yang lebih dikenal dengan sebutan KIAI. Pendidikan pondok pesantren adalah suatu lembaga pendisikan non formal dimana peserta disik diajar oleh seorang kiai yang ditempatkan pada suatu tempat yang dinamakan pondok atau asrama, pengajaran pondok pesantren tidak jauh berbeda dengan pengajaran sekolah umum pada mestinya, yang membedakan adalah dipesantren akan diajarkan lebih dalam ilmu pengetahuan agama, tujuan pondok pesantren tidak lebih dari, menjadikan peserta didik luas dalam ilmu pengetahuan Agama atau menjadikan manusia khalifah dimuka bumi yang benar dan taat terhadap perintah Allah SWT sunnah rasulnya.

  2. Mohamad Ayip Anwar berkata

    Lima nilai dan ruh yang menjadi spirit dalam keberlangsungan pondok pesantren :
    1.Keikhlasan
    2.Kesederhanaan
    3.Kemandirian
    4.Ukhuwah Islamiyah
    5.Kebebasan

  3. Lala Islahiyatul Fitriyah berkata

    Lala islahiyatul fitriyah
    1415104057
    Tadris IPS-B/III

    Pada kenyataannya pondok pesantren dengan fungsinya sebagai lembaga pendidikan islam juga berfungsi sebagai tempat penyiaran agama islam dimana para santri dididik untuk bisa hidup dalam suasana yang bernuansa agamis, maka dari itu pondok pesantren memiliki tingkat integritas yang tinggi dengan masyarakat sekitarnya dan menjadi rujukan moral atau perilaku bagi masyarakat umum.

  4. Daiman berkata

    Pondok pesantren bagi saya adalah sebuah penjara suci yang bahan pengajaran nya mempunyai nilai lebih .

  5. Anan Abdul Hanan berkata

    Fakta dari semua tujuan dan nilai-nilai pondok pesantren mengantarkan peserta didiknya (santri) menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

  6. ahmad khumaeni berkata

    pondok pesantren bukan sebagai bengkel tapi sebagai panutan baik dimasyarakat. pondok pesantren jugaada kebersamaan dan mengajarkan arti mendidik yaitu pada santri terkena hukuman tapi hukuman itu di artikan sebagai mendidik. saya bisa mengartikan bahwa santri artinya san yaitu matahari dan tri yaitu tiga jadi tiga matahari yang mengguncangkan dunia dengan nilai-nilai keislamanya 🙂

  7. Andri Kohar berkata

    Intinya PONPES adalah salah satu tempat didikan yang masih baik !

    Andri kohar
    T.ips a/3

  8. aah roudotul badiah berkata

    aah roudotul badiah
    tadris Ips A/3
    PONDOK PESANTREN salah satu tempat untuk kita dalam hal memperbanyak ilmu tentang keislaman , bahkan menurut saya ponpes ini memiliki nilai ples dibandingkan dengan sekolah umum karena diponpes jug tidak berbeda dengan sekolah uum yang juga mengajarkan ilmu pengetahuan khususnya ips , dengan adanya ponpes ini seorang anak didik lebih faham lebih mendalam mengenai dunia islam baik itu dari ibadahnya maupun dari segi lainnya .

  9. Dewi Widya Andjani berkata

    Dewi widya andjani
    Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
    A/3
    IAIN SYEKH NURJATI

    Pondok pesantren merupakan salah satu wadah untuk menimba ilmu agama yang sedikitnya kita dapatkan di sekolah maupun lembaga pendidikan yang lainnya dan lebih banyak nya lagi kita dapatkan di pondok pesantren.Disini kita dapatkan arti bagaimana sebuah arti ketaatan atau keputuhan terhadap peraturan kiyai/pondok pesantren tersebut,kesabaran,kebersamaan,keikhlasan,kemandirian dan masih banyak lagi nilai nilai yang kita dapatkan dalam pondok pesantren itu sendiri.
    Terimakasih 🙂

  10. Dwi Arti Citra Sari berkata

    Dwi Arti Citra Sari (1415104030)
    T.IPS/A-III

    Pandangan masyarakat terhadap pondok pesantren yaitu pondok pesantren adalah gudangnya ilmu karena dalam pondok pesantren sendiri tak hanya belajar ilmu agama tetapi mereka juga belajar ilmu sosial yang salah satunya yaitu cara menghormati seorang kyai atau menghormati seseorang yang telah memberikan ilmu bagi kita.. di pesantren seorang santri menghormati kyai dengan penuh penuh rasa ta’dzim santri jika santri menghadap atau bertemu dengan kyainya mereka tak berani melihat wajah kyai tersebut karena sangat ta’dzimnya mereka terhadap kyai contoh yang lain yaitu seorang santri memiliki rasa tolong menolong yang kuat..
    Hidup di pondok pesantren membuat kita hidup mandiri dan mempunyai rasa tolong menolong yang tinggi bagaimana hidup sederhana dan bisa menerima apa adanya tak mengeluh dan tetap bertahan karena di pondok pesantren mengajarkan kita saling berbagi dan menyayangi satu sama lain..

  11. eka lina wati jurusan T.IPS A semester 3 berkata

    PONDOK PESANTREN iitulah sebuah tempat ddimanasemu orang mengenalnya dengan “TEMPATNYA ORANG menjadi ALIM MENCARI ILMU AGAMA ISLAM”, didalam pondok pesantren tentunya memiliki tata tertib dan aturan yang berlaku, yang hharus ditaati, dihormati, dan dilaksaakan sebagai mana tata tertib dan peraturan yang ada, didalam pondok pesantren ini diajarkan tentang rasa solidaritas, tanggung jawab, saling menyayangi, menghormati, menjaga, kebersamaan, saling tolong menolong, tidak mudah marah, tidak sombong, kedewasaan, sopan santun, tata krama, sederhana, memanfaatkan waktu dan yang terpenting adalah rasa kesabaran dan keihlasan, sabar dan ikhlas menghadapi semuanya dalam urusan menjaga komunikasi kontak langsung dengan lawan jenis, sabar untuk dibatasi dalam komunikasi via hp, dan sabar serta ikhlas dalam rasa ingin hidup tinggal bersama, komunikasi dan bertemu dengan orang tua, tetapi hikmah dari semuanya adalah kita dipandang unggul dalam urusan memahami tentang iilmu agama islam oleh masyarakat, dihargai dimanapun keberadaannya oleh masyarakat, dan terpenting adalah bisa menjadi kebanggaan orang tua dan harapan kesuksesan dari didikan orang tua itu sendiri dalam didikan awalnya.

  12. BETTY NOVITA SARI berkata

    Baiklah yang saya simak disini ponpes (pondok pesantren) pendidikan yang mengajarkan banyak nilai-nilai keislaman. Yang mengajarkan kesederhanaan bagi setiap santri nya. Santri yang selalu diajarkan bagaimana arti kebersamaan.
    Suka duka yang saya lihat di ponpes saya acungkan jempol.
    Terus kembangkan nilai keislaman dimana pun kita berada sahabat.
    Nuhun

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.