Take a fresh look at your lifestyle.

Varian Islam Indonesia dalam Teori Clifford Geertz

0 128

Mojokerto. Daerah kecil yang menginspirasi sosiolog dunia untuk membuat karya monumental pada kelas dunia juga. Nama sosiolog itu adalah Clifford Geertz. Sosok ini lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 23 Agustus 1926 dan meninggal di Philadelpia pada tanggak 30 Oktober 2006. Ia sering melakukan penelitian lapangan di dua negara mayoritas Muslim, yakni Indonesia dan Maroko. Salah satu hasil karya monumentalnya adalah ketika ia meneliti di Mojokerto –Jawa Tengah– yang menghasilkan karya berjudul: The Religion of Java. Dalam penelitiannya ini, ia membagi Muslim dalam tiga varian, yaitu: Islam Santri, Islam priyayi dan Islam abangan.

Varian Islam

Islam santri, sering juga disebut kaum Muslim putihan. Istilah ini setidaknya pernah digunakan Poonsen dan Ricklefs –keduanya sosiolog asal Belanda– untuk menyebut kelompok Muslim yang shalih, taat dan mandiri baik secara politik maupun secara ekonomi. Kelompok santri ini, secara umum memang suka memakai pakaian berwarna putih, yang mengilustrasi kebeningan, kejujuran dan keikhlasan. Mereka juga dikenal sangat taat dalam melaksanakan rukun iman dan rukun Islam. Oleh karena itu, kelompok ini, sering juga disebut kelompok moralis Muslim.

Priyayi adalah suatu varian dalam budaya Jawa yang menunjukkan kelas sosial bagi kaum Muslim. Kelompok ini, umumnya memiliki keturunan bangsawan atau keluarga kerajaan. Ia dianggap memiliki kedudukan terhormat di mata masyarakat. Namun demikian, ketika pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan kebijakan politik etik pada awal abad ke-20, kaum pribumi banyak yang masuk ke dalam pegawai perkantoran Hindia Belanda. Akibatnya, banyak orang di luar trah darah biru, mulai mendapat kesempatan mencapai jabatan administratif tertentu dalam birokrasi pemerintahan Hindia Belanda. Masyarakat biasa juga banyak yang menempuh jalur pendidikan sehingga tidak sedikit yang memiliki kemampuan bahasa asing, termasuk tentu bahasa Belanda. Jabatan juru tulis, jaksa, petugas pajak, guru dan mantri, akhirnya banyak ditempati kaum pribumi non biru tadi, setelah mereka lulus pendidikan

Islam Abangan dalam analisa Geertz adalah komunitas masyarakat Jawa yang telah menyatakan diri sebagai Muslim, namun masih memperaktekkan tradisi atau bahkan ajaran Hindu, Budha dan bahkan animisme. Ketiga sistem kepercayaan dan agama dimaksud,  menjadi agama dan kepercayaan awal mereka sebelum kedatangan Islam ke Nusantara. Missi pemusliman masyarakat Jawa yang dilakukan wali, misalnya Sunan Kalijaga, yang “cenderung” singkretik, tentu agar masyarakat Nusantara gampang tertarik sama Islam, dianggap sebagai salah satu faktor, mengapa singkretisme Muslim Jawa masih terjadi.

Dengan kata lain, apa yang dilakukan Sunan Kalijaga dalam mentransformasi Islam dimaksud, secara langsung telah menyeabkan sulitnya kehilangan dan pudarnya tradisi dan ajaran agama awal itu dalam benak masyarakat setempat, sekalipun mereka telah memeluk Islam. Mereka bahkan cenderung mengikuti sistem kepercayaan lokal mereka dibandingkan dengan mengikuti syari’at Islam. Oleh karena itu, tidak salah jika kemudian disebut bahwa Islam abangan, seringkali memadukan ajaran agama tadi, ke dalam bentuk tertentu didalam ajaran Islam.

Varian Islam Melahirkan Konflik tanpa Ujung

Tela’ah Sosio Antropologi Clifford Geertz. Sampai saat ini menjadi penting diulas ketika kita akan mengamati dinamika sosial Islam Indonesia hari ini. Sebab, tulisan Geertz ini, bukan hanya secara historis ketiga varian ini selalu bertarung, tetapi, sampai saat ini pertarungan itu tidak pernah berakhir. Jika kita mengkaji dan menganalisa polarisasi dimaksud dalam konteks kekinian. Kita akhirnya dapat menyimpulkan satu sudut pandang bahwa Islam Indonesia yang demikian. Bukan hanya sekedar menunjukkan adanya kelas sosial dalam Islam, tetapi juga sering kali melahirkan konplik ideologi dan bahkan konplik politik. Konplik ini, hampir sulit untuk diakhiri, jika nalar yang digunakannya adalah nalar sosiologi ini. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar