Inspirasi Tanpa Batas

Ulang Tahun ke 19 Reformasi yang Gagal

0 3

Konten Sponsor

Ulang Tahun ke 19 Reformasi yang Gagal. Sembilan belas tahun sudah, reformasi bergulir. Hasilnya? Entahlah. Kita semua tidak tahu pasti. Yang jelas, keributan antar sesama masyarakat semakin terasa. Reformasi dalam bidang-bidang yang hendak diperbaharui, justru belum terasa hasilnya.

Penataan dan pemerataan ekonomi rakyat jauh dari nyata. Yang terbukti malah terjadi jurang yang sangat lebar antara kelompok kaya dan kelompok miskin. Yang pasti, pertikaian ideologi malah kembali hidup; baik kanan maupun kiri. Mereka kembali masuk ke sasana yang mungkin akan menjadikan NKRI sebagai sansak.

Media massa; cetak dan elektronik, tidak lagi sulit mencari berita. Malah yang terjadi sulit memilih berita. Setiap detik, kalau dihimpun dari seluruh Nusantara, selalu saja ada berita baru yang menghentak, mengagetkan sekaligus membingungkan.Berita terus tumpang tindih saling berganti. Seolah seperti ada skenario agar suatu kasus segera hilang dari memori kolektif umat. Ujungnya, diselesaikan bahwa semua kejadian itu, lebih bersipat politis.

Budaya KKN Semakin Semarak

Hal ini, tentu berbeda dengan apa yang terjadi di masa lalu. Suatu kejadian seperti yang terjadi hari ini, diberitakan seminggu kemudian saja, masih tampak menarik. Mengapa? Karena waktu itu berita sangat langka. Kejadian-kejadian aneh begitu sulit diperoleh.

Apa yang menimpa Edy Tansil, sebagai pemilik perusahaan Golden Key, bisa menjadi contoh. Perusahaan ini, di tahun 1994, gagal bayar hutang. Perusahannya belum beroperasi dari apa yang dijadwalkan. Berita ini terus diulas Majalah Tempo dalam beberapa edisi. Beritanya tetap menarik untuk beberapa bulan lamanya. Uang yang dianggap dikorupsi itu, berkisar di angka 430 juta dolar ke Bank Bapindo. Hari-hari ini, berita seperti ini, telah menjadi berita tiap pagi dengan aktor yang berbeda.

Hari ini, berita-berita menarik seperti itu begitu banyak sehingga tumpeng tindih satu sama lain. Menumpuk karena berbagai kejadian dalam hiruk pikuk sosial terus beruntun. Beritanya elok-elok. Mulai dari bagaimana NKRI dipertahankan, berkembangnya ISIS, pembubaran HTI, rencana pembubaran ormas keras, sampai pada kemungkinan bangkitnya PKI.

Berita juga diliputi kejadian-kejadian aneh akan apa yang disebut dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Istilah-istilah eksentrik, yang justru menjadi penyebab lahirnya reformasi. Reformasi tidak lagi menjadi antithesis KKN yang dulu hanya dialamatkan kepada rezim Orde Baru. Reformasi dalam Bahasa lain, malah turut menyuburkan apa yang dinamakan KKN ini.  KKN bahkan kini tampak semakin menjadi budaya.

Saya tidak tahu, kalimat apa yang disampaikan Soeharto di kuburan ketika menyaksikan Indonesia hari ini. Moment turun takhta Soeharto karena diduga KKN pada 21 Mei 1998  itu, ternyata tidak menjadi momen penting dalam sejarah Indonesia, terkait dengan bubarnya budaya KKN. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar