Inspirasi Tanpa Batas

Untuk Apa Kemerdekaan Itu Dirayakan? Mari Sejenak Merenung dalam Keterbatasan

0 18

Merdeka?, sebuah tanda tanya besar untuk kata merdeka di Negeri ini. Entah sadar atau tidak setiap orang yang menyebutkan kata tersebut, syarat akan makna kemerdekaan. Ya, sebuah kebebasan yang utuh. Jika kita menilik kembali ke masa lalu, tepatnya 17 agustus 1945 kata merdeka dilontarkan oleh seorang  yang gagah berani menyuarakan bahwa Negara kita Indonesia bebas dari penjajahan. Siapa lagi kalau bukan seorang bangsawan yang luar biasa Bapak Proklamator Ir. Soekarno.

Dengan pidatonya yang lantang didepan semua rakyat Indonesia, seorang orator ulung murid dari HOS Cokro Aminoto ini, dengan suara yang menggelegar seakan-akan mengguncangkan dunia. Masih ingatkah dengan kata-kata beliau? “berikan kami sepuluh pemuda maka akan ku guncan dunia” kata ini seolah menambah api semangat perjuangan seluruh pemuda Indonesia.

Pancasila dan Bhineka tunggal Ika yang menjadi acuan Negara Indonesia, sejatinya merupakan hasil perundingan dari berbagai pihak, baik agama maupun budaya dengan harapan dapat mempersatukan semua rakyat Indonesia yang adil dan makmur. Soekarna dengan didampingi Hatta Sebagai wakil Kepala Negara diharapkan mampu membawa Negara Indonesia bebas dari segala penindasan sehingga terwujud masyarakat yang sejahtra.

Kemerdekaan Dewasa Ini

Seiring berjalannya waktu, pergantian zaman dari orde lama menuju orde baru lalu kemudaian sekarang era reformasi, tentu punya warna tersendiri dengan bergantinya nahkoda yang mana setiap nahkoda membawa misi membangun Indonesia menjadi lebih baik.  Walaupun dengan kata janji palsu seakan janji-janjinya membat masyarakat menjadi mabuk dengan retorika bahasanya. Oh sungguh indah janji-janji itu namun sayang tidak sesuai dengan kenyataan, (Bulsit). Ada apa sebenarnya? sebuah pertanyaan yang tak kunjung mendapatkan jawaban.

Setiap datangnya bulan dan tanggal kemerdekaan, disetiap pelosok daerah dari Sabang sampai Merouke merayakan momen ini dengan segala perlengkapan dan perhiasan. Bahkan sampai dengan lomba-lomba demi merayakan hari kemerdekaan ini. Banyak perrhiasan kemerdekaan yang dipasang diberbagai daerah terutama sang bendera merah putih yang wajib dipasang di depan setiap rumah warga, dan kiranya hal ini juga pasti menghabiskan kas Negara yang begitu besar dengan segala tektek bengek persiapan pemerintah dalam menyambut moment ini. Namun yang pasti ada getaran dalam jiwa bangsa ini untuk menuju kemerrdekaan yang seutuhnya.

Mengutip perkataannya Jeffrie Geovanie, maka muncul sebuah pertanyaan dari dalam lubuk hati.

Pada saat yang bersamaan, untuk apa kemerdekaan itu dirayakan? untuk sebagian kecil orang mungkin kemerdekaan memang lyak untuk dirayakan. Tapi untuk sebagian besar rakyat yang masih terperangkap dalam kemiskinan dan dalam ketidakberdayaan, perayaan itu menjadi semacam pelarian sejenak. Setelah perayaan selesai ketakberdayaan akan semakin berat dirasakan. (Jeffrie Geovanie, 2008).

Benarkah Negara Ini sudah merdeka?

Kembalikan Kemerdekaa Indonesia, Renungan kemerdekaan Untuk Apa Kemerdekaan Itu Dirayakan? Mari Sejenak Merenung dalam Keterbatasan, penjajah modern

Kemerdekaan yang dicapai pada 17 agustus 1945 merupakan suatu titik klimaks perjuangan seluruh rakyat Indonesia dengan dipelopori oleh Bung Karno dan juga Hatta. seolah menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia itu untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Hal ini berarti setiap masyarakat Indonesia wajib mendapatkan hak yang semestinya dari Negara. Pemerintah yang notabene sebagai nahkoda, wajib melindungi warganya, jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi saja, adili setiap pejabat pemerintah yang terbukti salah dengan seadil-adilnya, Kembalikan UUD sebagai landasan negara yang utuh, jadikan itu acuan utama. Karena hukum Negara merupakan penyeimbang Negara, jangan dipermaikan.

Seperti yang dikatakan di atas untuk kata merdeka memang selalu menimbulkan pertanyaan yang besar, benarkah Negara ini seudah merdeka ? pertanyaan ini menjadi sebuah lamunan bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang tidak mendapatkan tempat dan Fasilitas yang layak.

Masih banyak di Negara ini anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan di sekolah. Sehingga mereka lebih memilih hidup di jalanan jadi pengamen jadi pengemis dan sebagainya. Ini merupakan hal yang terkecil, namun Negara tidak pernah bisa menyelesaikan perkara ini. Bahkan saya rasa masalah yang satu ini saja terasa makin banyak pemniatnya.

Inikah wajah pemuda indonesia dimasa depan? ” pengangguran“.  sitem apa yang pemerintah anut dalam mengelola ekonomi Negara? Pemerataan ekonomi nampaknya semakin bias. si kaya makin kaya, si miskin makin miskain,  begitulah kiranya. Jika pemerintah menutup mata, maka hal ini menndakan bahwa pemerintah belum mampu mengatur system Negara yang seharusnya dijalankan sesuai UUD 1945.

Kami Mohon, Kembalikan Kemerdekaa Indonesia

Kembalikan Kemerdekaa Indonesia, Renungan kemerdekaan Untuk Apa Kemerdekaan Itu Dirayakan? Mari Sejenak Merenung dalam Keterbatasan, penjajah modern

Dengan banyaknya pembangunan perusahaan asing, investor-investor asing antri berdatangan ke Negeri ini. Apakah benar dengan alasan membangun ekonomi Indonesia? Benarkah cara bagi hasil di lakukan dengan baik? Hmmm, hal ini menurut saya  malah menunjukan ketidak berdayaan pemerintah Indonesia, ya,sebuah ketidak berdayaan dan degradasi kepercayaan terhadap bangsa sendiri.

Akhirnya Negara ini sperti tidak mandiri dalam mengatur ekonomi, bukankah seharusnya semua kekayaan yang ada di Negara ini dikelola oleh bangsanya sendiri? Namun apa yang terjadi, seperti yang kita lihat sekarang ini banyaknya perusahaan asing di setiap daerah. menegaskan bahwa “Kini warga Indonesia hanya menjadi budak di Negaranya sendiri”

Rakyat menjerit? saya rasa tidak perlu. Benarkah Indonesia sudah merdeka ? cukup jawab dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Nampaknya Kolonial, penjajahan belum berakhir, sekutu masih banyak berkeliaran di Indonesia ini.  Hanya beda zaman dan beda caranya saja.  Negeri ini rupanya dijajah oleh bangsa sendiri, rupanya mereka runtuhkan moral anak bangsa ini.

Akhirnya kita kembali dan sadar bahwa ini hanya sebuah renungan, hanya sebuah kegelisahan yang tak pernah padam dalam hati ini. [ Arisandi]


Tentang Penulis:

Arisandi Pemuda Kelahiran Ciamis 21 Tahun Yang lalu, dan kini tercatat sebagai salah satu mahasiwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Selain itu Arisandi sosok yang murah senyum ini, aktif di Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam dan Salah satu Pengurus Keluarga Besar Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur (PMPT).

Komentar
Memuat...