Zaman Teleskop Dalam Eksplorasi Bulan

0 17

Teleskop kecil dan kasar yang dipergunakan oleh Galileo memperlihatkan wajah bulan sebenarnya yang sebelumnya belum pernah terlihat. Bahkan pembesarannya yang sederhana sampai kira-kira 30 kali dapat memperlihatkan gunung-gunung dengan jelas, kawah-kawah, dan daerah dataran gelap. Galileo membuat peta kasar tentang sebagian besar ciri bulan yang dilihatnya melalui teleskop kecilnya itu. Ia sangat terkejut dengan kenyataan bahwa gejala permukaan bulan yang sama seperti di bumi ini sampai membuatnya keliru menyebut daerah yang gelap itu maria, kata Bahasa Latin untuk “laut”.

Penemuan astronomi lainnya kemudian terjadi pada tahun 1600-an. Johannes Kepler, seorang ahli astronomi mengumumkan hokum-hukum perputaran planet. Salah satu hokum mengatakan bahwa planet mengorbit matahari pada perputaran oval yang disebut elips, jadi bukan lingkaran sebagaimana pendapat Copernicus. Seorang ahli fisika bangsa Inggris, Isaac Newton, mengembangkan hokum gravitasi dan hokum peredaran, yang dapat membantu menjelaskan peredaran planet. Sejumlah cerita perjalanan ke bulan muncul, beberapa di antaranya berisi penemuan-penemuan baru. Akan tetapi, kebanyakan hanya berisi fantasi. Alat perjalanan ke bulan sama sekali tidak realistis, kecuali cerita yang menggambarkan penggunaan kendaraan bertenaga roket.

Perkembangan Dunia Astronomi

Abad XVII berkembang, para ahli astronomi menjadi semakin bertambah sadar tentang gelombang yang memisahkan bumi, bulan, matahari, dan planet-planet. Bulan sendiri diketahui sebagai bola kecil tanpa udara yang tidak mampu mendukung kehidupan seperti bumi. Memasuki abad XVII dan abad XIX, terjadilah kemajuan pesat dalam bidang astronomi. Teleskop berkembang pesar sekali dalam kekuatan dan kejelasannya, demikian juga peralatan baru. Seperti spektroskop dan kamera, sehingga menambah jangkauan ilmu yang lebih luas lagi. Kehadiran fotografi pada abad XIX menambah dan mempercepat pekerjaan pemetaan bulan secara menakjubkan sekali. Foto bulan yang pertama dibuat oleh seorang ilmuwan bangsa Amerika, John Draper, di tahun 1840. Tahun 1897 Observatorium Paris menyelesaikan foto bulan.

Menjelang abad XIX, astronomi dan ilmu geologi mengalami kemajuan yang cukup berarti sehingga keterangan tentang ciri-ciri bulan dengan sangat teliti sekali dapat diajukan secara serius dan asal-usul bulan dapat dibicarakan.

Abad XX menyaksikan lebih banyak revolusi dalam astronomi. Orang dapat menyaksikan perincian permukaan bulan yang belum pernah terlihat oleh mata manusia pada teleskop. Penemuan ini membakar semangat sekelompok manusia untuk memikirkan dengan sungguh-sungguh cara untuk perjalanan ke bulan. Sementara itu, penulis cerita fiksi tidak tinggal diam. Pengarang seperti Jules Verne dan H.G Wells tetap mengorbankan penggemar cerita popular dari masa ke masa dengan ceritanya petualangan antara planet dan bulan.

Gagasan Roket Sebagai Perjalanan ke Bulan

Walaupun roket telah digunakan untuk mercon dan senjata sejak abad XIII, beberapa orang berpendapat bahwa roket – roket ini adalah satu-satunya yang dapat diandalkan dan aman untuk perjalanan ke bulan. Namun penggunaannya tidak pernah dilakukan sampai abad XIX dengan usul-usul yang sungguh-sungguh bahkan eksperimen – eksperimen penggunaaan kendaraan-kendaraan bertenaga roket. Menjelang berakhirnya tahun 1800-an, seorang ilmuwan bangsa Rusia, Constantin Tsiolkovsky, dan seorang ilmuwan bangsa Jerman, Hermann Ganswindt, menulis dan memberi kuliah tentang asas tenaga penerbangan ruang angkasa. Namun, pada waktu itu hanya ada beberapa ilmuwan dan insinyur saja yang menerima sungguh-sungguh pendapat kedua orang ini.

Abad XX melihat hasil impian penggunaan pesawat udara bertenaga roket. Tahun 1920 dan 1930-an, landasan untuk pengembangan teknologi yang akhirnya membawa manusia ke bulan dan lebih jauh lagi ke ruang angkasa telah diletakkan. Setelah Perang Dunia ke II berakhir, kita meliat perkembangan teknologi bulan selama akhir tahun 1940 dan 1950-an. Uni Soviet dan Amerika Serikat meluncurkan roket ke atas untuk menyelidiki atmosfer bagian atas dan ruang angkasa bumi, lalu mengorbitkan satelit buatan untuk mengelilingi bumi atau mendaratkannya di bulan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.