Vanny Membayangi Doddy | Novel Bergulat dengan Nafas Terakhir-Part 5

0 20

DODY¬†bangun terlambat setelah ia ketiduran di atas sajadah perkawinan mereka. Ia melihat jam bekker telah menunjukkan pukul 7.30. Sesungguhnya ia malas bangun. Pagi itu, ia ingin meneruskan mimpi-nya bersama Vanny. Hanya yang paling mengejutkan, Doddy justru terbangun karena merasa bahwa Vanny telah membangunkannya. Vanny berkata dalam mimpinya itu: “Bangunlah A. Waktu sudah siang. Nanti Aa nggak bisa ikut rapat penitia. Ingat lho setahun yang lalu, gara-gara Aa tidak ikut rapat, honor kepanitaan hilang, meski dalam SK nama Aa ada.

Ia bangun dengan tergesa, dan lupa kalau Vanny sesungguhnya telah meninggal. Ketika dia akan mengambil handuk untuk mandi, Doddy sadar kalau Vanny telah pergi. Ia kembali beristighfar dan memohon ampunan kepada Tuhan. “Ya Allah ya Rabbi, lindungilah kami”. Dengan tangan menekuk sebelah ke kasur, dan kepala ditundukkan, Doddy kembali mengingat hari sebelumnya, dalam detik-detik terakhir kematian Vanny. Ia hafal betul, betapa istri tercintanya itu, tersenyum bangga melihat dirinya begitu setia mendampingi detik-detik Ijrail menjemput nyawanya.

Doddy tidak jadi mandi. Ia malah duduk di kursi shofa yang diwariskan orang tua mereka kepadanya.Aku tak peduli, Doddy membathin. Aku tak mau rapat hari ini. Aku mau di sini saja. Maafkan aku Vanny. Aku merasa bukan saja tak kuasa untuk bekerja, tetapi, segala perjuangan ini, terasa begitu sia-sia.

Bayangan Vanny Membuat Doddy Tak Merasa Lapar

Yang aneh, Doddy merasa tak lapar. Meski dari kemarin siang ia tidak makan, perutnya sedikitpun tidak merasa kelaparan. Ia malah membayangkan, bagaimana perilaku Vanny pada saat dia masih sehat. Setiap pagi mulai tiba, Vanny selalu membawa dua piring nasi untuk dirinya dan untuk suaminya. Sambal terasi dicampur dengan asin, kadang goreng tempe, atau ikan laut yang dibekukan, disajikan dalam rumah mereka.

Doddy ingat betul, bagaimana Vanny menasehati Doddy dengan lembut. A, ingat lho. Jangan minum kopi dulu. Kata A Charly, usahakan makan meski sesuap, sebelum minum kopi di pagi hari. Tujuannya agar badan tetap sehat dan bugar. Nasehat itu disampaikan Vanny karena setiap pagi, Doddy biasanya hanya minum secangkir kopi dan merokok satu atau dua batang.

Kini, dua piring nasi itu tidak ada. Vanny kini tinggal bayangan. Dan pikiran Doddy dipenuhi segala dinamika keluarga yang baru terbentuk dalam wujud yang sangat sederhana. Tak terasa, dua jam sudah Doddy duduk di kursinya. Sampai kemudian, beberapa teman dari mulai masa remaja, masa kuliah dan masa ketika Doddy bekerja, datang berduyun-duyun mengunjungi rumah Doddy.

Pelukan dan pukulan bahu kesabaran yang dialamatkan kepada Doddy terus datang bergantian. Doddy tak kuasa menahan isak tangisnya, terlebih saat di mana ada sebagian tamu yang datang bersama cerita mistik, yang mengasosiasi seolah-olah kematian Vanny adalah hasil dari guna-guna. Doddy tak kuasa bertanya, mengapa diguna-guna.

Kata diguna-guna inilah, yang terus menerus membayangi pikiran Doddy kemanapun ia pergi. Doddy sendiri, merasa memiliki benang merah atas cerita dimaksud, karena sakit yang diderita Vanny terasa begitu cepat. Tetapi, kemudian Doddy segera beristighfar dan meminta ampunan kepada Tuhan. Ya Allah ya Rabby, semua makhluk adalah milik-Mu. Setiap makhluk, aku dan tentu Vanny, berasal dari-Mu, harus kembali kepada-Mu dengan cara ideal.

Sampai hari kedua itu bergeser menjadi sore, Doddy kembali bangkit dan membawa air putih bersama tangkai bunga untuk diletakkan di makam Vanny. Ia berjalan sendiri dengan langkah yang demikian gontai, lalu membersihkan bunga yang sudah lapuk dan menaburkan bunga baru yang indah mereka. Ia membasukan air persis di atas kepala Vanny saat diletakkan Doddy ketika menguburkannya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.