Yakinlah “Mawarmu Di Rantau”

0 28

Lima tahun lalu, 29 April 2011, Aku bertemu dengan seseorang yang tak Aku bayangkan akan bersamanya  sampai saat ini. Pandi namanya, Orang asing dengan gaya preman, tak Aku  kenal asalnya, takku tau keluarganya, takku tau apapun, sedikitpun, hanya nama dan rupa yang betul-betul seperti preman yang biasa  ku  liat  di bus pantura hanya saja dia tak bertato.

Aku ingat betul tanggal pertama kita bertemu, bukan karena jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi karena ditanggal itu, Aku menjadi presidium sidang di sebuah perkaderan, dia (pandi) tak mau kalah, terus gencar beradu pendapat denganku  yang  juga tak mau kalah .
Ternyata kejadian itu membuatku  penasaran. Hanya penasaran  tak lebih….

Beberapa hari setelah itu, setiap malam sekitar pukul 23.00, Aku selalu mendapatt sms darinya (pandi) tanpa sadar dan kegeerannya Aku, ternyata setiap malam pandi tak hanya sms padaku saja, tapi semua peserta perngkaderan.. (jarkom).

Beberapa minggu setelah itu, rasa penasaranku semakin tak terkendali. Padahal itu hal yang harus Aku  hindari karna Aku sudah punya seseorang pacar dan hubungan kami telah terjalin hampir 2 tahun. Meski dalam perjalanan hubungan kami hanya sakit hati yang timbul. Tapi Aku adalah perempuan yang setia saat sudah menjalin komitmen dengan seseorang.

Rasa penasaran itu berubah dan semakin tak terkendali saja. Bukan kah wajar ketika dia (pandi) di gosipkan dengan  perempuan lain. Karena siapa Pandi untukku? Apa posisinya di hatiku begitupun posisiku dihatinya? Tapi aku hanya berpura-pura tak peduli, hatiku sebenarnya kesal, semakin kesal karena pada kenyataannya aku bukan siapa-siapa baginya.

Hari berlalu dengan rasa penasaran yang berbuah menjadi rindu, cemburu, dan apalah itu … tak dapat ku kendalikan, menghadapkan ku pada dua pilihan.. Dia Pandi atau dia yang sudah bersamaku, menjalin hubungan dengan ku  2 tahun lamanya..

Singkat cerita dibulan Oktober, karena terjadi masalah dalam hubungan kami (Aku dan pria 2 tahun itu) akhirnya aku memutuskan mengakhiri hubungan kami. Situasi semakin mendekatkanku dan Pandi. Yang awalnya  hanya sebatas teman semakin dekat dan terus jauh lebih dekat lagi dari hari ke hari mungkin teman tapi mesra. Hubungan yang kami namakan itu.

Waktu berlalu seolah aku dan Pandi baru bertemu seminggu yang lalu, namun perkenalan kami sudah hampir satu tahun. Bulan Februari waktu itu bulan tersulit yang aku hadapi rasanya dalam hal percintaanku tentunya dalam pilihan asmara.

Masa laluku kembali datang, pria yang kusebut pria 2 tahun itu, posisinya saat ini sudah menjadi sang mantan datang kembali. Kita dipertemukan dalam kegiatan yang memakan waktu lama, sekitar 2 minggu, dalam kurun waktu itu aku pun tak bertemu dengan Pandi. Justru aktivitasku selama 2 minggu itu mempersering intensitas pertemuanku dengan mantan.

Bukankah hubungan 2 tahun lamanya tak akan mudah dilupakan begitu saja hanya karena kehadiran seseorang yg baru aku kenal dalam hitungan minggu? bisikku dalam hati saat aku sedikit mulai merindukan masa laluku. Yaaa…. Mantanku

Pertemuanku dengan mantan ini tak ku kira akan menimbulkan masalah yg panjang. Perhatian yang aku berikan selama 2 minggu itu dengan maksud hanya sebatas perhatian biasa antara junior pada senior nya.

Selepas dari kegiatan itu, aku kembali dengan aktifitas yang sudah terbiasa tanpa dia mantan. Tapi ternyata perhatian yang ku berikan tempo hari, mungkin membuatnya sadar betapa berartinya aku selama ini bagi dia.

Luar biasanya, si Pria 2 tahun itu berubah 180° dari saat dia masih menjalin hubungan denganku. Perhatian yg sempurna, bahkan janji-janji yang dulu aku pinta saat kita masih menjalin hubungan malah saat setelah putus baru ingin ia penuhi, 11 februari 2012 si Pria 2 tahun itu datang kerumah menemui orang tuaku dengan membawa cincin perak yang begitu indah bermaksud melamar, menjanjikan nafas surga dunia… (janjinya pada kedua orang tuaku, meyakinkan mereka bahwa dia pilihan terbaik), kuliah sampe S2, pekerjaan, bahkan berapapun, apapun akan dilakukan asal aku mau kembali, kalaupun ku minta menikah pada hari itu, sepertinya itu akan terjadi.

Ia menunggu jawabanku hari itu juga, yang saat itu posisiku di Cirebon dan di jemput paksa olehnya, mengancam dengan beberapa cara agar aku mau ikut untuk ia bawa pulang. Dengan hati yg betul-betul ragu, karna tak ku pungkiri, masih ada rasa ini untuknya, dan wanita mana yg tak tergiur dengan janji surga dunianya… Dia (pandi) teman tapi mesraku yang menjadi raja di hatiku saat itupun bahkan sempat kulupakan.

Aku taetap tak bisa mengambil keputusan, entah siapa yang harus ku pilih. Pria 2 Tahun itu, sangat ku cintai dulu, sampai jika aku disakiti olehnyapun tak kurasa. Hanya setelah ada dia (Pandi) aku baru bisa berpaling. Tapi Pandi, meski baru ku kenal tapi pesonanyanya mampu membuatku lupa dan mencinta, Cinta buta katanya…

Tapi hatiku tetap labil, sehariku dengan si Pria 2 tahun dan sehariku lagi dengan dia (pandi) tapi itu hanya berlangsung satu minggu. Aku sadar ini harus diakhiri cepat atau lambat. Kemudian aku memilih kembali bersama si Pria 2 tahun tapi lagi… itu hanya berlangsung satu hari.. Besoknya aku sembunyi-sembunyi menemui Pandi dan sama, hanya berlangsung sehari..

Kupilih untuk sendiri saja… ku tutup komunikasi ku dengan keduanya. Kupilih sendiri saja, menyerahkan semuanya pada sang maha pengasih, untuk memilihkan yang terbaik.

Taukah… di cintai berlebih oleh dua orang sangat menyiksa, sangat mengganggu, sangat menyedihkan… karena terlihat kejam saat aku bersama salah satu diantaranya…

Hanya bertahan satu hari juga,  Aku tak bisa menahan hatiku, aku ingin bertemu.. hanya bertemu saja dengannya … PANDI !!!!!

Aku berjalan kaki jauh, dan sesuai inginku, aku pun bertemu dengan Pandi di sebuah kamar kos yang hanya sepetak berantakan bak kapal pecah, lemari terbalik, baju berantakan seolah ada gempa yang berkekuatan besar di kamarnya. Hatiku berbisik, Pandi yang mengirim pesan singkat padaku bahwa ia rela melepaskanku karna memang kita tak ada ikatan apapun. Dia bahkan tak punya kebanggaan sedikitpun untuk di suguhkan padaku. Ternyata hatinya tak menerima aku pergi, barang di kamarnya menjadi saksi kemarahan yg luar biasa..

Tapi kedatanganku tak membuatnya senang sepenuhnya, dengan lembut dia mempersilakanku duduk dan berbincang seolah tak terjadi apapun. Tanpa sepengetahuanku.. dia (pandi) mengirim pesan singkat pada dia(mantanku) untuk datang ke tempatnya karna aku disana…

Beberapa saat sebelum dia(mantan) datang.. aku berbincang banyak dengan nya (pandi). Aku bilang tanpa pikir panjang, ku pilih kamu (pandi) aku sudah yakin…

Tapi jawabannya tak sesuai perkiraan..

Dengan lembut dia memintaku kembali saja dengannya (mantan) karena ia sadar, keadaannya sekarang tak mungkin membahagiakanku,, wanita yg saat ini sangaaat ia (pandi) kasihi..
Kata yg saat itu keluar darinya yg membuat aku tiba-tiba yakin memilihnya..

Dengan lirih lembut ia mengatakan..

“Yayu, apa yg kamu harapkan dari seorang pandi, yg tak kamu tau dimana rumahnya, tak kamu tau bagaimana masa lalunya, tak kamu tau siapa keluarganya, bahkan untuk mencari tau pun itu tak mungkin… rumahku jauh di sebrang sumatra sana… disini ku hanya anak rantau, dengan wajah preman, kosan hanya numpang, baju pun hanya yg kupakai sisanya aku cari yg menggantung di kastop tak tau punya siapa. Apalagi harta, untuk sekedar makan nasi lengko saja, hanya cukup untuk ku, tak bisa ku bayari uang makanmu,

Belum selesai sampai disitu, aku tak dapat mengendarai motor, ahh jangankan motor, sepeda pun betul2 ku tak bisa,, bagaimana jika kamu ingin jalan bersama seperti pasangan lain masa kini.. kemana2 cukup di bonceng, wajah?? BAhkan katamu saja wajahku seperti preman, sudah… 

Janhan buta karena cinta, meski hanya pacaran… kamu harus bisa melihat pilihan terbaikmu ada jika kamu mau kembali bersamanya…. “

Beberapa saat setelah ia berkata seperti itu, aku hanya terdiam… tak tau apa yg harus ku katakan. Kemudian dia (mantanku) datang, aku ditinggal berdua saja dengan mantanku. Sementara pandi pura-pura biasa saja keluar dengan hati yg sakit untuk siap ditinggal karena takkan terpilih (pikirnya)

Aku kaget karna tak tahu mantanku datang, kita dibiarkan berdua, Saat itu mantanku berkata sesuatu yg kemudian semakin membuatku yakin memilihnya (pandi) tanpa aku tau apa yg membuat keyakinanku semakin menjadi jadi…
Kalimat terakhir yang cukup serius yg kuingat sampai detik ini yg ia katakan.

“Akung, apalagi yg kau ragukan, kembalilah.. kita mulai semua dari awal, aku janji menepati semuanya, kan ku berikan nafas surga dunia jika kau mau bersama, kutunggu kau sampai wisuda, kita tunangan, lalu ku kuliahkan kau hingga s2, pekerjaan… tak usah risau, link ku dimana mana, rumahku kau sudah tau dimana, aku si bungsu yg sudah jelas warisannya, cincin mas, perak tinggal kau pilih saja ukurannya,, 
Kau lihat apa dari dia? Kalah telak dibandingku, jangan buta karena cinta… istigfar… 
Lihat apa kau tak takut tampangnya? Apa kau tau keluarga nya? Bibit bebet bobotnya? Rumahnya? Atau saat kau bosan ingin jalan, apa kuat kemana mana jalan kaki atau naek angkot kaya zaman pacaran nenek kita? Aku janji, kamu sungguh berarti tak mau lagi ku kehilanganmu, kembalilah, sia siakah 2 tahun kita bersama? “

Aku diam tertegun menunggu pertanyaannya selanjutnya yg sudah siap ku jawab..

Pertanyaan yang kutunggu akhirnya ia lontarkan, “sekarang kau harus tegas, kau pilih siapa, selepas ini aku janji takkan mengganggu lagi, takkan berharap lagi”

“Aku pilih Pandi, maaf,, 
Biar yang tak masuk akal ini menjadi resiko untuk ku tanggung nanti. Aki tau ini gila, tak masuk akal, buta oleh cinta, biar ku tanggung resikonya. 
Dan jangan tanya lagi, aku sudah memilih”

Tapi cintanya mantanku masih kuat, ia terus memohon, membuatku semakin bersalah karena pernah mencintainya.

Dalam hati ku hanya bisa berharap “Tuhan, hilangkanlah rasa sukanya padaku, biarlah berubah benci agar tak ku lihat lagi air mata nya menetes hanya karna aku yg bahkan tak punya apapun yg bisa ia banggakan, segera buka hatinya untuk yg lain dan hentikan harapnya untukku “

Hari itu berlalu dengan tangisan yg ku sembunyikan, aku tau mereka menyembunyikan hal sama, keduanya. Mungkin aku perempuan jahat yg telah menyakiti hati salah satu diantara mereka, biarlah asal tak ku sakiti keduanya,

Maaf dan terima kasih untuk kalian yg sudah ikut terlibat menjadi saksi nyatanya tulisan ini, tapi ini masih belum brrakhir disini… sebentar, izinkan ku sejenak bersyukur… aku Akung kamu… pandi

Jika orang melihat kita saat ini, mereka pasti mengira hubungan kita luar biasa.

Buatku kamu yg luar biasa

Terima kasih Akung, aku tau kamu tak bisa membelikanku barang mewah, tapi dengan kamu memberikan semua yg kamu punya untukku, itu sungguh kemewahan berlebih,
Jangan merasa bersalah karena tak bisa mengajaku jalan2 ke tempat mahal, waktu kuliah meski kita beda jurusan, beda angkatan kita tetap bisa jalan2… aku tak malu meski itu jalan2 bersama organisasi. Tapi aku merasa luar biasa kita bisa melakukan dan berproses bersama…

Terima kasih juga
Aku memang kecapean saat harus jalan kaki kamana mana, dan malu saat naek angkot trus berhenti di grage buat nonton… yang lain naek motor…
Kalau kemaleman, harus naek becak, romantis sih… tapi itu bukan zamannya kita..

Tapi sekarang, gantinya kamu tanpa mengeluh siap antar jemput kapanpun dimanapun,, pake motor…
Aku bukan senang kemudian sombong di boncengin motor gede sma kamu, tapi haru..

Kamu hebat Akung, terimakasih,,
Sarjana tepat waktumu, organisasimu, pekerjaanmu, dan…. tak perlulah kamu bisa naik sepeda, aku sudah anteng melihatmu berkendara… bangga nya. Itu yg ingin ku sebut KEREN..

Aku bahagia,
Doa kecilku dulu lima tahun lalu, agar dia (mantanku) yang ku sakiti dulu kini tak lagi sendiri, ada hati yg ia khawatikan dan balik mengkhawatirkannya,, terimakasih Tuhan, biar bencinya padaku adalah balasan atas resiko dari pilihanku dulu…

Giliran fokus pada ceritaku dengannya (pandi)
Aku tak tau ending ceritanya, cerita ini belum berakhir hingga tulisan ini di terbitkan…

Akung,
Aku ingin menikah…
Memang akupun ragu untuk mengakhiri masa lajang ini, aku masih punya mimpi untuk S2, aku punya rencana yg banyak belum ku selesaikan dengan orang tuaku sebelum aku sepenuhnya jadi milikmu…

Tapi hatiku tak tega, sampaikan ini pada ibu mu,
“Maaf mencintai dan mengkhawatirkan anakmu, aku hanya ingin membantu menjaganya, menyiapkan pakaian kerjanya yg tlah ku setrika rapih dan wangi, menyiapkan sarapan pagi agar tak kau satukan sarapanmu dengan makan siang, memberimu bekal makan siang agar teratur makanmu, menyiapkan air hangat sepulang kerja, berbagi masalah meski tak bisa ku memberi solusinya, dan yg terpenting menemani setiap duka dan sakit yg kau rasa… “

Untuk kamu,
Aku akan menunggu, jaga kesehatanmu.. kumohon,
Mobil mewah, harta berlimpah, tak tergiur aku jika bandingannya kesehatanmu…
Cukup kesehatanmu, agar selalu bisa kau jadikan aku sandaran… perlindungan, dan kekuatan…

Sementara, aku terus memohon sehatmu agar terus bisa ku rasakan kasih Akung tanpa khawatir di fikiranku…

Kau tau?
Aku tak bisa lagi menyembunyikan tangisan seperti dulu, melihatmu berpura-pura kuat adalah kepedihan yg luar biasa bagiku,
Ayolah Akung… cerita kita belum berakhir,,, indahkan cerita MAWARMU DI RANTAU, mereka menunggu, kamu bukan pengecut kan??
Jadi kumohon, sehatlah, aku janji temani…

cinta tak hanya berbicara aku dan kamu, tapi bagaimana jiwa bisa bersama, hati saling memahami, berbeda tapi menerima dan merasa indah bisa mencintaimu
Semoga kaupun begitu
*mawar dalam rantau

Ini adalah senja, Saat angin semilir membelai tubuhku yg tlah lelah berjalan hari itu,
Mungkin ini perjalanan terakhir kita , terlama sebelum cerita mawarmu di rantau selesai,
Kau adalah bait kata yg tertulis tulus di setiap karyaku..
Akung, perjalanan kemarin bagai mimpi mengharukan,
Membuat luluh atas syaratku saat kau ingin menikahiku,

Bahwa setiap detik bersamamu amat berharga,
Bahwa Akungmu tulus tak kusangka,
Dan bahwa aku benar -benar amat takut bila tak bersama…

Kemudian kita terus bercerita disana, sampai surut senja ditemani rintik hujan,
Hatiku bergetar atas rasa haruku,, yg kemudian membuat tetesan air mataku saru dengan hujan.

Aku ingin kembali ketempat itu lagi,
Bersamamu,
Menikmati setiap detik perjalanan yg cukup panjang,, melihat air yg naik.. hilang… surut…
Atau berfoto di malam sambil menggila?
Atau? Menikmati angin saat senja dan bercengkrama di atas rerumputan jauh lebih lama..

(bait ini hanya kita yg rasa)

Lima tahun sudah berlalu saat pertama pertemuan kita di siang itu,
Lima tahun adalah waktu yg susah payah kita perjuangkan, ku kira tahun ke enam ini adalah ending dari perjalanan kita… dan ku fikir yg akan kutulis hanyalah keindahan yg akan kita lewati, atau ke banggaan saat kita mampu melewati tahun2 yg berlalu,

Ini menjadi episode baru cerita kita, entah kita akan kalah oleh waktu dan keadaan,, atau mampu menjalaninya sama seperti tahun2 lalu yg akhirnya hanya tinggal kita ceritakan..

Perjalanan hari itu, 13 Mei 2016, membuat syairku seolah tak akan habis hanya dengan satu kali tulisan…
Ini perjalanan terindah, namun aku berharap ini adalah yg terakhir… sebelum kau betul2 memilikiku seutuhnya,

Malam itu, kau perdengarkan lagu yg indah mengiringi perjalanan kita ke jawa timur, membuat ku terharu mengingat kamu yg ku miliki saat ini, malam itu aku merasa menjadi seorang bintang, yg memiliki banyak waktu untuk bersamamu…

Tapi perjalanan itu menjadi cerita panjang, babak baru dalam kisah MAWARmu DALAM RANTAU. karena sepulangnya dari sana, semua seolah menjadi semakin kompleks saja, keluarga, materi, Hati, jiwa, raga, bahkan sampai hal sekecil debu di jendela seolah menghalangi pandangan kita untuk bisa bersama,, entahlah bagaimana lagi rencana indahnya ** Yayu Sri Umaroh

Komentar
Memuat...