Munajat Cinta : Ya Allah, Pertemukanlah Aku Dengan Dia

0 767

Bukannya memaksakan jodoh, tapi aku ingin berdoa agar Allah mempertemukan ku dengan kekasih yang aku cintai. Apakah salah jika aku berdoai??i??a, ai???Ya Allah, tolong jodohkan aku dengan dia yang aku cintaiai????

Begitulah, kadang kita sering memaksa Tuhan untuk memenuhi keinginan kita. Kita kaya yang enggak percaya kalau Tuhan itu Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Kita udah ngerasa sok tahu. Seolah-olah kita sendirilah yang tau apa yang akan membuat kita bahagia. Bahkan mungkin sering diantara kita yang berkata kepada Allah, ai???Ya Allah, dekatkanlah aku dengan dia, kalau, hanya dia yang bisa membuat aku bahagia, bukan denga dia aku tidak akan bahagiaai???. Di sini seolah-olah kita tahu kehidupan di masa depan.

Konsep yang tertanam dalam diri manusia sangat subjektif. Ia lebih mementingkan sisi keinginannya dibandingkan sisi kebutuhan. Kebanyakan dari kita menganggap bahwa apa yang kita inginkan, itulah yang kita butuhkan dan itulah yang terbaik untuk kita. Padahal keadaan tidak selalu demikian, ada banyak sekali keinginan-keinginan dari dalam diri kita yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Cobalah untuk bertanya pada diri sendiri, apakah yang kita inginkan itu kita butuhkan juga? seumpamanya keinginan itu tidak tercapai, apa resiko yang akan terjadi? Lalu, seandainya keinginan dan harapan itu tidak terpenuhi, apakah kita sampai akan menerima kerugian? Dari pertanyaan-pertanyaan ini setidaknya kita akan lebih tahu apa yang kita butuhkan dan mana yang lebih penting.

Sadarkah kita, bahwa masa depan itu gaib? Dan Allah adalah sang penguasa yang nyata dan yang gaib. Hanya Dia yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan apa yang terbaik untuk kita di masa depan. Itulah sebabnya kenapa kita diperintahkan untuk ikhlas, ridha, dan menyerahkan diri atas segala apa yang terjadi pada hidup kita. Dia yang menciptakan kita dan Dia yang tahu masa depan kita, jadi dia juga pasti tahu siapa dan bagaimana jodoh terbaik bagi masa depan kita.

Mulai sekarang, sudahlah. Percaya saja pada-Nya. Kita memang diperintahkan untuk berikhtiar dan mengusahakan yang terbaik. Tentu yang baik agamanya, akhlaknya, masa depannya, keturunannya dan parasnya. Dan utamakan menikahi pasangan karena agama dan akhlaknya, sesuai dengan yang petunjuk yang telah Allah anjurkan kepada kita. Selain itu, jangan lup shalat istikharah untuk meminta petunjuk mana yang terbaik menurut Allah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.