Yanti Menjadi Staff Hebat | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 6

Yanti Menjadi Staff Hebat Nokhtah Kerinduan Tuhan Part-6
0 160

YANTI Menjadi Staff Hebat. Sebulan setelah pertemuan Yanti, Linda dan Ghina di Bandung, akhirnya Yanti pisah ranjang dengan suaminya sambil menunggu proses perceraiannya di Pengadilan Agama Bandung. Ia boyong dan mengontrak sebuah rumah type 36/72 di sebuah perumahan sederhana. Ghinalah yang membayar kontrakan rumah buat Yanti dan  tiga anaknya. Hari itu tepat hari minggu, Yanti akhirnya menuruti apa yang disarankan Ghina dan Linda. Yanti disambut hangat oleh Ghina dan dipersilahkan untuk tidak canggung menempati rumah yang telah dibayar kontrakannya itu oleh dirinya

Lamaran Yanti sebelum datang ke kontrakannya itu, sudah diterima sebagai staff kantor yang khusus mengasistensi Ghina. Itupun dilakukan dengan sangat keras dalam meyakinkan owner perusahaan, maklum Yanti belum menjadi seorang sarjana. Yanti meyakinkan kepada atasannya itu, bahwa Ghina adalah sosok yang mau belajar dan memiliki i’tikad yang selalu baik dan kemauannya yang tinggi untuk belajar.

Ketika meyakinkan owner perusahaan itu, Ghina berkata kepada bossnya itu dengan mengatakan:

“Tuan … saya tahu, dia tidak kredible bahkan mungkin hanya sekedar untuk menyalakan komputer-pun dia belum bisa. Tetapi, aku yakin, karena dia teman dekatku, bahwa dia adalah wanita dengan IQ tinggi, kata Ghina. Ia akan cepat beradaftasi karena dia adalah sosok yang pernah menjadi juara umum di sekolah kami beberapa tahun yang lalu. Aku menjamin dan menjaminkan diriku sendiri bahwa dirinya, pada akhirnya akan kredible. Saat itu, bossnya hanya menganggukan kepala dan mengatakan terserah kamu. Atur saja …. Minta sama sekretaris saya, untuk membuatkan Surat Pengangkatan pegawai. Tetapi magang dulu ya tiga bulan … untuk melihat perkembangannya, kata si boss pelan … Oke aku setuju kata Ghina. Jika bukan Ghina yang meminta, tentu boss ini tidak mungkin menerima lamarannya”

Sambil datang ke kontrakan untuk menjumpai Yanti, Ghina membawa SK itu yang telah dipegangnya selama dua hari. Ghina memeluk erat Yanti yang kurus dan kumel sambil mengatakan, Yanti … yu kita mulai lembaran baru kita. Semoga Allah memberkati kita semua. Amiin …

Yanti dan Ghina Beres-beres Rumah

Yanti dan Ghina begitu gigih memindahkan tas yang berisi pakaian dan gulungan kardus yang berisi benda-benda dapur yang dimiliki Yanti sisa-sisa barang dari perkawinannya. Hampir enam jam mereka membereskan rumah itu, sampai kemudian rumah itu benar-benar layak dihuni sebuah keluarga kecil dengan anak tiga tanpa seorang suami. Ghina-pun dari mobil CRV-nya mengeluarkan sekarung beras beserta beberapa junk food dan soft drink yang sengaja dibelikannya untuk Yanti.

Setelah itu, Yanti diajak mengunjungi toko pakaian jilbab yang biasa Ghina belanja didalamnya. Yanti semula menolak karena merasa tidak enak akan kebaikan Ghina. Tetapi Ghina memaksanya dan akhirnya mereka membeli beberapa potong pakaian untuk Yanti. Yanti menangis dan terus menerus meneteskan air mata. Ia merasa betapa baiknya Ghina kepada dirinya.

Pagi Senin, Yanti mulai bekerja. Ia dibawa Ghina untuk diperkenalkan dengan boss-nya yang memiliki umur kurang lebih 39 tahun atau kurang lebih terpaut antara 6 sampai tujuh tahun dengan Ghina dan Yanti. Ghina dengan gayaknya yang khas mengatakan:

“Boss ini staff baruku ya … ! Boss yang bernama Alamsyah itu hanya berpaling sebentar dan manggut-manggut heran … dalam hati sang boss, dia berkata: “Ghina-Ghina, wanita kayak begini kau bawa ke sini. Hanya karena jasamu yang demikian banyak diperusahaan ini, kuidzinkan kau menerima dia”, jika tidak, mana mungkin aku menerimanya. Ghina kemudian berkata: “Hai … boss ko melamun … mengapa? Nggak apa-apa kan. Dengan cepat si Boss mengatakan, nggak-nggak apa. Mangga silakan”

Akhirnya Ghina dan Yanti bringsut kembali ke ruangannya. Ghina kemudian memberikan sebendel buku tentang cara praktis mengoperasikan komputer. Dia mengatakan …. Yanti … baca nich buku ini, lalu anda praktekkan sendiri ya … ini komputernya dan silakan anda gunakan sesuka hatimu. Jangan takut rusak, yang penting kamu bisa ya …. Mata Yanti kembali menetes. Ia hanya mengatakan, Ghina terima kasih banyak ya ….

Yanti Kembali Sintal

Tiga bulan tidak terasa Yanti bekerja di perusahaan di mana Ghina bekerja. Selama tiga bulan itu, Yanti bukan hanya sudah pandai menggunakan komputer dengan sejumlah program yang terdapat didalamnya, tetapi, ia juga sudah bisa membuat konsep surat, mengarsipkan dan membuat notes jika ada surat yang masuk atau ke luar dari ruangan Ghina. Kemampuan itu, persis berakhir saat masa magangnya berakhir.

Ghina membawa Yanti kembali ke bossnya setelah tiga bulan dia magang. Ia akan meminta Yanti untuk ditetapkan sebagai pegawai tetap perusahaan. Tetapi, staff boss yang menerima kedatanga mereka karena kebetulan Boss ada keperluan keluarga yang sangat mendadak. Staff itu hanya diberi tugas untuk menyampaikan beberapa pertanyaan untuk dijawab Yanti dalam bentuk jawaban berbentuk tulisan dan diharap dikirim ke email boss ketika jawaban itu, berhasil dibuat Yanti.

Ghinapun meninggalkan Yanti bersama dengan staff boss. Staff boss itulah yang mengawasi jalannya ujian kompetensi pegawai baru yang hanya diikuti Yanti. Di luar dugaan seorang staff boss, ternyata Yanti menjawbnya dengan cepat dan ia segera mengirimkan tulisan dimaksud kepada email bossnya itu. Tidak lama kemudian Surel kembali masuk dengan mengatakan dari bossnya itu, selamat Yanti. Mulai hari ini kamu kami angkat sebagai pegawai tetap di kantor kami. Tentu betapa bahagianya Yanti Saat itu …

Pasca Uji Kompetensi Yanti

Sehari setelah uji kompetensi, Yanti diminta menghadap boss. Iapun datang tetapi tanpa didampingi Ghina karena kebetulan ia sedang tugas ke luar. Itulah saat pertama, Yanti disalami Boss dengan Hangat. Boss Alamsyah itu, entah mengapa tiba-tiba merasa tersihir dengan penampilan Yanti. Matanya tak berkedip sedikitpun … ia kaget, wanita yang sangat lusuh dan terkesan kumel beberapa bulan lalu itu, ternyata demikian cantik dan mempesona … Hatinya mulai tak mengerti akan perasaannya …. Ia mengatakan: “kamu Yanti kan … Yanti menjawab. Iya Boss ada apa …? By. Charly Siera

Komentar
Memuat...