Inspirasi Tanpa Batas

Wanita adalah Wujud dari Sifat Rahim Tuhan

Wanita dititpi sifat Rahiem Tuhan
0 782

SIFATAi??Rahim Tuhan.Ai??Allah menitipkan satu sifat-Nya kepada manusia berjenis kelamin wanita. Sifat itu tidak diberikan kepada makhluk lain, termasuk terhadap kaum laki-laki. Sifat itu kemudian disebut dengan Rahim. Betapa hebatnya wanita sesungguhnya dibandingkan dengan jenis makhluk apapun di muka bumi. Karena itu, menjadi dapat dimengerti jika Rasul menyatakan bahwa: Tiang Negara terdapat dalam wujud wanita. Menjadi mafhum juga jika salah satu surat dalam al Qur’an diberina al Nisa [perempuan]

Kata rahiem,Ai??melekat dengan diri wanita untuk menyimpan cabang bayi. Bahkan banyak di antara ahli medik yang menyebut bahwa, inilah tempat paling aman yang dimiliki manusia untuk menyimpan cabang bayi. Karena wanita dititipi sifat-Nya, maka, secara umum wanita selalu memilikiAi??rasa kasih sayang yangAi??jauh lebih tinggiAi??dibandingkan denganAi??laki-laki. Termasuk dalam mengurusi anak. Mengapa? Sebab rahiem adalah sipat Tuhan.

Jika saya dan kebanyakan laki-laki lain di dunia, misalnya memilih tetap tidur ketika sang bayi menangis di malam hari, maka, seorang wanita akan bangun di tengah segenap rasa lelah dan ngantuknya. Seorang perempuan akan bangun hanya sekedar untuk membersihkan kencing atau kotoran sang bayi, atau bahkan memberinya air susu melalui tete-nya atau susu lain yang dia sediakan. Mereka melakukan semua itu, tanpa sedikitpun rasa lelah dan aral subaha untuk melakukannya. Coba bayangkan jika kita laki-laki.

Hal yang sama, berlaku ketika bayi yang dimilikinya itu, buang air besar, saat di mana sang ibu sedang makan dengan lahap karenaAi??enak dan lezat. Ia akan menghentikan asupan nasi ke dalam mulutnya, untuk sementara karena membersikan kotoran bayi dimaksud. Setelah selesai membersihkan kotoran bayi itu, ia meneruskan kembali makannya yang lahap tanpa sedikitpun menunjukkan rasa kesal atau jijik terhadap apa yang dilakukan dirinya kepada bayinya itu.

Penghormatan Islam

Karena itu, Islam sangat menghormati kaum wanita. Menghormati wanita tentu didalamnya istri kita sendiri. Sama dengan menghormati ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita. Itulah mengapa, Nabi Muhammad misalnya menyebut bahwa menghormati istri kita, setara dengan menghormati ibu kita.

Mengapa Nabi mencium hajar aswad. Sebagaimana dalam salah satu atsar sahabat Umar, dia pernah mengatakan: “jika Muhammad tidak pernah mencium hajar aswad, maka, aku tidak mungkin akan melakukannya”. “Penulis sendiri, hampir dua kali pernah mencium hajar aswad. Setelah diamati secara seksama, mohon maaf jika salah, benda itu ternyata relatif mirip dengan kepunyaan wanita. HalAi??ini yang mendorong penulis untuk menyimpulkan bahwa mencium benda dimaksud pertanda bahwa kita memang diharuskan untuk mencintai dan menyayangi wanita”

Jika seorang ibu diberi titipanAi??Sifat Rahim TuhanAi??dan itu menjadi indikator kunci yang menjadi rasa kasih sayang Allah yang ditunjukkan melalui ibu, maka, sulit dideskripsi bagaimana Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada segenap makhluk Allah.** By. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...