Inspirasi Tanpa Batas

Ujian Datang untuk Memenuhi Janji | Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 22

37 68

Konten Sponsor

Ujian Datang untuk Memenuhi Janji. Seluruh jama’ah haji, di mana Shofi dan Crhonos beserta keluarga dan jama’ah bareng bersama, tetap berada di Mina. Sebelumnya, sehabis melaksanakan mabit di Muzdalifah, kami, kata Crhonos, langsung melakukan balang atau jumrah [melempar]. Disinilah batu kami lemparkan. Inilah hari pertama sekaligus berada di tugu pertama. Betapa beratnya perjalanan yang harus ditempuh untuk dapat sampai ke tempat itu. Tenda dengan tempat di mana balang itu dapat dilakukan, sangat jauh sekali. Itu semua hanya dapat dilakukan melalui jalan kaki.

Crhonos melakukan Jumrah Ula (pelemparan pertama) saat matahari benar-benar baru terbit. Ia menyaksikan bagaimana matahari dengan warna kemerahan yang sangat sempurna terlihat. Ia bersama istrinya, Vetra, pagi itu berjalan bersama dengan jubelan jama’ah yang hampir merapatkan seluruh tubuh. Sulit membayangkan bagaimana motibasi spiritual seperti ini dapat terjadi.

Ia berhenti di terowongan Mina yang sempat membuat ratusan jama’ah haji Indonesia meninggal. Ia membayangkan, bagaimana kalau listri dan AC di terowongan di mana dia melewatinya mati. Maka, hampir dapat dipastikan, kematian itu sulit dihindari. Inilah terowongan dengan jumlah jama’ah yang luar biasa padatnya. Iaberkata dalam hatinya: Ya Allah berilah tempat syurga untuk para syuhada di sini”.

Pelemparan batu yang popular dengan sebutan balang kecil, telah menghabiskan 7 butir batu miliknya. Kami, melakukan dengan penuh semangat kata Crhonos. Posisi tugu pertama ini,  sangat dekat dengan masjid Khaif. Selepas pelemparan batu pertama, sebenarnya kami dapat melakukan perjalanan menuju Ka’bah.

Kami dapat melakukan Thawaf ifadahah dan sya’i, lalu mencukur rambut. Kami dapat menanggalkan pakaian ihram. Setelah itu, kami kembali lagi ke Mina untuk menyempurnakan pelemparan dalam tiga malam berikutnya. Tetapi kami, bersama ribuan rombongan lain, tidak melakukannya. Kami malah meneruskan mabit [bermalam] di Mina selama dua malam berikutnya. Di tempat inilah, rombongan haji hanya menambah dua malam untuk menginap. Jama’ah tidak melakukan tahallul [potong rambut] Awal. Kami tetap meneruskan menginap di Mina.

“Hai Crhonos, ternyata kita mengambil Nafar Awal. Ini sebenarnya pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan nafar tsani. Kalau kita mengambil nafar tsani, berarti kita akan menambah jumlah waktu penggunaan pakaian ihram sampai empat hari. Kita akan mencukupkan menginap di sini selama 3 hari berturut-turut, bukan 4 hari. Dan kita sudah melewatinya selama satu malam. Jadi, kita tinggal dua malam lagi. Berapa banyak kerikil yang telah dikumpulkan saat mabit di Muzdalifah? Crhonos menjawab, 196. Jumlah itu cukup kata Shofi untuk kita gunakan bagi 4 jama’ah. Karena kita mengambil nafar awal, maka, kita akan ke Mekkah pada tanggal 12 Dzul Hijjah.”

Shofi kelihatan begitu sumringah, meski tubuhnya semakin parah. Suasana spiritual di Mina, meski relative berbeda dengan suasana spiritual saat berada di Arofah dan Muzdalifah, tetapi, semangat itu tetap menyala dengan besar di seluruh tampilan jama’ah.

Kubunuh Syeitan-ku di Sini

Jumrah Artinya tempat pelemparan. Inilah tempat di mana Ibrahim diuji Allah akan kesetiannya kepada perintah-Nya. Jumrah pada hakikatnya adalah memperingati nabi Ibrahim saat digoda Syeitan agar tidak melaksanakan perintah Allah. Inilah moment paling histeris dalam perjalanan kemanusiaan Ibrahim. Bagaimana tidak, seorang anak yang begitu lama dinantikannya, tiba-tiba saat umurnya berada dalam masa indah, tiba-tiba diperintahkan untuk dibunuh.

Ssaat Ibrahim akan menyembelih putranya Ismail, ia begitu hebatnya digoda Syeitan. Dikisahkan, Ibrahim digoda sebanyak tiga kali. Karena itu, ia juga melakukan pelontaran batu kepada Syeitan yang langsung dibimbing Malaikat. Di tempat–tempat ini, kemudian dibangun Tugu dengan nama Ula, Wustha [jumrah tsaniyah], dan Aqabah [jumrah tsalisah] berada di gerbang Mina.

Sehabis melaksanakan balang pada setiap tugu, Crhonos selalu diam dan berdiri dengan tegap. Ia membayangkan Ibrahim hadir di sini. Di tempat ini. Ia lalu mengangkat tangan dengan do’a termisteri yang jarang dilakukan orang lain. Do’a itu adalah sebagai berikut:

“Ya Allah ya Rabbi yang kariem … Saat ini aku berdiri di sini. Di tempat di mana Kau menguji Nabi pilihan-Mu. Nabi yang menjadi kekasih-Mu. Nabi yang menjadi induk semua agama bertauhid. Nabi yang kedermawnannya, hampir tidak dapat dikalahkan siapapun. Puluhan batu telah dilempar Ibrahim di sini. Mungkin sudah milyaran manusia melakukan hal yang sama seperti Ibrahim.

Ya Allah yang Maha Ghaffar.  Di sini, aku tak akan melempar atau jumrah untuk membunuh Syeitan sebagaimana Ibrahim melakukannya. Karena aku tak sehebat Ibrahim yang mampu melihat wujud Iblis dan Syeitan di sini. Mereka mungkin sudah kalang kabut pergi, karena semua titik di sini, telah terisi oleh asma-asma-Mu. Di sini, aku justru akan membunuh Syeitan yang melekat dalam diri dan jiwaku dalam waktu yang cukup lama.

Ya Allah maafkan aku, jika ijtihadku ini salah. Berikanlah kepadaku dan kepada keluargaku, suatu kekuatan untuk hanya mengakui ketunggalan-Mu. Berikanlah kami keberkahan hidup yang sesungguhnya. Berilah kami keturunan-keturunan terbaik yang dapat meneruskan kebiasaan mensucikan-Mu. Hanya Engkaulah yang mampu membuat segalanya serba baik dan serba indah.

Kalimat-kalimat itulah, yang selalu muncul dari mulut Crhonos. Istrinya, Vetra selalu disuruh berada di belakangnya untuk mengatakan amin, pada setiap kata yang diucapkannya.

Ujian Datang Untuk Memenuhi Janji

Mengapa Ibrahim diuji Allah? Itulah kalimat tanya yang diajukan Shofi kepada Crhonos sepulang melakukan balang pada hati ketiga. Crhonos dan diam dan membiarkan Shofi, bapaknya untuk berkata:

“Begini anakku … Jamarat adalah tempat di mana Nabi yang wara’, taqwa dan penuh cinta diuji Allah. Inilah sosok yang terbiasa berkurban dengan 1.000 kambing, 300 sapi, dan 100 unta. Saat kegiatan itu berlangsung, banyak manusia dan bahkan Malaikat heran. Mengapa Ibrahim demikian dermawan. Ketika rasa heran itu muncul, dalam benak para penanya, maka Ibrahim berkata: “Setiap apapun yang membuat aku dekat dengan Allah, maka tidak ada sesuatu yang berharga bagiku. Demi Allah, jika aku mempunyai seorang anak, niscaya aku akan menyembelihnya ke jalan Allah. Jika itu bisa membuatku dekat kepada-Nya”.

Perjalanan waktu terus berputar. Sampai kemudian ia diberi seorang anak bernama Ismail. Mungkin ungkapan Ibrahim sudah terlupakan. Ketika Ibrahim di Baitul Muqoddas, ia bedo’a agar dikaruniai seorang anak. Allah mengabulkan permohonannya dengan dikaruniai seorang putra yang tampan dan sholeh bernama Ismail. Ia adalah anak dari istri keduanya bernama Hajar.

Hal ini dapat direkam dalam surat Ash-Shoffat []: 102 yang substansi ceritanya sebagai berikut:  Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim Ketika Nabi Ismail berusia 9 tahun atau ada juga yang mengatakan 13 tahun, bertepatan pada malam tanggal 8 Dzul hijjah, Nabi Ibrahim tidur dan bermimpi. Melalui mimpinya, datang seorang laki-laki dan berkata kepadanya: “Wahai Ibrahim, tepatilah janjimu!” Setelah terbangun, Ibrahim berpikir dan mengangan-angan akan masa lalu, lalu ia berkata pada dirinya sendiri: “Apakah mimpi itu berasal dari Allah atau dari syetan ?” Hari di mana Ibrahim berpikir, disebut dengan yaumut tarwiyyah  [hari berpikir untuk mengingat masa lalu].

Pada malam berikutnya, ia kembali tidur dan bermimpi seperti mimpi yang pertama. Setelah terbangun di hari ke dua, beliau mengetahui bahwa mimpi tersebut berasal dari Allah. Dan pada hari itu (tanggal 9 Dzul Hijjah) dinamakan yaum al arofah. Pada malam harinya beliau pun bermimpi dengan mimpi yang sama seperti sebelumnya. Setelah terbangun, ia menyadari bahwa mimpi tersebut adalah perintah untuk menyembelih putranya bernama Ismail. Kemudian pada hari itu (tanggal 10 Dzul Hijjah) dinamakan yaum al nahr atau hari nahr.

Ketika Nabi Ibrahim akan mengajak putranya untuk disembelih, Beliau berkata kepada istrinya, Hajar. “Pakaikanlah anakmu dengan pakaian yang bagus, karena sesungguhnya aku akan pergi bersamanya untuk bertamu!” Hajar memberi pakaian bagus, memberinya wangi-wangian, dan menyisir rambutnya. Kemudian Nabi Ibrahim pergi bersama Ismail membawa sebuah pisau besar dan tali ke arah tanah Mina.

Apa makna di balik semua potret sejarah ini? Shofi menjawab sendiri. Bahwa siapapun yang berjanji untuk berbuat kebajikan agar tidak boleh lupa mengerjakannya. Jika kita lupa, maka, Tuhan akan mengingatkannya. Dan berjanjilah pada sesuatu yang mungkin mampu dilakukan, jangan berjanji pada sesuatu yang terlalu berat. Mengapa? Karena suatu hari kita pasti akan ditagih untuk mengerjakannya.  By. Charly Siera –bersambung —

  1. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Jika kita berniat untuk melakukan kebaikan walaupun kebaikan itu belum sempat kita lakukan tetap ternilai dimata Allaah, karena Allaah menilai dari niat yg ada dalam hati, serta keikhlasan yg tertanam dalam hati kita.

  2. fajar maulana berkata

    Pada novel mencari tuhan di kaki ka’bah part 22 ini membahas tentang cerita nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknnya Ismail karena sudah terikan janji dengan Allah yakni “Demi Allah, jika aku mempunyai seorang anak, niscaya aku akan menyembelihnya ke jalan Allah. Jika itu bisa membuatku dekat kepada-Nya”. dari noverl parr ini juga mengajarkan kita Bahwa siapapun yang berjanji untuk berbuat kebajikan agar tidak boleh lupa mengerjakannya. Jika kita lupa, maka, Tuhan akan mengingatkannya. Dan berjanjilah pada sesuatu yang mungkin mampu dilakukan, jangan berjanji pada sesuatu yang terlalu berat. Mengapa? Karena suatu hari kita pasti akan ditagih untuk mengerjakannya.

  3. dezidni MPI3 berkata

    dalam part ke 22 ini saya mendapat pelajaran yang amat berharga yakni keistiqomahan atau bisa juga teguh pendirian.
    lontar jumroh memang indentik di kaitkan untuk mengusir syaiton.
    tp ini lebih condong pada diri kita yakni mengusir sifat khianat kita akan suatu hal yang kita ucapkan tapi ingkar untul menepati.
    maka berlindunglah kepada alloh agar di jauhkan dari hal tersebut.
    pesan saya: “tepatilah apa yang kamu sanggupi jauhi apa yang kamu tidak sanggupi karena itu akan menghancurkan diri kamu sendiri.”

  4. dezidni MPI3 berkata

    dalam part ke 22 ini saya mendapat pelajaran yang amat berharga yakni keistiqomahan atau bisa juga teguh pendirian.
    lontar jumroh memang indentik di kaitkan untuk mengusir syaiton.
    tp ini lebih condong pada diri kita yakni mengusir sifat khianat kita akan suatu hal yang kita ucapkan tapi ingkar untul menepati.
    maka berlindunglah kepada alloh agar di jauhkan dari hal tersebut.
    pesan saya: “tepatilah apa yang kamu sanggupi jauhi apa yang kamu sanggupi karena itu akan menghancurkan diri kamu sendiri.”

  5. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah,
    Dalam novel part 22 ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pelajaran yang dapat diambil, jangan mudah berjanji ketika kita belum tentu melakukannya. Karena suatu saat kita harus melaksanakan janji tersebut.

  6. Elok Firdausiana berkata

    “Ujian datang untuk memenuhi janji” dari judul part 22 ini, dapat kita petik dari isi bacaannya, bahwasannya jika kita berjanji maka berjanjilah sesuai kemampuan kita. Artinya, kita itu tidak boleh berjanji di luar kemampuan kita, karena jika kita berjanji di luar kemampuan kita, dan jika kita tidak bisa menepatinyanya, maka suatu saat nanti akan ditagih/diingatkan oleh Allah Swt sesuai apa yang telah diucapkannya. Seperti halnya kisah Nabi Ibrahim As yang saat itu pernah berjanji “Demi Allah, jika aku mempunyai seorang anak, niscaya alu akan menyembelihnya ke jalan Allah, jika itu bisa membuatku dengan-Nya” dan jaji atau ucapan Nabi Ibrahim As ini telah diingatkan atau ditagih oleh Allah melalui mimpinya, karena janji itu sama saja seperti hutang, dan hutang itu harus dibayar

  7. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    Pada part 22 ini Jumroh merupakan pelemparan batu terhadap syetan dimana saat itu ibrahim yang di uji kesetiaanya oleh allah swt, tapi pada akhirnya ujian ini merupakan janji ibrahim terhadap allah ketika beliau belum mempunyai putra, dan saat ibrahim akan menyebelih anaknya memang seharusnya harus dilakukan karena janji adalah janji sesuatu yang harus ditepati, meskipun berat karena itu merupakan orang yang di sayang.

  8. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirahmanirahim
    Dalam part 22 ini diceritakan bahwa para jamaah telah melakukan pelemparan batu yang pertama. Pelemparan jumrah ini mengandung sejarah masa lalu nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim as melakukan pelemparan jumrah ini untuk mengusir syetan dan iblis yang menggodanya. Sedangkan jika dikaitkan dengan cerita masa kini. Pelemparan jumrah mengandung makna filosofis bahwasanya jamaah yang melemparkan jumrah tersebut untuk mengusir syetan yang ada dalam dirinya, mengusir sifat-sifat jahat yang ada dalam dirinya.
    Dalam part ini pula kita mendapatkan pelajaran dari Shofi bahwa apapun yang telah menjadi janji kita maka harus ditepati. Karena Allah akan mengingatkan kita akan pemenuhan janji tersebut. Dan apabila kita berjanji janganlah yang memberatkan kita.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  9. M. DIDI WAHYUDI berkata

    Crhonos melakukan Jumrah Ula (pelemparan pertama) saat matahari benar-benar baru terbit. Ia menyaksikan bagaimana matahari dengan warna kemerahan yang sangat sempurna terlihat

  10. Isah Siti Khodijah berkata

    Biilahirahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Para jamaah melakukan lempar jumrah, pada hakikatnya lempat jumrah adalah memperingati Nabi Ibrahim saat di goda Syeitan agar tidak melaksanakan perintah Allah Swt. Untuk membunuh Anaknya (Nabi Ismail).
    Dari unsur sejarah nya bahwa dahulu Ibrahim sebelum dikarunia Anak, beliau berdoa kepada Allah jika di karunia anak pada umur yang ditentukan rela di korbankan demi kesetiannya kepada Allah. Allah Swt menagih janji Ibrahim, dalam makna filosofis nya ini merupakan ujian yang diberikab oleh Allah kpd Ibrahim yang sangat menyayangi anaknya itu, tetapi karena Ibrahim adalah seorang hamba yang bertaqwa beliau mebepatu janjinya dengan penuh keikhlasan.

    Pelajaran yang dapat di ambil adalah menjadi orang jangan suka membuat janji jika janji tersebut jarang ditepati. Berjanjilah dengan sebuah kebajikan, dan harus menepatinya, karena jika tidak Allah Swt. Akan menagih janji kita, dan jika kita tidak menepati kalian bukan seorang hamba yang bertaqwa. Janji itu seperti hutang, maka harus membayar.
    Terimakash
    Wasalamualaikum wr wb

  11. Farrin nurul aina berkata

    Janji dibuat untuk ditepati, jadi apa bila kita mengucapkan sesuatu, harus difikirkan kembali itu baik buat kita atau tidak karna sesungguhnya Allah Maha mendengar dan lagi Maha Mengetahui

  12. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Jumrah Artinya tempat pelemparan. Inilah tempat di mana Ibrahim diuji Allah akan kesetiannya kepada perintah-Nya. Jumrah pada hakikatnya adalah memperingati nabi Ibrahim saat digoda Syeitan agar tidak melaksanakan perintah Allah. Inilah moment paling histeris dalam perjalanan kemanusiaan Ibrahim.
    tempat dimana nabi ismail akan di semelih dan tempat di mana kejadian luar biasa itu. Dan perlu di ingat bahwa ujian datang untuk memenuhi janji, maka berjanjilah selayaknya kamu bisa menepati janti tersebut,

  13. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 22 Shofi kelihatan begitu sumringah, meski tubuhnya semakin parah. Di melaksanakan jumrah . Dimana jumrah disisni berarti tempat pelemparan. Inilah tempat di mana Ibrahim diuji Allah akan kesetiannya kepada perintah-Nya. Kebanyakan janji itu orang orang menganggapnya sepele tetapi sesungguhnya janji itu harus di tepati karna janji sama saja dengan hutang yang harus di bayar .

  14. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrohmanirrohim
    pada part ini pelajaran yang kita bisa ambil yaitu tentang Janji.
    Bahwa siapapun yang berjanji untuk berbuat kebajikan agar tidak boleh lupa mengerjakannya. Jika kita lupa, maka, Tuhan akan mengingatkannya. Dan berjanjilah pada sesuatu yang mungkin mampu dilakukan, jangan berjanji pada sesuatu yang terlalu berat. Mengapa? Karena suatu hari kita pasti akan ditagih untuk mengerjakannya.

  15. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Siapa pun yang berjanji pada kebaikan tidak boleh lupa menunaikannya. Jika kita lupa, maka Allah akan mengingkatkan kita. Oleh karena itu, berjanjilah pada sesuatu yang mungkin mampu kita penuhi.

  16. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Dalam part 22 ini, hikmah yang bisa kita ambil adalah kita tidak boleh menjanjikan kepada seseorang ataupun berjanji kepada diri sendiri yang memang hal tersebut tidak akan mampu kita penuhi, karena janji adalah sesuatu (amanat) yang harus ditepati dan hukumnya wajib bagi kita untuk menepatinya. Untuk menghindari hal demikian alangkah lebih baiknya kita mengucapkan InsyaAllah.

  17. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 22
    Shofi berkata kepada chronos “bahwasanya ketika kita berjanji atau memiliki janji berjanjilah sesuai kemampuan yang dimiliki oleh kita karena perjanjian itu tidak lebih memaksakan kemampuan kita. karena janji adalah hutang, Hutang itu hukumnya wajib di bayar”. Jadi pelajaran yg dapat bahwa janji itu harus ditepati

  18. Dalam part 23 berjudul “ujian datang untuk memenuhi janji” saya akan bercerita sedikit. Janji bagaikan hutang. Begitu sebagian besar orang mengatakannya. Dan memang benar adanya, karena janji adalah akad, sebagaimana artinya berupa ikatan yang selalu bersifat mengikat antara kedua belah pihak, baik yang mengucap janji maupun yang menerima janji.
    Hukum berjanji adalah mubah, sementara hukum menepati janji adalah wajib, sehingga melanggar janji berarti suatu keharaman.

  19. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    di part ini, crhonso dan jama’ah haji lainnya melakukan lempar jumrah. shofi terlihat sumringah ketika melaksanakan ibadah haji ini, walaupun dengan fisiknya yang mulai melemah, ia tetap semangat melaksnakan serangkaian ibadah haji. begitupun crhonos, ia menjalankan serangkaian ibadah haji dengan penuh keikhlasan.

  20. siti halimah MPI/4 berkata

    Part 22
    Bismillahirrahmanirrahim, ,
    Jumroh adalah pelemparan batu terhadap syetan dimana saat itu ibrahim di uji kesetiaannya terhadap allah, tapi pada hakikatnya ujian ini merupakan janji ibrahim terhadap allah ketika beliau belum mempunyai putra, ,saat ibrahim akan menyebelih anaknya itu memang seharusnya harus dilakukan karena dimanapun dan kapan pun suatu janji itu mesti kita tepati, meskipun itu sangat berat untuk kia termasuk orang yang kita sayangi.

  21. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 22 ini yang berjudul “Ujian Datang Untuk Memenuhi Janji” dapat kita lihat dari kisah salah satu Nabi pilihan Allah yaitu Nabi Ibrahim as, yang kala itu berjanji “Demi Allah, jika aku mempunyai seorang anak, niscaya aku akan menyembelihnya ke jalan Allah. Jika itu bisa membuatku dekat kepada-Nya”. Ungkapan tersebut kemudian ditagih oleh Allah melalui mimpinya. Kita dapat mengambil hikmah bahwa janji hanya dapat diucapkan jika kita memang mampu untuk menepatinya, karena semua yang kita ucapkan harus dipertanggungjawabkan.

  22. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah…………….
    Pada part 22 ini ada kisah yang sangat luarbiasa tentang pertempuran batin yang terjadi antara Nabi Ibrahim AS dengan Syetan yang akan menghalangi pengorbanan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT, setiap manusia hidup pasti akan mendapatkan ujian dalam hidupnya termasuk para Nabi begitu juga dengan kita semua termasuk Shofi dan Chronos, namun itu semua akan berbuah kebahagiaan yang tinggi ketika kita mampu membebaskan diri dari godaan dan ujian tersebut dengan menghadapinya penuh dengan tawakal kepada Allah SWT.
    Barakallah………….

  23. Fera Agustina/MPI/4 berkata

    bismillahirahmanirokhim..
    dalam part ini membahas bagaimana janji itu harus ditepati, tidak boleh untuk diingkari, disini saya menemukan salah satu kalimat yang di katakan oleh ayah chronos (shofi) ia mengatakan pada anaknyya (chronos) yang dapat dijadikan sebuah pelajaran bahwasanya ketika kita berjanji atau memiliki janji berjanjilah sesuai kemampuan yang dimiliki oleh kita karena perjanjian itu tidak lebih memaksakan kemampuan kita. karena janji adalah hutang, Hutang itu hukumnya wajib di bayar.

  24. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 22 ini, menggambarkan tentang bagaimana lempar jumrah, jumrah pada hakikatnya adalah memperingati nabi Ibrahim saat digoda Syeitan agar tidak melaksanakan perintah Allah.
    Dalam part ini semangat shofi sangat terus berkobar dalam menjalankan rangkaian-rangkaian ibadah haji bersama keluarga terutama waktu yang banyak dihabiskn bersama chronus anaknya. Dalam part ini juga membahas mengenai janji yang harus ditepati karena menunaikan janji adalah ciri orang beriman, sebagaimana diungkapkan Allah dalam surat Al-Mukminun. Salah satunya yang paling utama adalah mereka yang memelihara amanat dan janji yang pernah diucapkannya.

  25. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Berhenti di terowongan Mina yang sempat membuat ratusan jama’ah haji Indonesia meninggal. Chronos membayangkan, bagaimana kalau listri dan AC di terowongan di mana dia melewatinya mati. Maka, hampir dapat dipastikan, kematian itu sulit dihindari. Inilah terowongan dengan jumlah jama’ah yang luar biasa padatnya. Shofi kelihatan begitu sumringah, meski tubuhnya semakin parah. Suasana spiritual di Mina, meski relative berbeda dengan suasana spiritual saat berada di Arofah dan Muzdalifah, tetapi, semangat itu tetap menyala dengan besar di seluruh tampilan jama’ah.

  26. dinny alfiana s. MPI/4 berkata

    janji adalah hutang yang harus di bayar. pelajaran yang didapat dari part ini adalah bahwasanya ketika kita berjanji hendaklah dipenuhi dan berjanjilah dengan sesuatu yang sekiranya mampu untuk dilaksankan atau masih dalam batas kemampuan kita. seperti yang diungkapkan Chronos “jangan berjanji melebihi kemampuan kita karena suatu saat kita akan ditagih dengan janji yang kita ucapkan”. astaghfirullah. semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang senang mengingkari janji. Aamiin.

  27. Nur Aliffah MpI/4 berkata

    dalam part ini menjelaskan bahwa seseorang harus menepati janjinya. kita sebagai umat muslim jangan lah berjanji kalau kita tidak bisa mepatinya. atau berjanjilah dengan kemampuan kita.

  28. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part ini ujian masih menghampiri kegiatan yang dilakukan chronos dan keluarga. Setelah bermalam di Muzdalifah, mereka melakukan lontar jumrah.
    Pelajaran yang dapat diambil, jangan mudah berjanji ketika kita belum tentu melakukannya. Karena suatu saat kita harus melaksanakan janji tersebut.

  29. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    masyaalloh….
    benar benar semakin dalam kita membaca novel ini kita akan dibawah seakan akan emosi kita larut bersaama chronos dan keluaraga besarnya. dalam part dua puluh dua ini yakni thowaf kita harus melemparkan kerikil berjumlah ganjil ke dalam sumur ula, wustho dan aqobah..

  30. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    pada part ini pelajaran yang saya dapatkan yaitu ujian hadir tidak hanya untuk meninggikan derajat seseorang, namun ujian hadir bisa untuk memenuhi janji seseorang. Layaknya janji itu harus ditepati bukan diingkari, terlebih janji kepada Allah

  31. umar faruq mpi 4 berkata

    JANJI, apapun itu manusia bahkan tuhan apabila sudah berjanji maka wajib akan dipenuhi, Bahwa siapapun yang berjanji untuk berbuat kebajikan agar tidak boleh lupa mengerjakannya. Jika kita lupa, maka, Tuhan akan mengingatkannya. Dan berjanjilah pada sesuatu yang mungkin mampu dilakukan, jangan berjanji pada sesuatu yang terlalu berat. Mengapa? Karena suatu hari kita pasti akan ditagih untuk mengerjakannya.

  32. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Di part 22 ini ada ungkapan/ pelajaran yang kita ambil bahwasanya kita sebagai umat islam jika pun kita ingin berjanji maka berjanjilah dengan semampunya saja, jangan menjanjikan sesuatu yang di luar kemampuan, kita karena allah tidak menyukai orang orang yang mempunyai janji tapi tidak mau menempatinya maka di suatu hari nanti pasti akan di tagih semoga kita menjadi orang yang akan selalu menempati janji janji yang sudah di lontarkan

  33. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Masya Allah sungguh dermawan sekali sikap Nabi Ibrahim, ia berpegang tenguh terhadap janjinya kepada Allah , sehingga rela menyembelih anaknya untuk selalu berdekatan dengan Allah. Dalam konteks ini saya sependapat dengan Shofi, bahwa “siapapun yang berjanji untuk berbuat kebaikan agar tidak boleh lupa akan janji itu. Jika kita lupa, maka, Allah akan mengingatkannya. Dan berjanjilah pada sesuatu yang mungkin mampu dilakukan, jangan berjanji pada sesuatu yang terlalu berat. Karena suatu hari kita pasti akan ditagih untuk tentang janji-janji yang telah kita ucapkan.” Terkadang kita selaku manusia sering berjanji segala hal, namun sering lupa akan janji itu, dan janji itu pun tak ditepati sampai saat ini. Dengan melihat prilaku dermawannya Nabi Ibrahim, semoga saya bisa menjadi orang yang seperti beliau dan termasuk orang yang bisa menepati janji.

  34. pujiatii/MPI4 berkata

    pada part ini dapat diambil hikmah dari kata ujian datang untuk menpati janji, berjanjilah kamu dan tepatilah janji itu karena janji bagaikan hutang yang nantinya akan ditagih diakhirat nanti, maka dari itu Allah akan mengingatkan kepada hambanya yang telah memiliki janji, lalu janganlah janji yang terlalu berat karena nantinya jika kamu tidak dapat menepatinya kamu akan mendapatkan balasan yang berat juga atas janji itu.

  35. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    Bismillahirrohmanirrohim…
    Semakin hari kesehatan shofi semakin lemah akan tetapi semangatnya menjalani ibadah haji tidak membuatnya putus asa justru. Nafar dibagi menjadi dua bagian yakni Nafar Awalmerupakan keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina lebih awal yaitu pada tanggal 12 Dzulhijjah setelah melontar jumrah untuk tanggal tersebut.Berikutnya, Nafar Tsani (Nafar Akhir) yaitu keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina pada tanggal 13 Dzulhijjah. Mabit di Muzdalifah dan di Mina merupakan bagian penting dari rangkain ibadah haji. Dengan memahami persoalan mabit di kedua tempat itu dan mengamalkan ajaran, aturan, dan tata cara mabit yang benar sesuai ajaran Rasulullah, insya Allah jamaah haji akan mendapatkan kemabruran dalam hajinya. aamiin

  36. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Alhamdulillah semnagat para jamaah masih besar untik menyeleaaikan rukun2 haji terutama keluarga chronos. Jamarah Artinya adalah tempat pelemparan. Yang mana ditempat ini tempat nabi ibrahim di uji kesetiaannya kepada allah untuk menyembelih nabi ismail. Ditempat ini dibangun tiga tugu yang dinamakan Ula, Wustha, dan Aqabah. Dan saya sangat terkesan dengan perkataan sofi janji yg baik harus dilaksanakan karena jika kita lupa pasti allah akan mengingatkannya dan berjanjilah sesuai dengan kemampuan kita karena janji itu pasti akan ditagih.

  37. Ririn Nur'aeni (MPI/4) berkata

    bismillah di part 22 ini..
    ada satu kalimat yang dikatakan shofi pada cronos yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran bahwasannya ketika kita berjanji maka berjanjilah sesuai kemampuan kita dan jangan berjanji melebihi kemampuan kita karena suatu saat kita akan ditagih dengan janji yang telah kita ucapkan. kebanyakan orang menganggap janji itu sebagai hal sepele terkadang tanpa sadar kita mengucapkan janji yang sejatinya tidak mampu kita lakukan dan tanpa terfikirkan kalau janji yang telah kita ucapkan itu akan ditagih suatu saat nanti karena janji adalah hutang, astaghfirullah semoga kita tidak menjadi orang yang seperti itu.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar