Inspirasi Tanpa Batas

Uthopia Kekuasaan Komunisme Indonesia | Sejarah Komunisme Part – 7

0 12

Konten Sponsor

Bagaimana Komunisme masuk di Indonesia? Ini yang agak sedikit rumit dijelaskan. Rumit sebab fakta menunjukkan bahwa Indonesia, adalah wilayah masyarakat yang beragama, bahkan dikenal taat. Sedangkan komunisme menyatakan diri sebagai anti Tuhan dan mendeklarasikan suatu pernyataan bahwa agama adalah candu bagi rakyat.

Candu yang disandingkan kepada agama itu, bermakna pejoratif. Sebab jika membaca Kamus Bahasa Indonesia [1980], candu mengandung tiga makna yang sama-sama negatif. Inilah tiga makna negatif dari kata candu.

Pertama candu diartikan dengan getah kering dengan rasa yang pahit. Warna candu biasanya cokelat kekuning-kuningan. Bahannya diambil dari buah Papaver somniferum yang jika dimakan akan membuat orang terangsang untuk tergantung. Candu dalam pengertian ini, umumnya digunakan untuk mengurangi rasa nyeri dan merangsang rasa kantuk. Dampak candu menimbulkan rasa ketagihan bagi yang sering menggunakannya.

Kedua, candu sering diterjemahkan dengan cairan kental berwarna hitam yang keluar dari rokok dan melekat pada pipa. Candu dalam pengertian ini, mengandung makna bahwa ia adalah racun. Racun yang dapat membunuh manusia dalam jangka panjang.

Ketiga, candu diterjemahkan dengan sesuatu yang menjadi kegemaran atau kesukaan seseorang. Suatu bentuk ekspresi sosial yang mendorong orang merasa bahagia, padahal kesenangannya itu, tidak dapat mendorong dirinya menjadi produktif.

Dalam pengertian inilah, saya melihat rumit karena komunisme dalam konteks Indonesia, berada dalam dua keadaan yang diametral. Secara teoretik, agak sulit memahami suatu keadaan di mana Indonesia dari zaman dulu kala, justru dikenal sangat religius, namun komunisme yang anti Tuhan justru berkembang pesat. Kisah Nusantara adalah cerita keagamaan. Tetapi adalah fakta bahwa komunisme pernah ada di Indonesia dan menjadi bagian penting dari sejarah kebangsaan Indonesia.

Kekuasaan Uthopis Komunis

Teori kekuasaan komunis sesungguhnya sangat uthopis. Mengapa? Sebab sangat sulit diimplementasikan. Terlebih jika analisanya ditekankan dalam perspektif kapitalis. Sekalipun Komunisme sering menyebut diri sebagai “lawan” kapitalisme, namun sesungguhnya kapitalisme dapat disebut sebagai induk komunisme sekaligus menjadi rivalnya.

Gagasan kekuasaan yang mencoba membuat manusia dalam satu posisi dalam apa yang disebut dengan sama rata sama rasa, telah menyebabkan di satu sisi adanya harapan keadilan, namun di sisi lainnya, justru sangat sulit diimplementasikan. Dalam kasus tertentu, apa yang terjadi di negara-negara komunis, bukan saja ideologi menjadi tunggal, tetapi juga partai politik menjadi tunggal juga. Mereka juga kebanyakan akhirnya gagal memainkan peran dan gagasan pentingnya dalam membangun negara yang makmur.

Jika kapitalisme mendorong manusia untuk melakukan kompetisi; sehat atau tidak sehat, maka, dalam rumus sosialisme kiri, negara menjadi demikian kuat dan mengatur segala hal, termasuk dalam soal-soal domestik. Segala sesuatu akhirnya diatur untuk dan demi kepentingan kekuasaan. Kekuasaan absolut akhirnya justru menjadi lebih absolut. Indikatornya terlihat dari karakter negara komunis yang selalu membuat ideologi menjadi tunggal, yakni komunisme.

Fakta juga menunjukkan hampir sulit menemukan negara yang maju pesat dengan basis negara pada prinsip dan ideologi komunisme. Karena itu, wajar juga jika ada yang menyebut bahwa komunisme malah mendorong mental masyarakat menjadi mental peminta, termasuk meminta kepada masyarakat. Ini pula yang menyebabkan komunisme dianggap sebagai uthopia kekuasaan ideal. By. Cecep Sumarna bersambung.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar