Take a fresh look at your lifestyle.

Walisongo Penghapus Perbedaan dan System Kasta Di Indonesia

0 85

Pasti kalian tidak asing mendengar kata walisongo. Benar, walisongo itu adalah sebutan bagi orang-orang terdahulu yang dianggap mempunyai ilmu keagamaan islam yang paling tinggi dan berperan dalam penyebaran Islam, khususnya di tanah Jawa.

Jika dilihat dari segi Bahasa, Walisongo itu berasal dari dua buah suku kata. Pertama, Wali diambil dari kata Waliyullah, artinya orang yang disebut-sebut mempunyai kedekatan khusus dengan Tuhan. Kedua, songo diambil dari Bahasa Jawa yang artinya Sembilan.

Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Pribumi sudah mengenal beberapa agama, yakni agama Hindu dan Budha. Selain itu juga ada kepercayaan Animisme dan Dinamisme yang sangat kental di kalangan masyarakat Indonesia. Dalam ajaran Hindu dan Budha, kalangan masyarakat di bagi bagi menjadi beberapa kasta. Sehingga sering sekali terjadi diskriminasi antara kalangan tersebut. Tetapi berkat walisongo perbedaan dan system kasta terhapuskan. Disinilah mulai terjadi kontak pertama antara masyarakat pribumi dengan Islam.

Tokoh para Walisongo

  1. Sunan Gresik, atau nama aslinya Maulana Malik Ibrahim dilahirkan di Samarkand, India Tengah pada awal abad ke 14. Beliau merupakan orang yang berperan dalam proses penyebaran Islam di Jawa bagian Timur. Dengan masjid pertama yang ia bangun di Desa Pasucian, Manyar. Selain melalui perdagangan, beliau menyebarkan Islam di masjid tersebut. Setelah Agama Islam sudah mulai mendapatkan hati di kalangan pribumi. Sunan Gresik membangun Lembaga Pendidikan Agama Islam pertama yakni Pesantren di Jawa Timur. Pribadi dia yang bersahaja, membuat Prabu Brawijaya menerima kedatangan Sunan Gresik dengan baik sampai pada akhirnya ia pun masuk Islam.
  2. Sunan Ampel dengan nama asli Sayyid Ali Rahmatullah dilahirkan di Campa pada tahun 1401. Beliau datang ke Indonesia dikarenakan ingin berjumpa dengan kakaknya yang dijadikan istri oleh raja Majapahit yang bernama Dipati Hangrok pada tahun 1443 M. Pada mulanya, sebelum ia datang ke pulau jawa, ia sempat singgah di beberapa daerah. Seperti Palembang dan Gresik yang lalu pada akhirnya berlabuh di tempat Kerajaan Majapahit berada. Berkat beliau, pensejajaran beberapa kalangan yang sebelumnya mengalami diskriminasi terjadi. Dari sinilah Islam mulai memikat banyak hati kalangan masyarakat Jawa pada saat itu.
  3. Sunan Bonang merupakan walisongo yang ketiga yang turut serta dalam penyebaran Agama Islam di Jawa. Nama asli beliau adalah Raden Maulana Makhdum Ibrahim. Beliau merupakan anak ke empat dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila yang lahir pada tahun 1465. Sebelum menyebarkan agama Islam, beliau mendalami pelajaran agama islam melalui pesantren yang didirikan Sunan Ampel. Ayah beliau pun turut serta memberikan pelajaran Agama Islam tersebut. Ketika ia melakukan perjalanan haji Bersama Sunan Giri, beliau berkenalan dengan Syeikh Maulana Ishak. Karena perkenalan tersebutlah, hubungan antara guru dan murid mulai terjalin. Hal unik yang beliau lakukan dalam penyebaran agama Islam di Jawa adalah dengan metode kesenian. Artinya, beliau menyebarkan Agama Islam dengan menggunakan kesenian, berupa wayang, tembang, puisi yang berbentuk sufistik dan tasawuf. Sebelumnya, ia pernah mengalami kegagalan dalam penyebaran Agama Islam di Kediri dan Demak.
  4. Sunan Drajat merupakan putra dari sunan Ampel dengan nyai Ageng Manila. Ia lebih terkenal dengan sikap kedermawanannya, tidak pantang menyerah, termasuk dalam hal memajukan kemakmuran masyarakat. Sama seperti sunan Bonang beliau juga menyebarkan agama Islam dengan menggunakan kesenian gamelan. Gamelan Singomengkok namanya.
  5. Sunan kudus merupakan putera dari Sunan Ngundung atau yang disebut juga Usman Haji dengan Syarifah. Sebagai seorang wali, beliau juga mempunyai peran yang lumayan besar di pemerintahan Kesultanan Demak. Selain sebagai panglima perang, penasehat Sultan Demak, Mursyid Thariqah dan hakim peradilan negara. Itulah yang menyebabkan ia lebih banyak berdakwah di kalangan bangsawan, penguasa dan priayi di Jawa.
  6. Sunan giri merupakan putera dari Maulana Ishaq. Beliau salah satu murid dari sunan Ampel. Beliau melakukan dakwahnya dengan cara mendirikan pemerintah yang mandiri di Giri Kedaton. Dengan pemerintahan yang berhasil beliau bangun. Beliau mampu menyebarkan Islam dari tanah Jawa sampai ke Maluku.
  7. Sunan Kalijaga merupakan putera dari Adipati Tuban. Sama seperti sunan Bonang, beliau menyebarkan Agama Islam melalui kesenian. Mungkin karena memang, beliau salah satu murid terdekat dari Sunan Bonang. Kesenian yang digunakan dalam penyebaran Agama Islam dan terkenal sampai saat ini salah satunya adalah tembang ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul.
  8. Sunan Muria atau dengan nama asli Raden Umar Said adalah putera dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Sarah binti Maulana Ishaq.
  9. Sunan Gunung Djati atau dengan nama lain Syarifhidayatullah merupakan putera dari Syarif Abdullah Umdatuddin. Beliau masih mempunyai keturunan Keraton Pajajaran, melalui Nyai Rara Santang. Pusat dakwah sekaligus sebagai pusat pemerintahannya bertempat di Cirebon. Kemudian anaknya yang bernama Maulana Hasanuddi juga mengikuti jejak sang Ayah, yakni menyebarkan Agama islam tetapi di Banten.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar