Tujuan Pengetahuan Dalam Filsafat Pendidikan

6 276

Tujuan pengetahuan ditetapkan dalam firman-Nya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu” (Qs. Al Alaq [96]: 1). Pembacaan –atau pengetahuan- dengan nama Allah tujuan pokoknya adalah mengetahui dan bersyukur kepada-Nya. Qur’an memberikan isyarat kepada tujuan ini dalam berbagai tempat seperti firman-Nya: “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah” (Qs. Muhammad [47]:19). Demikian juga terdapat penjelasan secara global dalam berbagai surat dan ayat.

Mengetahui Allah adalah mengetahui perbuatan, sifat dan aspek pengaturan dan pengelolaannya terhadap makhluk dan wujud yang ada. Pengetahuan ini adalah sarana yang efektif untuk merealisasikan tujuan penciptaan manusia yang adalah penyembahan kepada Allah SWT. Penyembahan kepada-Nya –sebagaimana definisinya telah dijelaskan- adalah taat kepada-Nya secara total karena kecintaan yang sempurna kepada-Nya.

Wahyu di sini tidak terbatas kepada tuntutan pembacaan atau pengetahuan atas nama Tuhan akan tetapi juga diikuti dengan permintaan akan bukti-bukti yang membenarkan tuntutan ini dan menimbulkan kepuasan dan penerimaan terhadapnya. Bukti-bukti ini adalah bukti makhluk biologis, bukti ekonomi dan bukti peradaban. Adapun penjelasan dari bukti tersebut adalah sebagai berikut:

Pencipta Manusia Yang Mengatur Pembentukan Dan Pertumbuhannya

Bukti pertama, “Dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”. Sumber pengetahuan dan hasilnya ini adalah pencipta manusia yang mengatur pembentukan dan pertumbuhannya semenjak menjadi segumpal sperma dalam dinding rahim sampai tumbuh dan menjadi manusia yang berpengetahuan yang membaca perjalanan alam dan kehidupan.

Selama pertumbuhan ini, pencipta menyempurnakan kemampuan akal dan fisik manusia dan membentuk orientasi kejiwaaan, kebutuhan dan kesiapan pembelajarannya dan selanjutnya mengatur semua ini dari tahapan segumpal darah di rahim hingga menjadi manusia yang membaca kitab alam dan masyarakat dan kemudian mengkodifikasikan buah pembacaan ini dengan pena dan menyimpan petunjuk, pengetahuan, pengalaman dan rahasia dan mentransmisikannya dari generasi ke generasi.

Proses pengetahuan –dan urutan-urutannya- di sini terintegrasi dengan proses penciptaan dan penyempurnaan sebelumnya sehingga keduanya menjadi satu. Pendidik adalah pencipta, penyempurna dan pengajar. Al ladzi khalaqa fa sawwa (Yang menciptakan dan menyempurnakan) adalah yang menentukan, memberi petunjuk, megajar dan mendidik.

Penggunaan kata rabbika di sini merupakan petunjuk adanya pendidikan yang pasti. Dan Dia tidak mengatakan khaliqika, ilahika atau fathirika karena maksudnya adalah peringatan akan makna pengetahuan dan pendidikan dan signifikansinya dalam agenda perbaikan dan pemuliaan manusia.

Pendidikan Tidak terbatas Kepada Manusia

Pendidikan ini juga tidak terbatas kepada manusia semata akan tetapi juga meluas hingga mencakup alam di mana ia hidup, komponen-komponen yang dengannya ia hidup sehingga penciptaannya berjalan dan pengaturan dan pendidikannya berjalan untuk memberikan kontribusi dalam merealisasikan buah dan tujuan pendidikan manusia.

Orientasi Islam dalam bidang ini meletakan manusia di hadapan hakikat sepanjang hidupnya. Orientasi ini terdapat dalam surah Al Fatihah yang secara berulang-ulang untuk setiap harinya sedikitnya 14 kali jika hanya dibatasi pada shalat fardhu, secara berulang-ulang disebutkan al hamdulilahi rabbil ‘alamin. Yakni bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan yang mencakup semua alam di samping alam manusia.

Kata rabb mencakup pendidikan-Nya terhadap alam manusia, benda padat, hewan, bintang, samudera, laut angin dan lain-lain. Baru-baru ini ahli lingkungan (ekologis) menemukan akurasi keteraturan dan hikmahnya dalam kehidupan di alam-alam ini dan bagaimana manusia mengintervensi dan mengganggu keseimbangan lingkungan dan merusak hubungan yang ada antara alam-alam ini, dan akibat intervensi ini menimbulkan bahaya yang dahsyat terhadap kehidupan manusia dan yang di sekitarnya dan memenuhi lingkungannya dengan polusi dan ditemukannya penyakit-penyakit yang tidak dikenal sebelumnya.

Perencana Pengetahuan Dan Pendidikan Yang Paling Mulia

Bukti kedua, bahwa perencana pengetahuan ini –dan pendidikan yang dihasilkannya- adalah perencana yang paling mulia. Dia melebihi para pendidik dari kalangan manusia yang melihat pendidikan sebagai menanam modal dan menantikan hasil secara ekonomi, sosial dan militer terhadap apa yang telah diupayakan dalam bentuk kerja keras untuk mendidik mereka dan dalam bentuk mendirikan institusi-institusi yang mereka bangun baik mereka itu bapak, pengajar, keluarga, negara atau institusi.

Perencana pendidikan Islam di sini adalah yang lebih mulia dari semua yang mulia karena Dia memberikan input dan tidak menantikan output secara ekonomi.

“Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.” (57) “Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (58) (Adz-Dzaariyaat [51]: 57-58)

Perencana Pengetahuan Menjaga Keberhasilan Usaha Para Generasi Terdidik

Bukti ketiga, bahwa perencana pengetahuan ini menjaga keberhasilan usaha para generasi terdidik. Sehingga senang terhadap sikap menanggung, tolong menolong dan pertukaran pengetahuan dan pengalaman ilmiah antara masyarakat lokal atau generasi historis. Oleh karena itu Dia memberi petunjuk kepada manusia untuk menemukan tulisan dengan pena agar ‘mengikat pengetahuan’ yang dihasilkan oleh pembacaan kitab penciptaan dan kitab alam.

Bahkan Dia memberikan petunjuk kepada manusia untuk perkembangan pena itu sendiri. Sehingga pengetahuan memancar dan meningkatnya kualitas tulisan. Mula-mula dari tahapan agraris melalui penulisan dengan pena kayu hingga tahapan teknologi elektronik dengan alat percetakan dan komputer.

Di antara akibatnya adalah ‘pengikatan ilmu’ sebagaimana yang disebut Nabi SAW dan kodifikasi pengetahuan. Juga masuknya manusia ke dalam peradaban dan menempatkannya dalam tingkatan yang mulia.

Bahkan perencana pendidikan ini menganggap andil dalam kodifikasi, penjagaan dan produksi ilmiah ini sebagai salah satu aktivitas yang bermanfaat. Pahalanya terus mengalir selama manusia belajar dan menulis di muka bumi. Jika manusia telah mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

  1. Siti maryatul qibthiyah berkata

    Allah SWT menjelaskan dalam firmannya :”bacalah dengan (menyebut)nama tuhanmu”.(Qs.Al-alaq 96).dengan nama allah tujuan pokok manusia adalah mengetahui dan bersyukur kepadanya.jadi tujuannya adalah untuk mengetahui beberapa hal yang belum kita ketahui untuk menambah wawasan kita dalam beependidikan.proses pengetahuan terintegrasi dengan peroses penciptaan dan penyempurnaan sebelumnya,sehingga pemikiran-pemikiran seseorang itu menjadi satu sehingga menemukan penemuan-penemuan baru yang di sempurnakan sebagai petunjuk pendidikan yang pasti bagi manusia.

  2. ABDURRAHMAN HASYIM ( MPI-4 ) berkata

    kebenaran filsafat merupakan kebenaran yang bersifat relatif.

  3. ABDURRAHMAN HASYIM ( MPI-4 ) berkata

    . ciri-ciri berfikir filsafat ada 4 yaitu: Radikal, sistematis, universal, dan spekulatif.

  4. makrubin nim 14166310040 PAI /A semester satu. berkata

    tujuan manusia diciptakan yaitu untuk menyembah aiiah SWT, dan ketaatan karena kecintaanya yang sempurna beribadah kepada NYA, bagaimana kecintaan menurut filsafat………..

  5. Ririn Nur'aeni (MPI/4) berkata

    filsafat adalah ilmu yang mempelajari cara berfikir menggunakan logika untuk mengetahui sesuatu sampai kedasar-dasarnya sehingga dapat diketahui dengan pasti kebenarannya. kebenarn filsafat merupakan kebenaran yang bersifat relatif. ciri-ciri berfikir filsafat ada 4 yaitu: Radikal, sistematis, universal, dan spekulatif.

  6. syamsul maarif berkata

    syamsul pasca MPI BBC

    assalamualikum prof, dari artikel kemerosotan etika peserta didik itukan yang di bahas di luar kalau di indonesia selain sama seperti disanan oleh apa lagi ya? apakah tontonan bisa berpengaruh juga?

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.