Inspirasi Tanpa Batas

Tujuh Dimensi Produk Pendidikan Tinggi Yang Ideal

0 107

Kiprah atau direction Pendidikan tinggi di Indonesia haruslah dipusatkan pada optimalisasi konstribusi terhadap upaya peningkatan mutu bangsa Indonesia, pengembangan sain dan teknologi serta pembangunan kultur dan identitas bangsa. Perguruan tinggi harus tampil sebagai leader dalam pengembangan sivilisasi bangsa, sehingga menjadi andalan seluruh bangsa.

Kiprah ini meletakan perguruan tinggi sebagai titik strategis pembangunan nasional dan sebagai aset nasional yang harus tumbuh dan berkembang terus. Perguruan tinggi mempunyai misi yang bersipat nasional dan merupakan infrastruktur untuk melahirkan peminpin bangsa. Tri Dharma perguruan tinggi yang selama ini merupakan misi berdirinya itu mempunyai peran yang lebih bermakna dalam pembangunan bangsa dan negara.

Profil Lulusan Pendidikan Tinggi

Profil manusia Indonesia yang menjadi produk pendidikan tinggi harus mengandung dimensi-dimensi sebagai berikut:

Pertama, Iman dan Takwa.

Dalam RPJM (2005-2010) Kabinet Indoneia Bersatu ini iman dan takwa merupakan value universal yang diperlukan sebagai kendali manusia, sehingga tetap menjadi makhluk yang palingh sempurna dan paling baik.

Kedua, Jati Diri Indonesia.

Wawasan kebangsaan amat diperlukan untuk memelihara dan menumbuh kembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Wawasan kebangsaan haruslah menjadi nilai yang tepat mengendalikan nilai-nilai teradisional yang bersipat primordial, yang tidak selalu sejalan dengan wawasan nasional kebangsaan.

Ketiga, IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)

Sebagai kebutuhan manusia moderen yang memerlukan kelengkapan untuk menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang perlu diatasi. Keempat, Demokrsasi ini adalah unsur yang mencuat pada RPJM sebagai salah satu unsur dalam hak azasi manusia, walaupun penerapannya amat tergantung kepada nilai-nilai dan kondisi nasional masing-masing.

Kelima, Tanggung Jawab Sosial

Hal ini merupakan peerilaku dan sikap peduli terhadap orang lain dan terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara. Tanggung jawab sosial ini merupakan aset bagi hidup masyarakat, berbangsa dan bernegara untuk turut serta dalam mewujudkan tujuan nasional, yaitu keadilan dan kemakmuran bagi setiap warga negara Indonesia.

Keenam, Percaya Diri.

Dalam hal ini percaya diri sebagai warga negara dari satu negara merdeka, yang harus memiliki keyakinan dan percaya diri atas kemampuan dirinya, atas harga dirinya, dan atas kemampuannya untuk berjuang, bersaing dan bekerjasama dalam pergaulan masyarakat dunia.

Ketujuh, Kereatif dan Keritis

Percya diri saja tidak cukup untuk menghasilkan karya yang berharga. Karena itu kereatif dan daya berpikir keritis merupakan unsur penting yang harus tertanam dan menyatu dalam setiap warga negara.

Kedelapan, Disiplin

Dalam hal ini kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan norma-norma untuk mengendalikan diri sehingga segala sesuatu dapat dilakukan dengan tertib sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku. Tanpa disiplin, suatu bangsa tidak akan mampu menjadi bagsa yang kuat, bangsa yang dihormati, dan mencapai perestasi besar.

Profil intelektual Indonesia seperti diuraikan di atas, merupakan penjelasan dan penafsiran dari apa yang, disebut tujuan pendidikan nasional. Hal ini setidaknya tercantum dalam UUSPN (Undang-Undang Sistem pendidikan Nasional) tahun 2003. Yang menyebutkan bahwa manusia pancasila seutuhnya adalah merupakan perofil seperti ini akan membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Dr. H. Djono

Komentar
Memuat...