Yuk Bebaskan Diri Anda Dari Hutang

0 55

Hutang saat ini menjadi gaya hidup kebanyakan orang, hampir separuh masalah yang ada saat ini yang ditemui adalah besarnya Debt Service Ratio serta Rasio Cicilan.

Mari kita lihat beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk membuat kita ini segera keluar dari pola hidup berutang tersebut:

Jujur pada diri sendiri

Banyak orang hidup saat ini melebihi kemampuannya, berpenghasilan Rp 5 juta tapi nyatanya hidup dengan life style Rp 10 juta. Sehingga tidaklah heran cashflow minus setiap bulannya ditutupi dengan hutang pada kartu kredit, utang KTA, dan berbagai macam utang yang lainnya. Mungkin orang lain dapat kita bohongi dengan penampilan kita, pakaian, mobil dan gadget yang kita pakai saat ini, namun hanya diri kita yang tahu sebenarnya bagaimana kondisi keuangan kita.

Susun rencana keuangan

Saat diberikan informasi ternyata untuk mencapai Dana Pensiun seorang klien, nilainya ternyata lebih kecil daripada cicilan utangnya, ia pasti menjadi lebih semangat untuk segera melunasi berbagai macam utang konsumtif yang dimilikinya, begitu juga halnya dengan orang tua setelah tau berapa jumlah yang harus diinvestasi untuk Dana Pendidikan anaknya mereka menyesal bahwa telah menyia-nyiakan uang mereka untuk cicilan utang konsumtif selama ini.

Cek aset yang dimiliki

Ternyata banyak juga orang yang memiliki aset-aset untuk melunasi utangnya namun memilih tak melunasinya. Coba bayangkan jika memiliki uang tunai di tabungan sebesar Rp 50 juta, namun hanya memiliki hutang kartu kredit Rp 10 juta? Kita hanya mendapatkan return 3-4% per tahun, namun harus membayar bunga 2-4% per bulan atau 24-48% per tahunnya! Gunakan aset ini untuk melunasi hutang dan alihkan cicilan utang anda untuk tabungan dan investasikan yang benar.

Belajar berkata tidak

Belajar Berkata Tidak
Belajar Berkata Tidak

Penawaran saat ini ada di mana – mana, ada yang masuk melalui sms, blackberry messenger, telepon, dari mulai menawarkan barang, usaha ataupun bisnis, kartu kredit, investasi, asuransi, hutang KTA, dsb. Pada saat kita tak bisa menolak sesuatu yang sebenarnya belum tentu saat ini kita butuhkan. Maka konsekuensinya akan ada biaya yang harus dikeluarkan, serta bertambah sulit jika pembayaran dilakukan dengan melalui autodebet credit card. Utang konsumtif bertambah tanpa akses dari kita dan rutin tentunya. Jadi tegaslah untuk berkata tidak, lakukan transaksi di mana anda yang memiliki inisiatif.

Belajar berkata cukup

Jika untuk membeli satu barang saja sudah cukup maka kita tak perlu membeli selusin barang yang sama juga. Dengan alasan selagi ada diskon untuk pemegang kartu kredit tertentu. Diskon pasti akan selalu ada, jadi tidak perlu untuk kuatir. Karena untuk apa menumpuk barang yang belum tentu digunakan dalam waktu dekat tersebut. Bahkan kemungkinan adanya expired karena terlalu lama untuk disimpan, ditumpuk dalam lemari ataupun gudang.

Tingkatkan penghasilan

Terkadang untuk menjadi kreatif itu perlu tantangan, beban berat dari hutang sebenarnya dapat membuat seseorang menjadi lebih kreatif dalam mencari alternatif income tambahan. Yang dapat dimulai dengan usaha yang tak memerlukan modal besar misalnya: bisnis online yang sesuai minat (fashion, photography, food, automotive, stamps, dll).

Jika kita dapat menyicil hutang konsumtif selama ini, yang based on experience jumlahnya yang tidak pernah kecil. Maka sebenarnya tanpa anda sadari anda telah memiliki kemampuan besar untuk berinvestasi dan mencapai tujuan keuangan anda pada masa yang akan datang.

Komentar
Memuat...