Ciri Ciri Kucing Gagal Kawin

Seiring waktu berlalu, kucing yang dulu masih anakan kini sudah menjadi kucing dewasa. Kini pun ia ‘siap’ untuk memiliki keturunan karena sistem reproduksinya sudah cukup berkembang. Namun, keadaan tidak selalu berjalan mulus bagi mereka. Walaupun sudah ada pasangannya, bisa saja kucing gagal kawin. Lantas bagaimana ciri ciri kucing gagal kawin?

Mengenal Ciri Ciri Kucing Gagal Kawin

Ternyata ketidakberuntungan juga ada di dalam kamus kucing. kucing yang kini sudah dewasa mungkin sudah mendapatkan pasangannya. Namun, terkadang kucing bisa menolak pasangannya karena alasan tertentu, misalnya saja karena kurang sehat, tidak birahi, stres, atau bahkan sedang hamil. Jika sudah demikian, kucing pun bisa gagal kawin. Adapun penyebab dan ciri ciri kucing gagal kawin adalah sebagai berikut:

1. Siklus birahi yang terus berlangsung

Pada umumnya, siklus birahi kucing merupakan siklus yang berjangka waktu satu bulan, dimana puncak birahi kucing akan berlangsung selama 4-5 hari, dan akan terulang di bulan selanjutnya. Jika kucing gagal kawin, maka besar risiko puncak birahi kucing akan terus berlangsung.

Sebagai akibatnya, kamu akan mendapati kucing ‘setia’ menanti di dekat pintu atau jendela, seakan-akan meminta untuk keluar. Tak hanya itu, kucing pun bisa mengeluarkan suara-suara tertentu yang biasanya menarik lawan jenisnya. Uniknya, hal ini bisa dialami oleh kucing jantan atau betina.

Artikel terkait: ciri ciri kucing anggora asli

2. Kucing menjadi agresif

Kucing menjadi agresif belakangan ini? Mungkin kucing sedang berada di puncak-puncaknya masa birahi namun masih belum bisa menyalurkan hasrat birahinya. Sikap agresif kucing juga bisa menjadi salah satu ciri ciri kucing gagal kawin.

Walaupun sifat kucing yang agresif juga muncul ketika ia dikawinkan dengan kucing yang belum dikenal sebelumnya, namun sifat agresif itu akan hilang jika proses kawin berhasil. Jadi, jika kucing sempat berkelahi dengan calon pasangannya sebelum kawin, kamu tidak perlu khawatir karena itu juga merupakan bagian dari proses adaptasi.

Namun, jika kucing terus-menerus menunjukkan sikap agresif, misalnya saja ia jadi lebih sering mencakar padahal sebelumnya tidak demikian, kemungkinan ia mengalami gagal kawin. Atau, bisa juga kondisi kesehatan kucing sedang tidak bagus.

Artikel terkait: ciri ciri kucing stres

3. Kucing menjadi stres

Ciri ciri kucing gagal kawin selanjutnya adalah stres. Gagal kawin juga bisa menjadi stresor bagi kucing yang tidak dapat menyalurkan hasrat birahinya. Jika kucing stress, ciri ciri yang seringkali mudah terlihat adalah sulit makan, enggan bermain, dan bersifat lebih agresif.

 

Jika kucing mengalami hal ini, maka langkah terbaik yang dapat kamu ambil untuk mengatasi stresnya adalah:

  • Jangan paksa kucing untuk bermain

Berikan kucing waktu untuk beristirahat. Kondisi stres dapat membuat kucing menjadi mudah lelah. Ditambah lagi, dengan berkurangnya asupan makan kucing jadi kekurangan tenaga untuk bermain.

Artikel terkait: ciri ciri kucing akan melahirkan

  • Bantu kucing untuk menyalurkan hasrat birahinya

Tentunya untuk melakukan hal ini kamu perlu mencarikan pasangan kawin untuk kucing. Atau, kamu pun bisa membiarkannya keluar dan mencari pasangan kawin. Dengan demikian, kucing dapat menyalurkan hasrat birahinya.

Akan tetapi, melepaskan kucing ke luar rumah cukup berisiko apalagi jika kucing tidak biasa keluar rumah. Mengapa demikian? Bisa jadi kucing kesayanganmu akan bertengkar dengan kucing lain, atau malah hilang sebab tidak tahu arah pulang.

Artikel terkait: ciri ciri kucing mau mati

  • Memberikan kucing aromaterapi

Aromaterapi dapat membantu kucing untuk mengurangi stres dan membantunya untuk rileks. Dengan memberinya aromaterapi, kamu bisa membantu kucing untuk meringankan birahinya juga.

Jadi, itulah ciri ciri kucing gagal kawin dan beberapa trik untuk mengatasi masalah yang terkait dengan gagal kawin pada kucing. Cara terbaik yang dapat kamu lakukan adalah dengan mencarikannya pasangan kawin apabila kucing merupakan kucing rumahan yang tidak tahu kondisi di luar rumah. Dengan demikian, kamu bisa tetap menjaga kucing sambil membantu melampiaskan birahinya juga.

Baca juga artikel lain yang terkait dengan Kucing atau konten lain yang ditulis oleh Rosad

Apa pendapatmu