Inspirasi Tanpa Batas

Dunia adalah Perhiasan dan Wanita adalah Puncak Kesenangan Dunia

Hakikat kecantikan seorang perempuan, bukan ia yang gemar bersolek, memanjakan diri untuk menarik perhatian lawan jenis. Karena perempuan yang dianggap baik oleh Allah atau perempuan shalihah ialah perempuan yang taat, yang tahu diri, yang tahu sampai di batas mana dia harus berjalan.

0 71

Konten Sponsor

Ada sebuah kisah yang menggambarkan bahwa wanita adalah perhiasan dunia dan Wanita adalah Puncak Kesenangan Dunia. Kisah ini daimbil dari kitab Akhlakul Lil Banat dalam bab 4, yang dikarang oleh Syaikh Umar Bin Ahmad Barja’.

Fatimah adalah seorang anak kecil, namun memiliki tata krama yang baik . Maka dari itu ibunya mencintainya, dan dia juga suka bertanya tentang segala sesuatu yang tidak ia pahami. Pada suatu hari ia berjalan-jalan bersama ibunya di sebuah kebun, lalu ia melihat pohon mawar yang indah, namun bengkok tangkainya, kemudian Fatimah berkata “Betapa indahnya bunga ini ! Tapi wahai ibu mengapa ia bengkok?”

Sang ibu  menjawab “karena penjaga kebun tidak merawatnya, meluruskanya dari kecilnya, maka jadilah ia bengkok” kemudian Fatimah berkata, “lebih baik kita luruskan sekarang” kemudian ibunya tertawa dan berkata padanya “itu tidak mudah wahai anakku, karena bunga itu telah tumbuh besar, dan telah tebal batangnya. Begitu juga seorang anak kecil yang tidak bertata krama semenjak kecilnya , tidak mungkin bertata kerama ketika besarnya.”

Wanita Adalah Perhiasan Dunia

Kisah yang diceritakan diatas mungkin terkesan sederhana, namun dari kisah diatas dapat dipetik beberapa makna. Dalam artikel ini penulis akan memetik dua makna penting dari kisah tersebut.

Pertama, bahwa orang tua harus mendidik anak-anaknya dengan ajaran agama dan akhlak mulia sedari kecil, anak adalah adalah amanah, titipan allah, kalau anak tidak mendapat bimbingan agama karena kelalaian orang tuanya, maka yang patut disalahkan adalah orang tuanya. karena salah satu kewajiban para orang tua adalah mengajari anaknya ilmu agama, termasuk di dalamnya adalah kemulia’an akhlak.

Kedua, apalah arti bunga mawar yang indah namun bengkok tangkainya, apalah arti wajah yang cantik rupawan namun buruk akhlaknya. Akan tetapi pada realitanya kita lebih terfokus pada kebutuhan dzhohiriah dan mengabaikan batiniah. Semua wanita berlomba-lomba untuk mempercantik wajahnya, dengan menghalalkan segala secara demi mendapatkan wajah yang cantik dan ideal, namun ia lupa akan mmakna cantik yang sebenarnya.

Wanita adalah Puncak Kesenangan Dunia

Wanita Sholehah adalah puncak kesenangan dunia, sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits:

ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺘَﺎﻉٌ ﻭَ ﺧَﻴْﺮُ ﻣَﺘَﺎﻋِﻬَﺎ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔُ

Artinya :

“Dunia itu semuanya menyenangkan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah” . (H.R. Muslim. Lihat Riyadhush-Shalihîn)

Ini suatu penegasan dari Rasulullah saw. bahwa kehadiran seorang wanita sholehah dalam sebuah keluarga senantiasa membawa kesenangan terhadap suami, anak-anak dan semua keluarga. Ini menunjukkan betapa posisi wanita sangat signifikan atau sangat menentukan baik-buruknya sebuah keluarga. Bahkan, dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Rasulullah saw. berkata :

ﻣَﻦْ ﺭَﺯَّﻗَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓً ﺻَﺎﻟِﺤَﺔً , ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﻋَﺎﻧَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﻄْﺮِ ﺩِﻳْﻨِﻪِ , ﻓَﻠْﻴَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸَّﻄْﺮِﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻲ

Artinya :

“Barang-siapa yang di beri Allah rezeki berupa isteri yang sholehah, maka sungguh Allah telah menolongnya mendapat separoh dari agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah untuk memperoleh yang separohnya” (H.R. Ath-Thabranî dan Al-Hakim. Lihat Al-Ahadîtsush-Shahîhah oleh Syaikh Al-Albanî jilid II hal. 200)

Ada 2 (dua) hal yang perlu diperhatikan dari hadits ini; Pertama: Isteri sholehah adalah rezeki Allah. Kedua : Betapa beruntungnya seorang laki-laki yang diberi rezeki berupa isteri sholehah, karena dengan keberadaan isteri sholehah berarti ia dibantu Allah untuk memperoleh separuh dari kesempurnaan agama.

@Zarifeh Shalabi – Gadis Cantik Berjilbab Ini Terpilih Jadi Ratu di Sekolah Amerika Serikat. Image by: i.pinimg.com

Dengan kata-lain, ia telah mendekati ketaatan atau keimanan yang sempurna. Ia tinggal melanjutkan proses penyempurnaannya dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. Inilah kontribusi terbesar yang hanya dapat diberikan oleh isteri sholehah. Jadi, wajar kalau Rasulullah SAW. Memerintahkan kaum laki-laki dari umatnya untuk berusaha memperisteri wanita sholehah

Dari situ kita harus memahami betapa pentingnya menanamkan akhlakul karimah pada diri perempuan, perhiasan di sini berarti sebuah keindahan yang dimiliki seorang perempuan yaitu dengan akhlaknya yang agung; jujur, berbudi pekerti luhur, dermawan, lemah lembut dan menjaga ifffahnya. Karena perempuan yang berakhlak mulia akan dihormati dan dijunjung derajatnya oleh manusia maupun Allah SWT.

Kiblat kita dalam meniru akhlak yang mulia dapat dilihat dari kepribadian Siti Khadijah, istri Rasulullah SAW, dimana beliau adalah wanita yang lemah lembut serta dermawan, yang sangat mencintai dan menyayangi suami dan anaknya. Hingga putrinya Siti Fatimah ialah perempuan terpilih yang akan menjadi pemimpin para wanita di surga. Selain sebagai sosok ibu yang baik beliau juga sosok istri yang baik. Hal itu dapat dilihat dari peristiwa ketika Rasulullah ketakutan ketika pertama kali menerima wahyu di Gua Hiro. Rasulullah datang dengan peluh yang mengucur, lalu Khodijah menyelimuti dan menenangkannya.

Kesimpulan

Dari situ kita akan paham akan hakikat kecantikan seorang perempuan, bukan ia yang gemar bersolek, memanjakan diri untuk menarik perhatian lawan jenis. Karena perempuan yang dianggap baik oleh Allah atau perempuan shalihah ialah perempuan yang taat, yang tahu diri, yang tahu sampai di batas mana dia harus berjalan. Yaitu perempuan yang memelihara hal-hal yang tersembunyi, tidak menampakkan auratnya di khalayak umum.

Berbagai permasalahan yang menimpa kaum perempuan bisa jadi disebabkan oleh kesalahan dari kaum perempuan itu sendiri. Jika perempuan itu gemar bersolek dan mengumbar auratnya di khalayak umum, maka akan timbul ketertarikan lawan jenis dan berakhir pada nafsu syahwat. Hingga semakin hari semakin meningkat kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum perempuan. Marilah kita saling berbenah diri, berhujrah menuju jalan yang diridhoi oleh Allah, dengan senantiasa taat dan patuh terhadap perintahnya agar selamat kehidupan dunia dan akhirat.

Oleh: Khotimah.

Sumber: @sitiumayah

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar