Inspirasi Tanpa Batas

Wanita Karier Lebih Nyaman di Poligami

0 21

Konten Sponsor

Wanita Karier Lebih Nyaman di Poligami. Tahukah anda bahwa trend wanita modern ternyata lebih senang memilih untuk dipologami. Bahkan beberapa negara telah “mengharuskan” seorang suami untuk memiliki istri lebih dari satu. Sebut misalnya negara seperti Rusia, Kazakhastan, Singapura, Nepal, Bangladesh dan beberapa negara bagian di Malaysia. Jangan tanya negara-negara Timur Tengah yang sudah sejak awal membolehkan seorang suami memiliki istri lebih dari satu. Bahkan sampai empat.

Selama ini, banyak orang berpikir bahwa berpoligami hanya sebatas sensasi. Misalnya, seorang perempuan yang rela dijadikan istri kedua sering dinilai karena pertimbangan: ekonomi, status sosial, status politik, ketertarikan fisik [cantik atau ganteng] dan kepuasaan seks. Jarang yang menganalisis kemungkinan lain yang lebih humanis. Misalnya, teori tentang love is Blind [cinta itu buta] atau keyakinan keagamaan yang dianut seseorang. Padahal tidak sedikit di antara mereka yang berpoligami itu, memiliki landasan nurani yang sangat membumi.

Nash tentang Poligami

Bukankah tidak sedikit di antara umat Islam [khususnya] yang yakin, kalau poligami adalah perintah agama.Hal ini setidaknya berlandas pada al Qur’an surat al Nisâ [4]: 3 berikut ini: “Maka nikahilah apa yang kamu senangi dari wanita-wanita, dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat. Jika kamu khawatir tidak berlaku adil, maka satu saja atau budak-budak yang kamu miliki”

Meski demikian, memang harus juga dicatatakan bahwa dalam ayat lain, sebut misalnya surat al Nisâ [4]: 129 Allah menyatakan: “Kamu tidak akan mampu berlaku adil terhadap istri-istrimu sekalipun kamu begitu ingin melakukan keadilan itu. Karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung kepada istri yang kamu cintai sehingga engkau biarkan (istri yang lain) seperti tergantung (terabaikan).

Hadits Nabi juga sama. Misalnya, Imam Thabrani meriwayatkan suatu hadits dari Ibnu Mas’ud, di mana Rasulullah bersabda: “Sungguh Allah telah menetapkan rasa cemburu kepada para wanita, dan menetapkan jihad kepada para laki-laki. Barang siapa di antara mereka (wanita) bersabar dengan landasan iman dan penuh pengharapan, maka baginya sama dengan pahala orang yang mati syahid”.

Dalam periwayatan Ibnu Hibban juga disebutkan: ““Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa (pada bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya, taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu sukai”. Hadits di atas disebut shahih, meski dalam takhrij hadits Albani, hadits tersebut dianggap dha’if

Trend Baru Bernama Kemandirian

Tetapi, trend baru sekarang, kesiapan istri untuk dipoligami baik sebagai istri pertama maupun kedua, umumnya tidak berlandas pada teks nash dan hadits Nabi. Mereka umumnya justru merasa nyaman, jika posisinya tidak full melayani suaminya. Berbagai kesibukan yang menimpa seorang wanita karier misalnya, merasa tidak mungkin dapat melayani suaminya dengan benar.

Keinginan seorang perempuan untuk menikahkan suaminya dengan perempuan lain, dianggap sebagai jawaban atas rasa kasih sayang dirinya kepada suaminya. Ia merasa tidak memiliki kesanggupan untuk memberikan pelayanan kepada suaminya, karena pertimbangan karier dan beban kerja yang mereka pikul. Ketidaksanggupan melayani suaminya itulah, yang menyebabkan seorang perempuan rela menikahkan suaminya atau menikah dengan laki-laki yang telah beristri. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar