Inspirasi Tanpa Batas

Yuk Lihat Kelebihan Dan Kekurangan Waralaba Makanan Ala Gerobak

0 4

Konten Sponsor

Kelebihan Dan Kekurangan Waralaba Makanan Ala Gerobak – Investasi di bidang kuliner memang masih menjadi primadona untuk para investor yang tertarik dengan sistem kemitraan. Besarnya prospek bisnis makanan yang tak pernah abis ditelan zaman, serta mudahnya pengelolaan bisnis dengan sistem kemitraan. Membuat sebagian besar masyarakat untuk tertarik menginvestasikan modal yang mereka miliki dalam begabung dengan perusahaan lokal maupun asing yang menyelenggarakan berbagai kemitraan ini.

Ternyata dari berbagai kemitraan yang ditawarkan, sistem franchise makanan ala gerobaklah yang berhasil memberikan daya tarik terbesar untuk para masyarakat, sehingga tak sedikit para franchisor yang berhasil menggaet ratusan mitra melalui sistem kemitraan tersebut.

Meskipun perkembangan pasar franchise saat ini terbilang cukup besar, namun ada baiknya jika Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan franchise makanan ala gerobak yang dapat Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum akhirnya Anda memilih sebuah merek franchise yang akan Anda tekuni.

Kelebihan Franchise Makanan ala Gerobak

  1. Franchise makanan ala gerobak investasinya cukup murah dan juga bisa balik modal dengan cepat. Biasanya para franchisor tersebut menawarkan kemitraan ala gerobak dengan investasi mulai dari dua juta rupiah hingga belasan juta rupiah. Selain hal tersebut sistem kemitraan ini balik modalnya juga terbilang sangat cepat. Rata-rata para franchisor memberikan jaminan kepada para mitranya dengan jangka waktu balik modal yang kurang dari satu tahun. Tak heran jika banyak orang tertarik dengan kemitraan gaya gerobak ini, karena keuntungan yang ditawarkan memang cukup menggiurkan.
  2. Persiapan usaha mudah. Pada umumnya kemitraan ala gerobak hanya membutuhkan lokasi usaha yang strategis, sedangkan untuk peralatan dan juga bahan baku awal semuanya di support oleh franchisor. Sehingga para mitra hanya perlu untuk mempersiapkan lokasi usaha, dan calon tenaga kerja saja. Selebihnya ditanggung oleh perusahaan yang menyelenggarakan kemitraan.
  3. Minim biaya operasional. Dengan sistem gerobak, para mitra tak membutuhkan lokasi usaha yang besar, sehingga biaya sewanya juga tak terlalu mahal. Sebagai gambaran, para mitra dapat menyewa lokasi sekitar 2-3 m2 di depan minimarket atau di pinggir jalan yang ramai dilalui orang. Disamping itu, kemitraan gerobak juga tak membutuhkan banyak tenaga kerja. Paling banyak hanya mempekerjakan dua orang tenaga kerja saja. Jadi, setiap bulannya tak memakan biaya operasional yang terlalu besar.

Kekurangan franchise makanan ala gerobak

  1. Produk yang ditawarkan terbilang kurang menarik. Meskipun saat ini makin banyak franchisor yang mewaralabakan bisnisnya, namun tak semua produk yang ditawarkan berhasil menarik minat konsumen. Selama ini produk kemitraan yang ditawarkan oleh para franchisor adalah produk makanan yang sudah umum dipasaran. Seperti burger, kebab, fried chicken, serta teh kemasan yang sebenarnya sudah banyak ditawarkan dengan berbagai merek. Karenanya sebelum bergabung dengan sebuah kemitraan, pastikan Anda untuk memilih produk yang benar-benar berkualitas dan memiliki potensi pasar cukup bagus.
  2. Kontrol bisnis yang masih lemah. Perkembangan jumlah mitra yang semakin meningkat, ternyata tak selalu berdampak baik untuk para mitranya. Terutama bagi mitra yang lokasinya cukup jauh dengan franchisor, dapat dipastikan operasional bisnis mereka tak bisa terkontrol dengan baik. Oleh karenanya, walaupun ada franchisor yang akan membantu Anda dalam menjalankan usaha, namun janganlah sepenuhnya bergantung kepada mereka. Belajarlah menjalankan usaha secara mandiri, dengan bimbingan dari franchisor Anda.
  3. Komitmen para mitra kurang kuat. Murahnya biaya investasi yang ditawarkan para penyelenggara kemitraan ala gerobak, membuat sebagian besar para mitra ini menjadikan usaha tersebut sebagai ajang untuk coba-coba. Sehingga mereka tak menjalankan kemitraan dengan serius, dan akan meninggalkan kemitraannya jika omset yang dihasilkan ternyata tak bisa optimal. Kondisi ini tentunya akan merugikan franchisor serta mitra lainnya, sebab hal tersebut membuat citra sebuah franchise dipandang kurang berkualitas oleh para konsumen.
  4. Persiapan franchisor yang kurang matang. Sekarang ini tak hanya para mitra saja yang menjalankan bisnis waralaba dengan coba-coba, tak sedikit para franchisor yang menawarkan sistem kemitraannya dengan perencanaan yang kurang matang. Sehingga kemitraan tersebut tak dapat serta merta berjalan dengan lancar. Dan akhirnya hanya kandas di tengah persaingan bisnis waralaba yang kian ketat tinggi.

Maka dari itu sebagai calon investor yang tertarik dengan peluang usaha bisnis waralaba. Sebaiknya pelajari terlebih dahulu semua penawaran yang Anda dapatkan dari franchisor, dan pastikan bahwa kemitraan tersebut telah dijalankan secara serius oleh pemiliknya sehingga prospek pasar yang ditawarkan memang benar-benar bagus.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar