Tujuan Penundukan Dalam Hubungan Manusia Dengan Alam

0 93

Tujuan penundukan adalah manusia mengetahui kemampuan Allah yang absolut, ilmu-Nya yang absolut dan kasih sayang-Nya yang absolut dalam nikmat-nikmat-Nya yang tidak terhitung sehingga ia mensyukurinya dan menerima untuk taat kepada-Nya.

 

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),” (12), “dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran” (13), “Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur” (14) (Qs. An-Nahl [16]: 12-14).

“Allahlah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur” (12), “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (13) (Qs. Al Jaatsiyah [45]: 12-13).

Manusia Merealisasikan Validitas Wahyu dan Menjamin Kebenaran Rasul

Dalam alam –laboratorium- manusia merealisasikan “validitas” apa yang diberitahukan oleh wahyu, dan menjamin “kebenaran” apa yang dibawa Rasulullah SAW. Dalam alam manusia menyaksikan akurasi penciptaan alam dan hukum-hukum eksistensi, perubahan keadaan dan buah pemanfaatannya. Melalui ini terealisir keagungan pendidikan Tuhan bagi alam manusia, hewan, tumbuhan dan benda mati. Realisasi ini membimbing –misalnya- kepada bahwa Allah adalah “Tuhan semesta alam” dan kebenaran apa yang diterima oleh “pendengarannya” berupa wahyu dan menemukan urgensi disendirikannya Allah dalam cinta dan ibadah.

Menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (Qs. Ath-Tahalaaq [65]: 12).

Wahyu dan Alam dalam Satu Ketuhanan

Wahyu dan alam adalah dua bagian dalam satu buku ketuhanan. Bagian pertama menyajikan ayat-ayat Allah dalam Qur`an dan bagian kedua menyajikan ayat-ayat Allah dalam jiwa dan ufuk.

Integrasi antara kedua jenis ayat ini adalah mu’jizat Rasul yang abadi. Ini adalah masalah pokok dalam metode dakwah dan metode pendidikan Islam. Ketika kaum Quraisy meminta Rasulullah SAW mu’jizat material dan bukti inderawi atas kebenaran wahyu yang diturunkan kepadanya adalah bahwa hanya orang-orang yang berakal, cerdas dan orang-orang yang diberi anugerah untuk memasuki laboratorium alam dan menyaksikan mukjizat dan bukti yang mereka tuntut. Al Wahidi dalam –Asbabun Nuzul- meriwayatkan bahwa orang-orang Quraisy mendatangi orang-orang Yahudi dan bertanya: “Bukti apa yang dibawa oleh Musa? Mereka berkata: “Tongkat dan tangannya yang berubah menjadi ular bagi orang-orang yang melihatnya”. Dan mereka mendatangi orang-orang Kristen kemudian bertanya: “Bagaiman Isa terhadap kalian?” Mereka menjawab: “Dia menyembuhkan orang buta dan orang yang terkena penyakit kusta, dan menghidupkan orang mati”. Kemudian mereka mendatangi Nabi SAW lalu berkata: “Berdoalah kepada Tuhanmu agar bukit Shafa menjadi emas”. Maka Allah menurunkan ayat:

 إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (Qs. Ali Imraan [3]: 190).

Orang-orang yang menemukan pengetahuan ilmiah dan teknologi –dan apa yang akan ditemukannya- adalah mukjizat risalah Islamiah. Terhadap mukjizat ini Qur`an menyatakan:

سَنُرِيهِمْ ءَايَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar” (Qs. Fushshilat [41]: 53).

Signifikansi Ilmu Terhadap Seorang Muslim

Dari sini kita mengetahui signifikansi ilmu dalam kaitannya dengan Muslim. Jika Muslim begitu mendalami pemahaman akan makna ilmu maka ilmu ini akan menyaksikan kebenaran iman kepada Allah dan hari akhir dan urgensi keduanya, sebagaimana ilmu menyaksikan kebenaran hukum gravitasi dan memuaskan manusia dengan memperhatikan hukum-hukum ini yaitu ketika ia melompat dari atap atau kapal terbang untuk menghindari bencana kehancuran.

Penundukan semakin meningkat –dalam ayat ufuk di alam- dengan meningkatnya ilmu tentang hukum-hukum alam ini. Dan ini kami sebut dengan kemajuan teknologi.

Adapun penundukan dalam ayat jiwa maka masih kurang jelas dan kurang mengalami kemajuan. Dan yang diharapkan oleh filsafat pendidikan Islam adalah anjuran untuk melihat pada ayat-ayat jiwa –yakni menemukan hukum-hukum jiwa dan kedalaman ketika memahami hukum-hukum ini untuk kepentingan kepuasan manusia bahwa menyalahi hukum-hukum Allah dalam jiwa adalah seperti menyalahi hukum-hukum Allah dalam alam.

Mengetahui bahwa orang-orang yang tidak menjaga norma-norma keimanan kepada Allah dan hari akhir akan hancur dan berkeping-keping sebagaimana berkeping-kepingnya orang yang melompat dari pesawat terbang dan dari atap rumah tanpa memperhatikan hukum gravitasi, dan bahwa masyarakat yang orang-orangnya tidak menjaga tanggungjawab mereka yang Allah perintahkan mengenai hubungan sesama anggotanya satu sama lain akan hancur karena keluar dari hukum alam tentang gravitasi dan kehancuran.

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.